alexa-tracking

Korban Salah Tangkap Bebas,Istri Di Embat Orang

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad0efe35c7798ff1e8b4568/korban-salah-tangkap-bebasistri-di-embat-orang
Agar Istri Bisa Di Embat Di Duga Nurullah Dijebak Hingga Masuk Bui, Siapa Dalangnya
Korban Salah Tangkap Bebas,Istri Di Embat Orang
Banjarmasin, Jum’at 13 April 2018 Di Lapas Kelas II Teluk Dalam Banjarmasin tampak beberapa anggota Laskar Merah Putih dan ada beberapa orang warga sedang duduk di kantin di muka lapas sambil meminum kopi dan minuman ringan lainnya. Saat penulis menanyakan kepada Ketua Laskar Merah Putih Kalsel Eka Adiputra,ada maksud apa kok ini LMP Kalsel kumpul-kumpul di kantin sama beberapa warga dan siapa mereka.?

Eka Adiputra menjawab”Kami lagi nemani dan memberi dukungan moril juga wujud rasa syukur karna pada hari ini anak dari Ibu Norma di putus bebas murni"
Korban Salah Tangkap Bebas,Istri Di Embat Orang
Ibu Norma menyatakan Bahwa "Anak Saya di dampingi dan di bela oleh Team Dari Kantor Hukum Pasaribu, Silaban And Fatners "
"Anak saya di jebak dan Oleh orang yang sengaja mau memisahkannya dengan Istrinya meletakkan sabu-sabu di sela-sela plat motor lalu melaporkan ke polisi, Untung Anak Saya di dampingi Team pengacara yang baik hati juga pantang menyerah " Ujarnya lagi

Tepat Pukul 12.15 wita Team Penasehat Hukum Pasaribu,Silaban and Fatners keluar dari LP Teluk Dalam membawa Nurullah mengirup udara bebas dan dengan mata berkaca-kaca Nurullah mengatakan Bahwa dia tidak bersalah hanya korban salah tangkap aparat yang mendapat laporan dari orang yang sengaja jebak dia,agar terpisah dari istrinya.
"Saya masuk ke lapas 12 Februari 2017 sebulan setelah saya masuk menurut info istri saya menikah lagi setelah saya masuk LP dan sekarang tidak tau keberadaannya dimana" Ujar Nurullah.

Menurut Anggota Team Penasehat Hukum Pasaribu, Silaban And Fatners. Jhonter Silaban SH Isi dari petikan Putusan Mahkamah agung Adalah sebagai berikut:

PUTUSAN BEBAS MURNI OLEH MAHKAMAH AGUNG RI ATAS NURULLAH ALIAS ULAH BIN SUHUD NOMOR PERKARA : 18 K/PID.SUS/2018.

Nurullah Alias Ulah Bin Suhud salah satu korban Yang patut diduga penjebakan dalam kejahatan Narkotika yang diputus Bebas oleh Mahkamah Agung dalam putusannya yang diantaranya adalah:

- Mengabulkan permohonan Kasasi dari Pemohon Kasasi/Terdakwa Nurullah Alian Ulah bin Suhud tersebut;

- Membatalkan Putusan Pengadilan Tinggi Banjarmasin Nomor 56/PID.SUS/2017/PT. BJM tanggal 28 September 2017 yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Banjarmasin Nomor 443/Pid.Sus/2017/PN.Bjm, tanggal 15 Agustus 2017

Dan mengadili Sendiri dalam petikan putusannya yang diantaranya adalah:

- Menyatakan Terdakwa Nurullah Alias Ulah bin Suhud tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan perbuatan sebagaimana yang didakwakan dalam surat dakwaan Penuntut Umum;

- Membebaskan Terdakwa tersebut oleh karena itu dari semua dakwaan Penuntut Umum.

Korban Salah Tangkap Bebas,Istri Di Embat Orang

"Seorang Nurullah yang kesehariannya adalah sebagai seorang sopir pada disebuah perusahaan, yang belum pernah dihukum, tidak pernah menyentuh minuman keras apalagi barang-barang haram seperti narkoba dan lain-lainya dan ini pun sudah dibuktikan dengan hasil tes urine yang negatif" Kata Nurliansyah S.H Salah Satu Anggota Team penasehat Hukum

Jesvandy Silaban S.H. Juga menjelaskan Kronologis kejadiannya adalah sebagai berikut dimana Nurullah alias Ulah bin Suhud yang hendak memperpanjang SIM B pada hari Rabu tanggal 08 February 2017 dan pada sekitar pukul 11.30 Wita, setelah selesai memperpanjang SIM B Polresta Banjarmasin miliknya kemudian saudara Nurullah menuju ke Jl. Teluk Kelayan ke rumah mertua yang, dengan maksud untuk menengok anak dan istrinya. kemudian saudara Nurullah memarkirkan sepeda motor yang dikendarainya di pinggir jalan yang berjarak 12 meter dari rumah mertua Nurullah. Dan sekitar pukul 17.00 Wita, saudara Nurullah hendak berpamitan dengan mertua Nurullah Bin Suhud, sesampai di depan Gg. Sejarah Bhakti saudara Nurullah Bin Suhud menaiki dan mengendarai sepeda motor yang diparkirkan di muka Gang Sejarah Bhakti.

