alexa-tracking

Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acf570e582b2ecc148b4567/ruhut--ungkap-muasal-gelar-profesor-rocky-gerung-hingga-tak-diizinkan-mengajar-di-ui
Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI
Ruhut Sitompul Ungkap Asal Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI

Kamis, 12 April 2018 16:05

Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI
Rocky Gerung dan ruhut sitompul 

TRIBUN-TIMUR.COM - Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Ruhut Sitompul angkat bicara perihal pernyataan kontroversial Dosen Filsafat UI, Rocky Gerung yang menyampaikan pernyataan kontroversialnya dalam program acara Indonesia Lawyers Club (ILC).


Melalui akun Twitternya @ruhutsitompul, dirinya mengatakan:


"Gelar Profesor dianugerahkan oleh Forum Akademisi melalui Sidang Senat Guru Besar di Universitas. Rocky Gerung yang bukan profesor tapi bangga menerima gelar profesor melalui sidang jalanan, ya beginilah akibatnya menjadi profesor fiksi yang linglung. MERDEKA."

Menambahkan, Ruhut juga mengatakan jika Rocky tidak diizinkan lagi mengajar di UI karena tidak memenuhi kualifikasi sebagai dosen.


Ruhut juga mengatakan jika Rocky mengidap stroke mulut di mana yang ia bicarakan tidak sejalan dengan pikirannya.


"Ha ha ha pantas do'i makin linglung, Beliau tidak diizinkan lagi mengajar di UI karena tidak memenuhi kualifikasi sebagai dosen.Ya makin jauh dong menerima gelar profesor yang asli.


Kita mengenal stroke ada stroke mulut jadi apa yang dibicarakan tidak sejalan dengan pikirannya. MERDEKA"
Sebelumnya Muhammad Guntur Romli melalui akunnya @gunromli menyindir gelar yang disandang Rocky Gerung dengan mengutip guruan Gus Dur bukan profesor tapi prov (provokator).


"Kitab suci itu adalah fiksi" keluar dari orang yg sangat menikmati dipanggil Prof (padahal bukan profesor), tiba2 saya ingat gurauan Gus Dur.. Prov.. maksudnya bukan Profesor tapi Provokator.. Prov... tuh liat banyak yg ngamuk2 & panik membelanya ??, kicaunya.


Kabar terakhir dari Rocky Gerung, dikabarkan dirinya dilaporkan oleh Permadi Arya.


Dalam kicauan Twitternya, Permadi Arya atau yang kerap disapa dengan nama Abu Janda telah mengatakan jika Rocky Gerung adalah profersornya orang-orang dungu.

Permadi Arya juga akan mendatangi pihak kepolisian terkait polemik Rocky Gerung ini.


"si @rockygerung prof-nya org2 dungu bilang di ILC smua kitab suci (AlQuran,Injil,dll) adalah FIKSI. Para Penjahat Pembela Agama tdk akan teriak penistaan krn tdk ada manfaat politik. tapi sudah kena pasal kau.. tunggu kami di POLDA. hanya org dungu msh anggap anda prof stelah ini," ujar Permadi Arya dalam kicauannya.

Pernyataan Permadi yang hendak melaporkan Rocky Gerung ke kepolisian juga tersebar di video Youtube.
Dalam video berdurasi 6 menit tersebut, Permadi terang-terangan mengatakan jika dirinya akan mempolisikan Rocky Gerung.


"Kata-kata Anda sudah merupakan penistaan agama, kata-kata Anda sudah ada deliknya, ada pasalnya, tunggu kami di Polda, dengan saya permadi Arya," ujar Permadi dalam video tersebut.

http://makassar.tribunnews.com/2018/...mengajar-di-ui



Soal Rocky Gerung, UI: Beliau Bukan Dosen
Kamis, 12 April 2018 | 17:08 WIB

Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI
source: http://staff.ui.ac.id/rocky.gerung


Status Rocky adalah tidak lagi mengajar di Universitas Indonesia. Mengenai gelar profesor yang disebut dimiliki Rocky, UI tidak pernah memberikan gelar profesor kepada yang bersangkutan.

