alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Tribunnews.com /
Pembunuh Suaminya Ditembak Mati Polisi, Rohana Merasa Lega
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ad06224529a45c0298b4568/pembunuh-suaminya-ditembak-mati-polisi-rohana-merasa-lega

Pembunuh Suaminya Ditembak Mati Polisi, Rohana Merasa Lega

Pembunuh Suaminya Ditembak Mati Polisi, Rohana Merasa Lega

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG -- Perburuan yang dilakukan Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel terhadap Hengki Sulaiman, pelaku perampokan dan pembunuhan terhadap Tri Widiyantoro, berakhir.

Hengki tewas ditembak polisi karena berupaya melawan ketika ditangkap, Rabu (11/4) siang.

Satu peluru bersarang di dada Hengki. Inilah yang membuat nyawanya tak tertolong lagi ketika akan dilarikan ke rumah sakit.

Baca: Dokter Lulusan Terbaik Itu Ambil Jalan Pintas, Terjun Dari Lantai 6 Tunjungan Plaza

Penangkapannya dilakukan setelah tim terus melakukan monitoring terhadap pergerakan Hengki.

"Terakhir termonitor di Brebes, sebelumnya dia juga lari ke kabupaten lain yang ada di Jateng."

"Saat kami monitor dia berada di Brebes dan dilakukan penangkapan, ia berupaya melawan dan kabur sehingga terpaksa ditembak," ungkap Zulkarnain saat ditemui di depan Gedung Utama Mapolda Sumsel, Kamis (12/4).

Jenderal bintang dua ini menjelaskan, kejahatan yang dilakukan Hengki tergolong sadis.

Karena memang menjadi atensi, sehingga semua anggota Jatanras dikerahkan untuk menangkap Hengki hingga dapat.

"Pembunuhan dan perampokan semacam ini, saya kejar dan tangkap hidup mati. Pasti kami tangkap," pungkasnya.

Hengki, kabur dari kejaran polisi melalui jalur darat dan ditangkap di sebuah pabrik roti yang ada di Brebes Jateng.

Meski dalam pelarian, Hengki juga sempat update di media sosial.

Bahkan, sempat menantang polisi untuk menangkapnya.

"Dia (Hengki, red) kabur dan sempat singgah di empat kabupaten. Singgah di Wonosobo, Kegal, Semarang dan terakhir di Brebes. Semuanya melalui jalur darat," ujar Dir Reskrimum Polda Sumsel Kombes Pol Budi Suryanto didampingi Wadir Reskrimum AKBP Aziz Andriansyah.

Polisi yang mengendus keberadaan Hengki berada di Brebes Jateng, tim langsung melakukan pengejaran.

Hengki yang hendak ditangkap, ternyata berupaya melawan petugas.

Sehingga, petugas harus melakukan tindakan tegas terukur terhadap Hengki dan tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

"Siapa pun pelakunya kami tindak keras, kriminal umum akan kami tindak tegas terlebih kejahatan kekerasan yang korbannya luka berat hingga meninggal dunia."

"Sudah ada contohnya dua pelaku yang kami tindak keras," ujar Budi saat ditemui di ruang kerjanya.

Dalam pelarian, Hengki juga mengganti namanya dengan nama Hendri.

Tujuan mengganti nama tersebut, agar Hengki bisa dengan mudah mengelabui orang yang melihatnya.

Selama pelariannya, Hengki sama sekali tidak pernah bersosialisasi di sekitar tempatnya bersembunyi.

Selain mengganti namanya menjadi Hendri, Hengki juga memotong rambutnya menjadi lebih pendek.

Agar orang yang melihatnya sekilas tidak bisa mengenali bila dirinya seorang buronan polisi.

Dari pantauan di RS Bhayangkara Palembang, Jenazah Hengki Sulaiman, pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir gocar Tri Widiyantoro akhirnya tiba di kamar mayat RS Bhayangkara Palembang sekitar pukul 21.45.

Jenazah Hengki dibawa dari kargo Bandara SMB II Palembang menuju ke kamar mayat RS Bhayangkara Palembang menggunakan mobil jenazah milik RS Bhayangkara Palembang.

Saat tiba di RS Bhayangkara Palembang, jenazah Hengki yang diletakan di dalam peti mati diangkat petugas menuju ke kamar jenazah.

Jenazahnya langsung dikeluarkan dari peti mati dan dimasukan ke dalam lemari pendingin.

Di sisi lain, keluarga korban yakni Tri Widiyantoro serta rekan satu profesinya juga berkumpul di RS Bhayangkara Palembang.

Mereka ingin melihat langsung kedatangan jenazah orang yang telah menghabisi nyawa Tri secara sadis.

Namun, pihak keluarga Tri belum kesampaian untuk melihat langsung wajah dari Hengki.

Karena, masih harus menunggu dilakukan visum hari ini.

Keluarga Tri Widyantoro

Tribun mengunjungi kembali rumah almarhum Tri Widiyantoro di Lorong Sakura, Jalan Letnan Murod, Kecamatan Sukarami.

Terlihat di depan rumah masih berdiri tenda dan ada beberapa kursi yang berjejer di teras rumah.

