alexa-tracking

Soal Kasus Century, Budi Mulya Tidak Berniat Seret Koleganya ke Penjara

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acff751dcd7707b138b4576/soal-kasus-centurybudi-mulya-tidak-berniat-seret-koleganya-ke-penjara
Soal Kasus Century, Budi Mulya Tidak Berniat Seret Koleganya ke Penjara
Soal Kasus Century, Budi Mulya Tidak Berniat Seret Koleganya ke Penjara

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terpidana kasus Bank Century, Budi Mulya menjelaskan kepada istrinya, Anne Mulya tidak ingin menyeret nama siapapun dalam kasus tersebut.

Alasannya, Budi mengerti harus kehilangan anggota keluarga yang mendekam di penjara. Dia tidak ingin hal itu terjadi kepada mantan-mantan koleganya.

Baca: Kata Politikus Golkar, Majunya Prabowo Tidak Akan Mengubah Peta Politik

Baca: Peta Kekuatan Militer AS dan Rusia Jika Pecah Perang di Suriah: Pesawat hingga Perisai Rudal

"Suami saya justru tidak mau menyeret orang lain dalam kasus ini. Dia tahu beratnya kalau ditinggalkan anggota keluarga yang dipenjara," ucap Anne usai memberikan putusan praperadilan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kepada KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (12/4).

Bagi Budi, meski mantan koleganya tidak pernah lagi peduli dengan dia, namun, dia tetap meminta agar kebijakan Bank Century tidak bisa dipidanakan.

Jika aparat penegak hukum ingin meningkatkan kasus itu ke tingkat yang lebih tinggi, dia menyarankan untuk mengejar pelaku korupsinya. Bukan siapa saja yang ada di dalam kebijakan tersebut.

"Jujur, saya juga sedih. Saya tahu siapa saja kolega Bapak. Keluarga mereka juga saya tahu. Bapak maunya kebijakan ini tidak bisa dipidana," ungkapnya.

Tetapi, proses hukum sudah berjalan. Terlebih, putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang meminta kepada KPK untuk melanjutkan proses penyidikan dan menetapkan status tersangka kepada Mantan Gubernur Bank Indonesia, Boediono dan tujuh orang lainnya.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman mengatakan tidak ada alasan lagi KPK menunda penyidikan kasus tersebut.

Berbekal dari bukti yang sudah ada, nama-nama di dalam dakwaan serta dipidananya Budi Mulya, menjadi alat bukti yang cukup untuk melanjutkan kasus tersebut.

"Saya bilang ini bodoh kalau masih harus memperdalam lagi. Semuanya sudah jelas kok, dua alat bukti permulaan sudah ada," tegasnya.

Pihaknya pun memberi batas waktu tiga bulan agar KPK melanjutkan putusan praperadilan dari kasus itu. Apabila tidak, maka, MAKI akan melakukan gugatan perdata. "Kami berikan batas waktu selama tiga bulan. Jika tidak diindahkan, kami akan menggugat secara perdata," tukasnya.

Suara Nadia Meninggi Soal Boediono

Anak Budi Mulya, Nadia Mulya suaranya terdengar meninggi ketika berbicara soal mantan Gubernur Bank Indonesia, Boediono.

Wajah presenter televisi itu sempat memerah ketika menceritakan soal tidak dipedulikannya lagi ayah Nadia oleh Boediono usai ditahan.

"Tidak pernah sekalipun dia datang dan menjenguk ayah saya selama ditahan KPK," suara Nadia meninggi.

Namun, Ia sempat mengugkapkan terjadi sebuah pertemuan antara Wakil Presiden ke 11 RI itu dengan ayahnya di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung, Januari 2016 lalu. Kala itu, Boediono hanya sempat meminta maaf kepada ayahnya tapi tidak memberikan solusi apapun.

"Saya justru yang berbicara, ini sudah telat. Kenapa saat itu ketika menjadi wakil presiden, tidak berbicara apa-apa soal kasus Century. Padahal, mengerti semuanya. Tidak akan berlarut-larut seperti ini," tandasnya.

Tribun mencoba terus menghubungi melalui sambungan telepon ajudan pribadi Boediono serta beberapa orang dekatnya untuk melakukan klarifikasi hal tersebut. Tapi, tidak ada satupun yang merespon.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menegaskan penanganan perkara Bank Century tidak pernah dihentikan.

Febri mengatakan untuk membuka penyidikan baru, juga harus melalui proses hukum sebelumnya. Mulai dari fakta persidangan, bukti-bukti yang ada, serta banyak proses yang lainnya.

"Kami tidak pernah melakukan penghentian kasus tersebut. Itu yang perlu kami tegaskan," tukasnya.

Dijelaskan olehnya, saat ini KPK sedang melakukan pengumpulan barang bukti yang ada mengenai kasus yang diduga telah merugikan negara sebesar Rp 6,8 triliun itu.(ryo)


Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...nya-ke-penjara

---

Baca Juga :

- Nadia Mulya dan Ayahnya Sempat Emosi Bertemu Boediono Di Sukamiskin

- Putusan PN Jaksel Minta KPK Tersangkakan Boediono Dinilai Aneh

- Nadia Mulya: Bapak Saya Deputi Bidang Moneter Tidak Ada Urusan dengan Perbankan