Jakarta - Nama pengamat politik Rocky Gerung mengemuka terkait pernyataan kontroversialnya kitab suci adalah fiksi. Rocky telah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya terkait dugaan ujaran kebencian yang mengandung Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA), Rabu (11/4).


Seperti diberitakan sebelumnya Rocky disebut sebagai Dosen Filsafat Universitas Indonesia. Menurut Humas UI, Rifely Dewi Astuti, status Rocky adalah tidak lagi mengajar di Universitas Indonesia.


"Saat ini status Pak Rocky Gerung tidak lagi mengajar di UI," kata Rifely, Kamis (12/4).


Sementara itu mengenai gelar profesor yang disebut dimiliki Rocky, UI tidak pernah memberikan gelar profesor kepada yang bersangkutan. "Sampai saat ini beliau belum memperoleh gelar profesor dari UI," imbuh Rifely.


Sebelumnya Rocky dilaporkan Cyber Indonesia dengan nomor laporan polisi LP/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus, terkait dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian individu atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas SARA.


"Undang-undang ITE, terkait ujaran kebencian SARA, Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 A ayat 2 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016," kata Permadi Arya selaku Ketua Cyber Indonesia.

[url=http://www.beritasatu.com/nasional/487853-soal-rocky-gerung-ui-beliau-bukan-dos  en.html]http://www.beritasatu.com/nasional/487853-soal-rocky-gerung-ui-beliau-bukan-dos[/url]
[url=http://www.beritasatu.com/nasional/487853-soal-rocky-gerung-ui-beliau-bukan-dos  en.html][size=3]en.html[/size][/url]

Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI

Meski berlatar belakang filsafat, Rocky Gerung justru membetot perhatian masyarakat. Ia mulai terkenal karena komentarnya yang kontroversial di layar kaca.


Rocky Gurung dikenal sebagai seorang pengamat politik, peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, dan dosen di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Argumentasinya seringkali menjadi sorotan karena mengundang kontroversi.
 
Rocky lahir di Manado, 20 Januari 1959. Ia meraih gelar sarjana dari Universitas Indonesia saat usianya 27 tahun. Pada tahun 2007, Rocky mendirikan lembaga SETARA Institute yang fokus pada isu kesetaraan, HAM, dan keberagaman. 

Pria berkaca mata ini berprofesi sebagai tenaga pengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Ia sangat familiar dengan dunia pemikiran.

Sebagai orang yang dekat dengan dunia filsafat, seringkali Rocky mengeluarkan pendapat menggunakan bahasa-bahasa filsafat di mana sering menimbulkan pro dan kontra. Ia juga sering menulis pandangannya di media.
 
Namanya mulai dikenal luas saat ia sering menyampaikan kritiknya terutama di era pemerintahan Joko Widodo. Salah satu isu yang diangkat yaitu masalah penanganan hoax atau berita palsu yang banyak beredar di media sosial saat ini. 

Menurut Rocky, pemerintah pada saat ini sedang panik. Dirinya juga berpendapat kalau pembuat hoax tebaik adalah penguasa. Itulah salah satu pernyataan kontroversinya.

Sosoknya makin populer setelah sering tampil sebagai narasumber di Indonesia Lawyers Club yang tayang di tvOne. Beragam tema yang diusung ILC dengan host Karni Ilyas di program ini Rocky Gerung berhasil menjawabnya dengan penuh filosofi.
 
Saking menguasainya beragam persoalan yang dibahas di ILC, ia sering dipanggil dengan sebutan profesor. Namun, ia menolaknya. Rocky bilang, ia bisa jadi profesor, tapi tak perlu. Begitu jawabnya.
 
