alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Tribunnews.com /
Wartawan di Bandung Dianiaya Polisi Saat Abadikan Gambar Bentrok Warga dengan Aparat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acf6aa25c779837268b4584/wartawan-di-bandung-dianiaya-polisi-saat-abadikan-gambar-bentrok-warga-dengan-aparat

Wartawan di Bandung Dianiaya Polisi Saat Abadikan Gambar Bentrok Warga dengan Aparat

Wartawan di Bandung Dianiaya Polisi Saat Abadikan Gambar Bentrok Warga dengan Aparat

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kekerasan aparat kepolisian terhadap wartawan di Kota Bandung kembali terjadi.

Kali ini menimpa salah seorang wartawan kampus LPM Suaka UIN Bandung, Muhammad Iqbal.

Iqbal saat itu tengah meliput aksi demontrasi penggusuran tanah Taman Sari di Balai Kota (Balkot) Bandung, Kamis (12/4/2018).

Unjuk rasa tersebut berujung kericuhan antara polisi dan massa aksi.

Sekitar pukul 13.25, massa aksi terlibat adu pukul dengan aparat yang menjaga.

Mereka lalu merapatkan barisan. Pukul 13.33, Dimas salah seorang massa aksi diseret oleh aparat, disusul oleh Ehang.

Melihat rekannya dipukuli, massa aksi lain, Eva mencoba melindungi kedua rekannya. Iqbal yang tengah meliput, melihat aksi kekerasan tersebut.

Saat akan mengabadikan tindak kekerasan, Iqbal ditahan dan didorong oleh salah satu aparat.

"Siapa lo *nj*ng! Keluar sana," kata salah seorang polisi sambil mendorong Iqbal.

Meski mendapat perlakuan buruk, Iqbal tetap bertahan. Namun ia tetap dipaksa dan didorong untuk keluar gerbang Balkot.

Saat itu Iqbal sudab mengaku sebagai wartawan sambil menunjukkan kartu pers.

"Saya sudah bilang dari pers, tapi tidak digubris dan diusir," ucap Iqbal.

Iqbal pun memilih keluar dari gerbang Balkot. Ia lalu mencari jalan lain agar bisa ke mobil Dalmas dan ingin mendokumentasikan perlakuan aparat kepada Dimas dan Ehang.

Iqbal lalu mendekati dan memotret mobil Dalmas yang di dalamnya terdapat Ehang dan Dimas.

Menurut keterangan Dimas, sebelum masuk ke mobil Dalmas, ia sempat dipukul dan ditendang.

"Saya lalu memotret dari jauh. Hampir delapan jepretan. Setelah itu seorang polisi melihat saya. Polisi itu menarik dan meminta identitas saya," ucapnya sambil menyebut menunjukkan kartu pers kepada polisi tersebut

Setelah kartu pers ditunjukkan, Iqbal malah ditarik ke dekat mobil Dalmas. Ia diinterogasi oleh beberapa polisi dan memaksa mengambil kamera milik Iqbal.

Iqbal menolak untuk memberikan kamera dan mengaku jika gambar yang diambilnya merupakan hak pers untuk mengetahui apa yang terjadi.

Polisi menganggap Iqbal tak kooperatif. Ia lalu dimasukan ke dalam mobil dalmas.

"Saya terus ditekan dan memaksa poto yang saya ambil untuk dihapus. Polisi lalu menggeledah tas saya. Polisi yang menyebut dirinya intel bilang bahwa saya sudah melanggar etik," ujarnya.

Seorang anggota intel lainnya juga memaksa poto untuk dihapus. Intel itu menyebut penghapusan foto demi kebaikan Iqbal.

"Saya lalu menagih kartu pers yang dibawa salah seorang polisi. Tapi polisi itu memberi syarat, kartu pers balik tapi foto dihapus," ujarnya.

Iqbal menolak untuk menghapus foto. Namun karena terus ditekan, foto yang Iqbal ambil terpaksa dihapus.

Saat foto dihapus pun, polisi terus memperhatikan foto-foto yang ada di kamera.


Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2...-dengan-aparat

---

Baca Juga :

- Menggiurkan, Produsen Miras Oplosan Maut di Cicalengka sehari Untung Rp 2,3 Juta

- Sensitif Terhadap Sentuhan, Diego Michiels Emosi

- Ditanya Hakim, Diego Michiels Lupa Kronologi Kasus Penganiayaan yang Menjeratnya

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di