alexa-tracking

The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad0953e98e31ba21b8b4568/the-goose-girl-1815-dongeng-indah-yang-endingnya-tragis
icon-hot-thread
The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis
The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis

The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis


Quote:


#CERITAKITAUNTUKSELAMANYAemoticon-Malu

The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis

"The Goose Girl" adalah dongeng Jerman dari koleksi Brothers Grimm (Jerman: Die Gänsemagd) yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1815 di vol. 2 edisi pertama Kinder- und Hausmärchen (Cerita Anak-Anak dan Rumah Tangga - Dongeng Grimms). The Goose Girl tercatat sebagai kisah no. 89 yang telah ditulis oleh Grimm bersaudara.

Kisah ini pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Edgar Taylor pada tahun 1826, kemudian menyusul oleh komunitas penerjemah anonim pada tahun 1865, oleh Lucy Crane pada tahun 1881, oleh LucMargaret Hunt pada tahun 1884, dll. Terakhir Andrew Lang memasukkannya kedalam The Blue Fairy Book pada tahun 1889. Dan kisahnya akan gw bagikan sekarang.

The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis

Kisah bermula ketika seorang istri yang telah ditinggal pergi oleh sang suami mengirim putrinya untuk dinikahkan dengan seorang pengantin laki-laki disebuah desa yang letaknya sangat jauh. Sang putri dikirim bersama dengan seorang pelayan dan seorang kuda bernama Falada yang telah disihir agar bisa berbicara. Selain itu, sang ibu yang merupakan seorang penyihir juga memberikan jimat perlindungan khusus untuk putrinya yang bisa melindunginya diperjalanan selama jimat itu dipakai.

Perjalananpun dimulai. Ditengah perjalanan, sang putri merasa haus dan meminta pelayan untuk mengambil air. Si pelayan, ntah karena alasan apa, tidak terima dan menyuruh sang putri untuk mengambil air sendiri dan bilang kalau dia tidak mau melayani putri tersebut, Akhirnya sang putri pun mengambil air sendiri dari sungai terdekat. Tidak beberapa lama setelahnya, sang putri kembali haus dan meminta sang pelayan untuk kembali mengambil air. Tapi untuk kedua kalinya sang pelayan menolak. Sang putri pun kembali kesungai dan meminum air dengan cara membungkuk. Ketika membungkuk, jimat pemberian sang ibu jatuh dan hanyut terbawa arus.

Pelayan yang mengetahui hal ini segera mengambil keuntungan dari hilangnya jimat sang putri. Pelayan meminta sang putri untuk berganti pakaian. Pelayan mengamncam akan membunuh sang putri jika dia memberi tahu identitas sebenernya. Pelayan yang telah bertukar identitas dengan sang putri melanjutkan perjalanan dengan menunggangi Falada sementara sang putri harus berjalan kaki. Setelah tiba di istana tempat pengantin pria berada, pelayan dianggap sebagai pengantin wanita sementara sang putri diperintahkan untuk mengembala angsa bersama dengan seorang anak bernama Conrad. Pengantin palsu juga memerintahkan untuk membunuh Falada, kuda yang ditunggangi nya selama perjalanan karena takut falada yang telah disihir bisa menceritakan semua kejadian sebenarnya. Sang putri yang mengetahui hal ini memohon kepada prajurit untuk tidak membunuh Falada dan memohon agar bisa melihat falada disetiap pagi sebelum mengembala angsa.

The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis

Setiap pagi, sang putri mengunjungi Falada dan Falada selalu memberikan semangat ke pada sang putri. Sewaktu mengembala, sang putri selalu menyisir rambutnya yang berwarna keemasan. Conrad yang melihat keindahan rambut sang putri berniat untuk mengambil rambut itu satu persatu. Sang putri yang mengetahui hal ini segera mengatakan sebuah mantra sehingga angin bertiup membawa topi Conrad dan Conrad harus mengejar topi tersebut sehingga tidak ada yang bisa mengganggu sang putri.