Tak hanya itu, Rocky Gerung juga mampu menjawab dan berinteraksi di media sosial Twitter. Cuitannya selalu bernas dan kadang mengocak perut warganet. Beragam komentar pun bemunculan, baik yang pro maupun kontra. Ia tetap menikmatinya. (AC/DN) (Photo/tvOne)

PENDIDIKAN:
S1, Filsafat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, (1986)

KARIER:
Peneliti Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) 
Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia 
Pendiri SETARA Institute (2007)
Narasumber di ILC, tvOne (2018)

https://www.viva.co.id/siapa/read/819-rocky-gerung

--------------------------------

Jadi kebongkar dan ketahuan semuanya ... 

emoticon-Ultahemoticon-Wkwkwkemoticon-Ultah


Terbongkar! Ternyata Gelar Dosen UI Rocky Gerung Fiktif!
3 hours ago

Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI

Terbongkar! Ternyata salah satu narasumber ILC yang bernama Rocky Gerung, yang disebut-sebut dengan panggilan profesor dan mengajar di kampus Zaadit, fiktf! Alih-alih mengatakan bahwa kitab suci adalah buku fiksi, ternyata gelar dosennya adalah fiktif! Benar-benar Tuhan memutar balik segala fakta yang ada.

Pemberitaan mainstream menuliskan bahwa UI memberikan klarifikasi bahwa Rocky Gerung bukanlah dosen yang ada. Benar-benar memalukan. Menyebut kitab suci adalah fiksi, membuat Rocky Gerung dikorek. Siapa Rocky Gerung, netizen mendadak kepo dan ingin mencari tahu siapa orang ini.

Apakah benar-benar dirinya adalah dosen? Ternyata tidak. Pihak UI mengatakan bahwa Rocky Gerung tidak lagi menjadi dosen atau pengajar filsafat di Universitas Indonesia. Bahkan kampus Zaadit yang memberi kartu kuning, pun tidak mengakui keberadaan Rocky Gerung.

Lucunya, orang ini membuat onar di dalam percakapannya, mengatakan bahwa kitab suci yang adalah buku bikinan Tuhan, sebagai sebuah buku fiksi. Ia boleh saja menjelaskan kitab suci sesuai dengan teorinya sendiri. Itu kebebasan berpendapat.

Akan tetapi dirinya tidak melihat bahwa kebebasan berpendapatnya, membuat dirinya secara langsung mematok standar janda. Eh. Maksud saya standar ganda dalam dunia politik di Indonesia. Status dosennya ternyata fiktif! Apa itu fiktif? Fiktif itu bersifat fiksi.

Lantas apa itu fiksi? Fiksi adalah sebuah khayalan yang tidak sesuai dengan kenyataan. Mungkin definisi saya mengenai fiksi dan fiktif, jauh lebih benar ketimbang apa yang dikatakan Rocky Gerung. Kok saya bisa seyakin itu? Ya jelas lah! Saya ambil dari KBBI kok. KBBI itu Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Benar-benar memalukan “Prof” Rocky Gerung ini. Ternyata selama ini ia bersembunyi di balik gelarnya agar tetap dapat panggilan di ILC? Apakah begitu prof… Eh… Maafkan. Maksud saya… Apakah begitu, Bung Rocky Gerung? Ah sudah lah ternyata Anda itu bukan dosen.

Pantas saja, seharusnya seorang dosen tidak mungkin menghina para kaum cebong sebagai cebong IQ 200 sekolam. Mana ada profesor yang seperti itu? Rocky Gerung fiktif. Ternyata gelar dosennya pun fiktif.

Saya tidak perduli apakah orang ini pernah mengajar di Universitas Indonesia atau tidak, tapi satu hal yang pasti, dia bukan lagi dosen di Universitas Indonesia, tempat Zaadit berkegiatan BEM. Saya tidak sebut Zaadit belajar, karena dari cara Zaadit mengkritik, tidak seperti orang terpelajar. Apalagi ketika dia mengkritik Joko Widodo.

Hahaha. Ternyata Zaadit sama saja dengan Rocky Gerung. Satunya mahasiswa dengan intelektual yang dipertanyakan, satu lagi “katanya” dosen yang intelektualitasnya sepertinya fiktif. Inikah yang menjadi masa depan Universitas Indonesia nantinya? Kok UI malah memiliki dua orang yang seperti ini ya?