Sebelum sempat mengucapkan salam, Tribun disambut hangat oleh kakak ipar almarhum Tri yang diketahui bernama Rosmala.

Rosmala yang saat itu sedang memakai mukenah mempersilakan Tribun duduk bersila di atas ambal di ruang tamu rumah almarhum.

"Rohana ada tamu dari Tribun," panggil Rosmala.

Saat itu keluarlah Rohana, istri alm Tri, memakai jilbab panjang berwarna ungu menyambut Tribun dengan wajah sendu.

Dia pun ikut duduk bersila di atas ambal bersama Tribun.

Dilihat dari raut wajahnya Rohana terlihat tabah tak seperti saat pertama kali ditemui oleh Tribun.

Saat sesudah jenazah suaminya ditemukan, Rohana tidak mau banyak bicara.

Namun suasana berbeda kemarin setelah dia mengakui bahwa dirinya sudah ikhlas atas kepergian suaminya.

Tribun langsung bertanya apakah dirinya tahu berita terbaru, tersangka terakhir perampok dan pembunuh suaminya, Hengki ditembak polisi hingga tewas karena melakukan perlawanan.

Rohana mengaku dia sudah tahu dan lega karena Hengki akhirnya ditembak mati.

Dia puas dengan tindakan Polda Sumsel karena dengan cepat menemukan keempat tersangka.

"Syukur alhamdulillah kalau dia udah ketemu, saya juga tahu kabarnya dari internet kalau dia juga ditembak mati karena ingin kabur," ujarnya.

Rohana yang ditemui terlihat tabah dan sesekali dirinya tersenyum bahkan tertawa saat diajak bercanda.

Dengan ditemukannya tersangka terakhir otomatis kasus pembunuhan terhadap suaminya segera berakhir.

Namun ibu tiga anak ini mengaku, dua tersangka yang masih hidup, yakni Bayu dan Tyas juga harus mendapat hukuman setimpal, bahkan dia ingin mereka berdua dihukum mati.

"Nyawa dibalas nyawa, coba dipikir saja apa mereka berempat itu ada hati saat membunuh suami saya?"

"Saat itu suami saya sudah minta untuk tidak dibunuh tapi mereka nekat membunuh. Bahkan mereka menunggu suami saya sampai meninggal," katanya.

Rohana terlihat kesal saat menceritakan kembali kejadian pembunuhan suaminya.

Tak hanya dirinya yang ingin keempat tersangka dihukum mati, kedua kakak perempuan Rohana yang juga ada di ruang tamu mengatakan keinginan mereka bahwa nyawa harus dibalas nyawa.

"Kenapa kami minta begitu, karena seperti kata Rohana apa keempat tersangka mikir saat membunuh suaminya."

"Sampai tega begitu dan ada tersangka Tyas yang masih mahasiswa sebelum menyerahkan diri masih sempat pergi kuliah, dan itu pun menyerahkan diri karena takut mati ditembak bukan karena hati nurani," kata Rohila kakak perempuan Rohana.

Seorang pelaku lainnya ditangkap Bayu. Sementara Poniman ditembak mati.

Keempat kawanan pemuda ini membunuh sopir Gocar Tri Widyantoro dengan modus diantar ke kawasan Kenten, Kamis (15/2).

Satu setengah bulan hilang, jasad korban ditemukan sudah menjadi tulang di Parit VI, Desa Muara Sungsang, Banyuasin, Jumat (30/3).

Diketahui korban Tri dihabisi kawanan pelaku dengan cara leher dijerat dengan seutas tali.

Kronologi ini berdasarkan pengakuan Bayu Irmansyah (20), salah satu pelaku yang dibekuk petugas Jatanras Polda Sumsel pimpinan Kanit 4 Subdit 3 Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Antoni Adhi di kawasan Jalan Letnan Simanjuntak Kelurahan Pahlawan Kecamatan Kemuning Palembang.

"Matinya karena dijerat pakai tali di lehernya. Yang menjerat leher itu Poniman saat sedang di dalam mobil waktu jalan ke arah Kenten Laut," ujar Bayu, saat diinterogasi Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Bayu, yang mengalami luka tembak pada kedua kakinya, mengakui perbuatannya dan peran pelaku lainnya, Poniman, Hengki, dan Tyas.

Meskipun korban Tri sempat pasrah dan menyerahkan apa yang diminta pelaku, namun kawanan pelaku yang berjumlah empat orang ini tetap nekat menghabisi korban Tri guna menghilangkan jejak.

Bahkan korban Tri berkata kepada kawanan pelaku, silakan untuk mengambil mobilnya tapi jangan dibunuh.

Namun Tri tetap dihabisi dan mayatnya dibuang di semak-semak rawa kawasan Sungsang Banyuasin. (TribunSumsel.com/ard/eml)

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Sebelum Mati Tertembak, Hengki Pembunuh Driver Online Sempat Update Medsos & Tantang Polisi,


Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2...na-merasa-lega

---

Baca Juga :

- Bawa Jimat, Hengki Sempat Lari di 4 Kota, Saat ke Brebes Sebutir Peluru Polisi Menghentikannya

- Surat Cinta dan Dua Jimat Keris, Jadi Barang Peninggalan Hengki

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di