alexa-tracking

Ini Curahan Hati Nadia Mulya Saat Bertemu Ayahnya dan Boediono Di LP Sukamiskin

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acfa00c9478687c7d8b456e/ini-curahan-hati-nadia-mulya-saat-bertemu-ayahnya-dan-boediono-di-lp-sukamiskin
Ini Curahan Hati Nadia Mulya Saat Bertemu Ayahnya dan Boediono Di LP Sukamiskin
Ini Curahan Hati Nadia Mulya Saat Bertemu Ayahnya dan Boediono Di LP Sukamiskin

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Lamanya hukuman pidana yang harus dijalani sang ayah, Budi Mulya, membuat putrinya, Nadia Mulya pun menjelaskan cerita yang pernah ia alami saat menjenguk mantan pejabat Bank Indonesia (BI) itu di Lapas Kelas 1 Sukamiskin, Bandung.

Usai menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), wanita yang telah berkeluarga itu pun mencoba mengingat pengalamannya saat mengunjungi sang ayah, ditengah kondisinya yang sedang hamil.

Baca: Ada Kejanggalan Hasil Visum Setnov yang Dibuat Dokter Bimanesh

"Kalau nggak salah dua tahun lalu saya lagi hamil, saya mengunjungi bapak saya di Sukamiskin," ujar Nadia, saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/4/2018).

Saat itu Budi Mulya tengah dipanggil oleh petugas, namun ketika kembali dan menemuinya, wajah ayahnya itu berubah tegang.

"Tiba-tiba saja bapak saya dipanggil ke kantor, pas ketika balik (menemui saya), muka bapak saya kenceng (terlihat tegang)," jelas Nadia.

Ternyata orang yang selama ini ditunggu sang ayah, muncul di hadapan mereka.

Tentu saja Nadia sontak kaget, lantaran selama ayahnya ditetapkan sebagai tersangka, sosok tersebut tidak pernah terdengar kabarnya.

Sosok itu adalah Gubernur BI pada saat itu, mantan Wakil Presiden Boediono.

Baca: Kartini Cup 2018 Jogja Siap Diikuti Klub Sepakbola Wanita di Pulau Jawa

"Ada Boediono di sini (Sukamiskin), jelas saya kaget, karena belum pernah sejak bapak saya jadi tersangka, ada kabar berita dari beliau (Boediono)," kata Nadia.

Nadia kembali melanjutkan ceritanya, dalam pertemuan di lapas tersebut, hanya ada dirinya, sang ayah, dan mantan atasan ayahnya itu.

"Saat itu saya menemui pak Boediono bersama dengan bapak saya, kita berbicara hanya bertiga saja," papar Nadia.

Dalam pertemuan tersebut, kata wanita itu, akhirnya sang ayah 'memuntahkan' seluruh hal yang mengganjal di hati dan pikirannya selama ini.

Budi Mulya menanyakan sikap Boediono sebagai seorang pemimpin di BI, ia kemudian juga mempertanyakan mengapa Boediono bungkam dan tidak mau menjelaskan apa yang ia ketahui terkait kasus tersebut.

Baca: Kartini Cup 2018 Jogja Siap Diikuti Klub Sepakbola Wanita di Pulau Jawa

"Di saat itu bapak saya mengeluarkan unek-uneknya lebih dalam, kamu (Boediono) sebagai seorang pemimpin, kenapa kamu tidak mengatakan apa yang kamu ketahui tentang Bank Century?" tegas Nadia.

Nadia yang mendengar pertanyaan ayahnya terhadap Boediono, mengaku tidak mengerti maksud yang disampaikan sang ayah.

Apalagi saat itu Boediono tidak memberikan solusi apapun, bahkan hanya sekedar menjawab pertanyaan yang dilontarkan ayah Nadia.

"Itu yang bapak saya katakan kepada pak Boediono, dan jujur saya tidak paham tujuannya untuk apa, pak Boediono hanya diam saja, tapi tidak menawarkan solusi apa-apa," tutur Nadia.

Wanita yang kini berprofesi sebagai seorang presenter itu menambahkan, "Saat itu dia (Boediono) mengatakan, bagaimana kalau kita menggiring media bahwa ini sebenarnya adalah kebijakan yang tidak dapat dipidanakan?"

Pernyataan yang membuat Nadia tetap tidak tenang, ia pun menyampaikan pasa Boediono bahwa saran yang diberikan sangat tidak mungkin untuk dilakukan, lantaran sang ayah sudah mendekam di penjara.

Ia pun menyesalkan sikap Boediono yang dinilai tidak tegas dalam mengambil keputusan, sehingga membuat kasus tersebut tak kunjung selesai dan mengorbankan sang ayah.

Kendati demikian, Nadia menegaskan bahwa dalam pertemuan yang dilakukan pada Selasa, 26 Januari 2016 tersebut, tidak ada kata 'lokalisir' yang muncul.

"Saya bilang, pak, sudah telat, sekarang bapak saya sudah di sini (Sukamiskin), kalau seandainya kamu sebagai wapres saat itu berani mengambil keputusan yang lebih firm, mungkin tidak akan berlarut-larut sampai saat ini, ketika (saya dan ayah saya) bertemu pak Boediono tidak ada kata-kata melokalisir," pungkas Nadia.

Saat itu di jajaran pimpinan Bank Indonesia, Budi Mulya menjabat sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI), sedangkan Boediono menjabat Gubernur BI.

Terkait kedatangan Nadia Mulya Kamis sore ke gedung KPK bersama ibunda dan Koordinator MAKI Boyamin Saiman, merupakan upaya meminta KPK agar patuh pada putusan praperadilan.

Keluarga Budi Mulya dan MAKI mendesak KPK segera melakukan penetapan tersangka baru kasus yang sudah bergulir cukup lama itu.

"(Kami mendesak KPK) untuk segera menetapkan tersangka baru kasus Century, pihak-pihak yang disebut dalam dakwaan," tegas Boyamin, Kamis (12/4/2018).

Lebih lanjut Boyamin menekankan bahwa tujuannya hanya satu yakni menegakkan hukum dan keadilan.

"Tujuan (kami) ke KPK adalah semata-mata untuk penegakkan hukum dan keadilan," kata Boyamin.

Sebelumnya, MAKI telah memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, terkait kasus dugaan korupsi dana talangan (bailout) Bank Century.

Dalam gugatan itu, KPK diwajibkan untuk menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut.

Boyamin menyampaikan bahwa pihaknya akan segera menyerahkan salinan putusan tersebut terhadap KPK.

Baca: Aparat AS yang menyeret pria Asia dari pesawat terbang menuntut United Airlines

"Atas dikabulkannya gugatan praperadilan yang diajukan MAKI lawan KPK dalam kasus korupsi Century, maka tidak ada alasan lagi KPK untuk tidak menetapkan tersangka baru dalam kasus Century," jelas Boyamin.

Sejumlah nama yang menurutnya terkait dengan kasus tersebut, meluliputi Raden Pardede, Muliaman D Hadad, Hartadi, Miranda Goeltom, serta mantan Wakil Presiden RI Boediono.




Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...-lp-sukamiskin

---

Baca Juga :

- Nadia Mulya Sebut Boediono 'Alergi' Saat Ayahnya Menyandang Status Tersangka

- Cerita Keluarganya Hancur, Nadia Mulya Enggan Beberkan Keterlibatan Pihak Lain Dalam Kasus Century

- Di Gedung KPK, Nadia Mulya Luapkan Unek-unek Harus Terpisah Lama Dengan Sang Ayah

×