Rocky Gerung dilaporkan oleh Permadi Arya atas dugaan penistaan kitab suci. Ia menganggap kitab suci adalah buku fiksi. Ini tentu menyakiti seluruh umat beragama, yang benar-benar yakin akan keabsahan, kesahihan dan keabsolutan kitab suci mereka masing-masing.

Di dalam kekristenan kitab suci Alkitab adalah firman Allah, yang koheren dan kohesi. Scripture is confirmed and revealed. Buku Alkitab adalah firman Allah, yang tidak bisa diganggu gugat kebenarannya. Ini yang saya imani, yang harusnya diimani juga oleh Rocky Gerung.

Ternyata Rocky Gerung mencampuradukkan antara filsafat dan agama, sehingga pemikirannya begitu kacau. Menganggap kitab suci sebagai buku fiksi, adalah sama dengan menganggap kitab suci setara dengan buku ciptaan manusia.

Menganggap buku kitab suci adalah buku fiksi, adalah menganggap kitab suci sama seperti buku novel yang dikutip oleh Prabowo, novel Ghost Fleet. Astaga, kurang menista apa lagi orang ini? Namun semuanya terjawab.

Akhirnya saya bisa memaklumi apa yang Rocky Gerung katakan, jelas karena dirinya bukan dosen. Jadi setiap katanya, tidak menjadi valid dan benar. Pertama, karena dia bukan dosen lagi alias dosen fiktif. Kedua, dia tidak menggunakan istilah fiktif sesuai dengan kaidah pembahasan otentik dari kamus besar Bahasa Indonesia.

Akhir kata, selamat untuk para laskar, yang tertipu dengan dosen fiktif yang ternyata tidak mengajar di UI. Hahaha.
https://seword.com/umum/terbongkar-t...ktif-Skan12nsz
Coba di cek ruhut udah potong kuping belum?

emoticon-Leh Uga
Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI
Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI
Alamak! Rocky Gerung Ternyata Seorang Pseudo Intelectual
15 hours ago

Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI


Menyebut nama Rocky Gerung, seketika ingatan kita melayang pada sosok seorang pria paruh baya yang kerap menghiasi layar kaca terutama TVOne pada programa Indonesian Lawyers Club (ILC). Tak ada yang istimewa dari penampilannya selain kaca mata minus yang menghiasi wajah etnis Manado yang disandangnya.

Namun, siapa sangka, seharian kemarin Rocky Gerung sukses mencatatkan namanya sebagai trending topik pemberitaan media-media ternama setanah air. Seakan menyempurnakan pemberitaan media-media tersebut, namanya juga nangkring sebagai trending topik pada berbagai platform media sosial.

Fenomena ini bermula terpicu oleh ucapannya tatkala tampil di ILC edisi Selasa, 10 April 2018. "Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, maka kitab suci itu adalah fiksi," kata Rocky Gerung.

Pernyataannya tersebut kontan langsung mendapat sanggahan dari beberapa politisi yang hadir pada kesempatan yang sama. Menyusul setelahnya adalah beberapa tokoh pegiat media sosial yang lantang melontarkan nota protes melalui akunnya masing-masing. Lalu yang terakhir kemarin Permadi, Ketua Cyber Indonesia melaporkannya ke kepolisian.

Menurut dia, Rocky melanggar Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 Ayat 1 Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, yakni dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Ancaman pidana pelanggaran ini maksimal 6 tahun penjara dan atau denda maksimal Rp 1 miliar. Cek beritanya pada link di bawah ini!
https://metro.tempo.co/read/1078458/...ebencian-sara.

Sekelumit tentang Rocky Gerung, Sang Pseudo Intelectual

Untuk mendapatkan gambaran konstruksi pemikiran seseorang, hal yang paling sering diabaikan orang adalah hal-hal aksidental di sekitar substansi subyek yang sedang dikaji.

