alexa-tracking

Tren hukuman mati di dunia turun dan moratorium di Indonesia

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acfe4f55074106d1a8b457d/tren-hukuman-mati-di-dunia-turun-dan-moratorium-di-indonesia
Tren hukuman mati di dunia turun dan moratorium di Indonesia
Tren hukuman mati di dunia turun dan moratorium di Indonesia
Aktivis melakukan aksi tolak hukuman mati di Istana Negara, Jakarta, 29 Juli 2016.
Jumlah eksekusi hukuman mati di seluruh dunia terus menunjukkan tren penurunan. Penurunan jumlah eksekusi hukuman mati itu dianggap sebagai momentum bagi Indonesia untuk memberlakukan moratorium eksekusi mati pada 2018 ini.

Amnesty International, dalam rilis Kamis (12/4/2018), mencatat ada 993 eksekusi hukuman mati di 23 negara pada 2017. Jumlah eksekusi hukuman mati itu turun 4 persen dari 2016 (1.032 hukuman mati) dan 39 persen pada 2015 (1.634 hukuman mati).

Negara terbanyak yang melakukan eksekusi mati pada 2017 adalah Tiongkok, Iran, Arab Saudi, Irak, dan Pakistan.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, dalam keterangan tertulisnya, menyebutkan turunnya tingkat penerapan hukuman mati secara global, harus menjadi momentum bagi Indonesia untuk memberlakukan moratorium eksekusi mati pada 2018. Moratorium diharapkan menjadi langkah awal bagi Indonesia menuju penghapusan hukuman mati secara permanen.

Usman menambahkan pemberlakuan moratorium hukuman mati dapat mempermudah upaya diplomasi internasional Indonesia untuk menyelamatkan 188 warga Indonesia yang saat ini menjadi terpidana mati di luar negeri.

"Bagaimana Indonesia dapat meyakinkan negara lain untuk mengampuni warganya menghadapi hukuman mati di luar negeri jika masih mempraktikkan hukuman yang tidak manusiawi di dalam negerinya sendiri?" kata Usman.

Di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo, eksekusi hukuman mati gelombang pertama dilaksanakan pada 18 Januari 2015. Sebanyak enam terpidana mati dieksekusi. Pada gelombang kedua sebanyak delapan terpidana, dihadapkan pada regu tembak, pada 29 April 2015. Totalnya, sudah ada 18 terpidana mati yang dieksekusi.

Indonesia tidak melakukan eksekusi hukuman mati tahun 2017 setelah memutuskan untuk menunda mengeksekusi 10 terpidana mati pada menit-menit terakhir pada 2016.

Jaksa Agung Muhammad Prasetyo berulang kali menyatakan bahwa pemerintah belum memutuskan untuk menunda pelaksanaan hukuman mati karena masih menunggu "waktu yang tepat".

Meski tak ada eksekusi, vonis hukuman mati terus bertambah. Pada 2017, ada 47 vonis hukuman mati, meskipun turun dibandingkan 2016 dengan 60 vonis. Hingga akhir 2017, terdapat total 262 orang dipidana menunggu waktu eksekusi.

Sebagian besar vonis hukuman mati jatuh kepada pelaku kejahatan narkoba. Usman mengatakan bahwa eksekusi mati terpidana perdagangan narkoba dapat memberantas kejahatan tersebut, tidak berdasar.

"Tidak ada bukti yang menerangkan bahwa hukuman mati adalah media pencegah kejahatan yang lebih efektif daripada penjara seumur hidup," kata Usman.

Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa jumlah kasus narkoba telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, bahkan ketika pemerintah telah mengambil garis keras dengan mengeksekusi terpidana karena kejahatan narkoba.

Pada 2017, jumlah kasus narkoba mencapai 46.537 atau 57,6 kali lebih tinggi dari angka yang tercatat pada tahun sebelumnya 807 kasus. Jumlah kasus narkoba meroket meskipun Indonesia telah mengeksekusi pengedar narkoba di tahun sebelumnya.
Tren hukuman mati di dunia turun dan moratorium di Indonesia


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...m-di-indonesia

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Tren hukuman mati di dunia turun dan moratorium di Indonesia Presiden rasa capres

- Tren hukuman mati di dunia turun dan moratorium di Indonesia Zuckerberg bungkam ihwal pemanfaatan data pengguna

- Tren hukuman mati di dunia turun dan moratorium di Indonesia Perlukah mengimpor dosen asing

×