alexa-tracking

Saksi Sebut Hasil Visum Novanto Janggal

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acf4b3856e6af666c8b4571/saksi-sebut-hasil-visum-novanto-janggal
Saksi Sebut Hasil Visum Novanto Janggal
Saksi Sebut Hasil Visum Novanto Janggal

Jakarta: Hasil visum milik terdakwa kasus korupsi proyek KTP-el, Setya Novanto disebut janggal. Hasil visum yang dikeluarkan oleh bekas dokter RS Medika Permata Hijau, Bimanesh Sutarjo dianggap tak sesuai standar. 


Hal itu diungkapkan pegawai RS Medika, dokter Francia saat bersaksi di persidangan lanjutan perkara merintangi penyidikan kasus korupsi KTP-el dengan terdakwa Fredrich Yunadi. 


Dalam BAP-nya, Francia menyebut Bimanesh selaku dokter spesialis tidak perlu membuatkan administrasi visum. Hal itu seharusnya dibuat oleh petugas administrasi. 


'Adapun saya pernah membaca visum atas nama Setya Novanto yang dibuat Bimanesh dan ada kejanggalan,' kata Francia di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis 12 April 2018.


Baca: Fredrich Pesan Kamar VIP Rumah Sakit untuk Novanto


Francia mengungkapkan, kop surat hasil visum Novanto juga menggunakan logo lama RS Permata Hijau yang sudah ditarik. Penomoran surat hasil visum Novanto juga tidak sesuai standar penomoran di RS Medika. 


'Stempel bukan RS Medika Permata dan tidak perlu ada stempel rumah sakit, tapi yang perlu adalah stempel dokter,' terang Francia. 


Kejanggalan lain yang ditemukan yakni nama Bimanesh. Dalam hasil visum itu, kata dia, Bimanesh mencantumkan pangkat kepolisian. Pangkat itu seharusnya tak perlu dicantumkan. Apalagi, RS Medika bukan rumah sakit kepolisian maupun militer. 


'Dalam hal ini dokter Bimanesh menggunakan pangkat Komisaris Besar Polisi,' ungkap Francia. 


Baca: Benjol Novanto Sebesar Bakpao Lelucon


Fredrich dan Bimanesh ditetapkan sebagai tersangka merintangi penyidikan kasus dugaan korupsi proyek KTP-el yang menjerat Setya Novanto. Keduanya diduga memanipulasi data medis Novanto dan mengatur RS Medika Permata Hijau untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017.


Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 


Sumber : http://news.metrotvnews.com/hukum/ob...ovanto-janggal

---