Padahal, tinjauan holistik yakni meninjau segala aspek tentang sesuatu atau seseorang yang hendak dikaji adalah sebuah kemutlakan proses untuk mendapatkan gambaran yang utuh dan menyeluruh tentangnya. Namun, justru kita kerap kali terjebak hanya pada sisi yang spesifik tentang sesuatu tersebut lantas melakukan justifikasi. Inilah kekeliruan ilmiah yang membuat banyak orang terjebak pada kesimpulan-kesimpulan yang fatal.

Masih tidak mengapa apabila berhenti di situ saja. Parahnya ialah sudah keliru tetapi tetap melakukan amplifikasi terhadap justifikasi yang telah dibuat. Inilah alasan di balik suksesnya sebuah HOAX mampu memakan korban lebih dahsyat dari senjata kimia tercanggih sekalipun sebab yang dia serang adalah kemampuan berpikir kritis dan rasional seseorang.

Demikian pun dalam hal kita menilai ucapan Rocky Gerung. Apabila kita hanya terhenti pada ucapannya sebagai obyek observasi, potensi kekeliruan sangatlah besar.

Maka, guna menghindari kekeliruan tersebut, alangkah baiknya kita perlu kenal siapa Rocky Gerung, latar belakang apa pula yang membuat dia sampai berbicara demikian. Setelahnya barulah kita bisa melakukan justifikasi: patut tidaknya ucapan itu dilakukan di depan publik yang beragam.

Nah, siapa Rocky Gerung?

Investigasi yang saya lakukan terhadap tokoh ini menemukan satu fakta yang lumayan bikin miris. Sebab ternyata beliau bukanlah guru besar meski sering disapa dengan sebutan "Prof".

Benar bahwa sebutan prof bukan merupakan gelar akademik dan karenanya bisa disematkan pada siapa saja yang dinilai memiliki kepakaran di bidang tertentu.

Lantas, apakah RG memiliki syarat kepakaran tersebut? Hasil investigasi saya menunjukkan kalau dia bukanlah pakar atas sebuah disiplin kajian.

Dia hanyalah seorang staff pengajar di Departemen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia. Dia juga memang tercatat sebagai seorang peneliti pada Perhimpunan Pendidikan Demokrasi.

Rocky Gerung lahir di Manado pada 20 januari 1959. Ia menempuh studinya di Universitas Indonesia pada tahun 1986 dan memperoleh gelar sebagai sarjana sastra Universitas Indonesia. Saya belum menemukan satu dokumen resmi yang menunjukkan kalau dia sudah memperoleh gelar akademik setara S2 apalagi S3.

Ia sangat aktif menulis di berbagai media massa. Sejak tahun 2006 menjadi fellow pada sebuah Perhimpunan Pendidikan Demokrasi (P2D) dan turut mendirikan SETARA Institute pada tahun 2007, sebuah perkumpulan yang di dedikasikan bagi pencapaian cita-cita dimana setiap orang diperlukan setara dengan menghormati keberagaman. https://tirto.id/m/rocky-gerung-8S.

Lantas, darimana ceritanya sehingga dia sering disapa dengan sebutan prof? Investigasi saya lagi-lagi menemukan fakta bahwa sebutan itu terjadi karena dia pernah berkarir sebagai dosen di UI.

Oleh mahasiswa UI, dia kerap dipanggil sebagai prof, sebuah sapaan yang biasa mereka lakukan terhadap semua dosen di lingkungan kampus tersebut, baik terhadap mereka yang memang telah mencapai jenjang guru besar maupun yang berlatar akademik hanya sekelas S1 seperti Rocky ini. Ini satu hal yang menurut hemat saya merupakan sebuah kekeliruan yang disengaja terbudayakan dan perlu diluruskan kembali.

Sumber saya dari lingkungan UI mengatakan bahwa RG ini bukan tidak ditawari kesempatan untuk menempuh pendidikan S2 agar memenuhi persyaratan sebagai dosen, namun yang bersangkutan menolak.

Maka, tatkala persyaratan akademis di lingkungan kampus UI terhadap para dosen supaya minimal memiliki gelar akademik setara S2, dia pun tersingkir dan tidak lagi menjadi dosen. Itulah kenapa dia hanya tercatat sebagai staf.