Conrad yang kesal melaporkan kejadian ini ke raja dan bilang kalau dia tidak akan mengembala angsa lagi bersama sang putri karena banyak hal-hal aneh yang terjadi. Sang raja meminta Conrad untuk mengulangi kejadian yang sama keesokan harinya dan melihat bahwa memang sang putri memiliki sihir seperti sang ibu. Putripun diminta untuk menceritakan kejadian sebenernya tapi sang putri menolak karena dia sudah bersumpah kepada sang pelayan untuk tidak menceritakan kejadian sebenernya. Kemudian raja menyarankan agar sang putri menceritakan kejadian tersebut ke sebuah tungku besi. Sang putri pun setuju dan menceritakan semua kejadian ke tungku besi tersebut sementara sang raja mendengarkan dari luar ruangan.

Karena sang raja percaya bahwa sang putri berkata jujur, sang putri pun dinobatkan sebagai pengantin wanita sebenernya dan menyuruh sang putri palsu untuk memilih hukuman sendiri. Sang putri yang tidak bisa memilih apa apa akhirnya diseret ditengah kota dalam keadaan telanjang sampai pelayan tersebut mati.

Setelah itu, pangeran dan putri sejati menikah dan hidup bahagia memerintah kerajaan mereka.

The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis

Jadi, dongeng kayak gini masih relevan diceritain di zaman sekarang? Eh Dongeng ini katanya pernah diadaptasi jadi film pendek dengan judul yang sama ditahun 1990. film pendek ini disutradarai oleh Paul Demeyer. emoticon-Big Grin

Sekian, ketemu di dongeng berikutnya! emoticon-Smilie

emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo emoticon-Matabelo


Quote:


PERHATIAN! UPDATE SETELAH FOLLOWER IG NYAMPE 1000! emoticon-EEK!
#Ceritakitauntukselamanya di Instagram emoticon-Smilie


The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya TragisThe Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis

The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis

The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis
ada pilem nya nih
Mati diseret emoticon-Takut (S)
putri goblok !! sama pelayan kalah emoticon-Blue Guy Bata (L)
gimana bisa memerintah kerajaan kalo sama pelayannya aja lemah mau2nya diperalat emoticon-Blue Guy Bata (L)
Baru tau ada dongeng ini. Thanks, agan ts.
Masa kecil ane tumbuh dengan dongeng2 Hans Cristian Andersen, Grimms Bersaudara, Harry Potter dan Narnia. Pantesan jmn dulu gada alay emoticon-Big Grin
Dongengemoticon-Belo
Saiyah sudah lama tak mendengarkan dongengemoticon-Belo
terhuraemoticon-Mewek

The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis
Potong bebek angca


wah menarik sih dongeng2/cerita2 kyk gini apalagi dijadiin kartun. biasanya dulu kartun2 kyk gini byk dispacetoon. yg paling ane inget klo gk salah anak kecil penjual korek api settingnya si klo gk salah pas natal gitu emoticon-Mewek


Quote:


Adek kok gondroooooong emoticon-Mad
Itu judul laguuuuuu emoticon-Mad
happily ever after doesnt exist buoskuh

The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis
Ane sukak cerita dongeng...
emoticon-Goyang emoticon-Goyang emoticon-Goyang
The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis
The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis
The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis
Quote:


Masak di kuali... Nona minta dansa... Dansa empat kali...
emoticon-Kaskus Radio
Quote:


Om Adolf lom mandi, dali tadi pagi emoticon-Wink
Quote:


Enak aja... Om doain biar mimpi dicipok sama Om Lucinta Luna bertubi-tubi sampe pingsan...
emoticon-dor
mending kisah dr dalam negeri kyk sang pergi umroh gak pulang pulang
Quote:



The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis
Jangan

enid blyton kluaran gramed lantaran pas bocah blum bsa bhs linggis
The Goose Girl (1815), Dongeng Indah Yang Endingnya Tragis
Quote:


Pagi Dek... Udah sarapan belom???
emoticon-Leh Uga