Sesaat setelah mengendarai sepeda motor, yang berjarak kurang lebih 15 meter dari parkiran di muka Gang Sejarah Bhakti, terdapat 2 ( dua ) orang dari arah depan dan belakang langsung menyergap saudara Nurullah Bin Suhud, kedua orang tersebut adalah Aggota Polri, Kota Banjarmasin. Yang melakukan penggeledahan pada tubuh saudara Nurullah Bin Suhud, namun tidak ditemukan narkotika atau obat terlarang lainnya; kemudian anggota Polri tersebut mengarahkan penggeledahan pada sepeda motor saudara Nurullah dan ditemukan 1 (satu) bungkusan plastik hitam yang Narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,09 gram,diselipkan atau diletakkan pada plat nomor polisi bagian belakang. 

Dari sinilah asal muasal yang menjerat saudara Nurullah diancam melanggar pasal Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan saudara Nurullah sendiri membantah kalau bungkusan tersebut bukan miliknya baik dari mulai tingkat penyidikan di kepolisian hingga berakhirnya putusan Mahkamah Agung yang membebaskan saudara Nurullah dari semua Dakwaan Penuntut Umum.
Korban Salah Tangkap Bebas,Istri Di Embat Orang
Menurut Team Penasehat Hukum saudara Nurullah yang dibawah kepemimpinan H.Agus Pasaribu,S.H.

Kasus yang menimpa Nurullah ini perlu diangkat kepermukaan karena memang kasus ini sangat menarik dan saudara Nurullah orang yang pantas mendapatkan bantuan Hukum sebagaimana yang digariskan Pasal 56 ayat (1) KUHAP berbunyi : "Dalam hal tersangka atau terdakwa disangka atau didakwa melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana mati atau ancaman pidana lima belas tahun atau lebih atau bagi mereka yang tidak mampu yang diancam dengan pidana lima tahun atau lebih yang tidak mempunyai penasehat hukum sendiri, pejabat yang bersangkutan pada semua tingkat pemeriksaan dalam proses peradilan wajib menunjuk penasihat hukum bagi mereka."

Sekalipun bantuan hukum tersebut secara Cuma-Cuma atau prodeo dan hal ini juga sudah sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2003 tentang Advokat, didalam pasal 22 yang berbunyi :

(1) Advokat wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada pencari keadilan yang tidak mampu;

(2) Ketentuan mengenai persyaratan dan tata cara pemberian bantuan hukum secara cuma-cuma sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah;

Dan Team Penasihat Hukum yang tergabung dalam KANTOR HUKUM PASARIBU - SILABAN & PARTNERS diantaranya :
1.H.AGUS PASARIBU,S.H.M.H
2.JESVANDY SILABAN, S.H. 3.NURLIANSYAH,S.H.
4.JHONTER.S.W.SILABAN,S.H
5.AHMAD RAMDHAN,S.H.
6.RICKY IRAWAN SILITONGA,S.H., 7.GARNETTO KUSUMO,S.H. menambahkan, yang dilakukan upaya hukum ( Pembelaan Hukum ) tersebut bukanlah orangnya saja akan tetapi lebih jauh dari pada itu, melainkan Fakta hukumnya yang harus diupayakan semaksimal mungkin untuk diluruskan.

Senada dengan Team penasehat hukum Nurullah Ketua LMP Kalsel Eka Adiputra menyatakan bahwa "Kami Ormas Laskar Merah Putih Kalsel akan mendukung sepenuhnya Upaya Hukum yang di Lakukan Oleh Penasehat Hukum Pasaribu, Silaban And Fatners dalam Memperjuangkan Keadilan buat seluruh lapisan masyarakat"
"Kami akan membantu dan mencari tau siapa dalang atau aktor dari kasus-kasus penjebakan yang sekarang marak terjadi"Tukasnya lagi.

Team Penasehat Hukum Pasaribu, Silaban And Fatners pun menyatakan bahwa Senin ini kami akan mendampingi lagi Seorang Jurnalis Yaitu Yuda dipl.ing yang diduga juga di jebak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab agar terseret dalam Kasus Pemerasan yang di lakukan beberapa Oknum YLK Kalsel yang sekarang dalam proses persidangan.

"Kami akan membuktikan fakta-fakta persidangan bahwa klien kami memang tidak terlibat dalam rencana pemerasan dia hanya menjalankan tugas jurnalistik nya yang di lindungi undang-undang " kata Jhonter Silaban S.H




Penulis : Ari Cahyadi. A (Jurnalis Tabloid Visual Jakarta)