Yang bikin ironis adalah tatkala dalam interaksi sosialnya di sosmed dia disapa dengan sebutan prof, dia tidak buru-buru meluruskan, malah terlihat seperti menikmati sapaan tersebut. Ini amat miris.

Miris, karena insan akademis memraktekkan sikap dan keteladanan yang justru tidak akademis. Harusnya sebagai seorang akademis, dia perlu meluruskan kekeliruan-kekeliruan sepele seperti itu agar tidak menimbulkan kekeliruan yang membesar dan berakibat buruk.

Coba, siapa yang dapat menjamin bahwa kekeliruan penyebutan terhadap dia tidak akan menyesatkan penangkapan orang terhadap statemen-statemen dia di medsos? Saya amati, justru akibat kekeliruan penyebutan tersebut terhadapnya, warganet yang nimbrung maupun para silent reader menganggap itu adalah ucapan seorang guru besar dan layak untuk ditelan bulat-bulat. Jelas, ini merupakan sebuah kejahatan akademis.

Maka, sebagai kesimpulan atas investigasi di atas, saya bisa bilang kalau Rocky Gerung adalah seorang pseudo intelektual.

Apa itu pseudo intelektual? Menurut kamus-internasional.com, pseudo intelektual adalah seseorang yang berpura-pura menjadi lebih pintar/pakar dari yang lainnya padahal semu. Tanda-tandanya adalah penggunaan istilah-istilah akademis yang kelihatan mentereng tetapi hampa makna, bahkan cenderung menyimpang.

Jadi, tidak salah kalau pseudo intelektual berarti intelektual palsu, cendikiawan gadungan (lebih lanjut tentang ini nanti silakan disimak pada bagian kedua tulisan ini, saat pembaca aku ajak memahami kekeliruan fatal yang dilakukan RG yang atas nama filsafat telah dengan sengaja membodohi publik dengan ungkapan fiksi tapi bukan fiktif yang kemarin bikin heboh itu. Sedianya akan terbit dengan judul "Mulut Rocky Gerung, Peti Mati Filsafat".).

Para pseudo intelektual seperti Gerung inilah yang paling bertanggung jawab atas maraknya penyalahgunaan istilah yang pada akhirnya terjadi pergeseran paradigma, juga perendahan mutu makna dari sebuah kata.

Sebagai contoh di sini adalah penyebutan tentang prof tadi di atas. Dahulu prof disematkan pada mereka yang telah menjejaki jenjang karir sebagai guru besar di lingkungan akademis, kini dipakai merata pada semua yang merupakan dosen. Sungguh merendahkan, kan?
Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI

Aaaaaaahhh..!! son of bitch!! fuck me!! fuck me!!

Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI

Tangkap roki gerung...tangkap roki gerung!!
pendapatan satu satu na jadi ngustad pengajian atw pilih makan batu emoticon-Leh Uga
dosen arman kagak ditangkep ?

emoticon-Leh Uga

ui lama2 menang label doank

emoticon-Leh Uga
Quote:


dosen UI cuman lulusan S1 kala ama kampus swasta akreditasi C emoticon-Leh Uga
Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI
generasi cepirit feat klux klux klan siap mendemo prof abal abal

Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI
Masih kalah ama yang kabur ke padang pasir tuh, udah S3
Bukannya blio alumni wirosableng 212 university generasi micin cepirit emas?
Ada yang mengacu novel fiksi untuk bilang Indonesia bubar
Yang ini bilang kitab suci itu fiksi

barisan oposisi goblokk emoticon-Ngakak
Quote:


S3 gak lulus2 sudah berani pasang title
udah gitu aja..



ntap
Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UIRuhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI

Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI
source:
https://seword.com/sosbud/alamak-roc...tual-ByTLClhsf

sorry ya, Broe ... diatas lupa nyantumin sourcenya!~

emoticon-Big Grin


Ruhut Ungkap Muasal Gelar Profesor Rocky Gerung hingga Tak Diizinkan Mengajar di UI

emoticon-Cool