alexa-tracking

Perlukah mengimpor dosen asing

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acf433cc1d770c15f8b4575/perlukah-mengimpor-dosen-asing
Perlukah mengimpor dosen asing
Perlukah mengimpor dosen asing
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir saat rapat kerja dengan Komisi Pendidikan DPR di DPR, Jakarta, Selasa (10/4). Nasir menyatakan akan mendatangkan dosen dari luar negeri.
Pemerintah berencana mendatangkan dosen dari luar negeri. Setelah terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing, Senin (26/3/2018), peluang mendatangkan dosen itu terbuka.

Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan dosen dari luar negeri akan banyak mengajar di Indonesia. Status para pengajar asing ini akan menjadi dosen tetap dalam jangka waktu 1-3 tahun.

"Dosen tetap, untuk stay di sini, artinya bisa stay 2-3 tahun kaya di luar negeri," kata Nasir di Komplek Istana, Jakarta, Senin (9/4/2018) seperti dikutip dari financedetik.

Perpres itu mengutamakan penggunaan tenaga kerja lokal. Namun menurut Nasir, Indonesia masih butuh dosen dari luar negeri khusus bidang sains, teknologi, dan matematika. "Ada beberapa yang berminat, Australia, Inggris, Jepang, Korsel, Amerika juga ada," ujar dia.

Pemanfaatan dosen dari luar negeri juga sejalan dengan fokus pemerintah yang mulai masuk pada penguatan sumber daya manusia (SDM). Selain dari sisi akademis, infrastruktur pun akan segera dilakukan pembenahan.

Menurut Nasir, Indonesia memerlukan banyak dosen asing untuk mengajar 4.500 perguruan. Kini total dosen asing yang tercatat mengajar di perguruan tinggi di Indonesia baru sekitar 30 orang.

"Kalau kita seribu (dosen asing ke Indonesia) saja, masih sangat kurang," kata dia sesuai dipetik dari Katadata.co.id. Tapi Kementerian Ristek Dikti hanya bisa menganggarkan untuk kebutuhan 200 dosen asing tahun ini.

Menurut Rektor UGM Panut Mulyono menyatakan keberadaan dosen asing itu menguntungkan. Misanya mendatangkan pendonor riset asing, mengingat dana riset dari pemerintah sangat terbatas.

Dengan adanya dosen asing, diharapkan ada kerja sama yang menguntungkan kampus-kampus di Indonesia.

"Dengan adanya tokoh profesor asing berkolaborasi dengan dosen di Indonesia, mereka dapat membuat proposal riset yang dananya itu diharapkan bisa datang dari lemnbaga-lembaga donor di luar negeri," kata Panut seperti dikutip dari antaranews.com, Kamis (11/4/2018).

Tapi rencana pemerintah ini dinilai belum siap. Anggota Dewan Pertimbangan Forum Rektor Indonesia (FRI) Prof Asep Saefudin meminta pemerintah tidak terburu-buru mendatangkan dosen asing.

Sebab aturan tersebut perlu diiringi konsep yang matang dan dibuat untuk pengembangan sistem inovasi dan riset di Indonesia. Dengan begitu ketahuan prioritas bidang yang memerlukan dosen asing.

"Karena bila sekadar transfer ilmu, tentu dosen-dosen kita umumnya mumpuni," tegas Asep kepada Republika, Kamis (12/4/2018).

Pengembangan riset, menurut Asep juga perlu konsep yang matang. Sebab kultur riset yang selama ini berjalan tidak didukung fasilitas, sistem penggajian dan model ketenagakerjaan dosen seperti sistem professorship.

"Dengan adanya dosen asing pun saya tidak yakin semua persoalan itu bisa selesai," kata rektor di Universitas Al-Azhar Indonesia ini. Sehingga, kebijakan terkait dosen asing tidak malah memberi persoalan baru bagi pendidikan tinggi dan riset di Indonesia.

Salah satu persoalan baru terkait riset adalah, pemanggilan peneliti BPPT oleh polisi terkait penelitian potensi tsunami yang ada di Jawa bagian barat.
Perlukah mengimpor dosen asing


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...or-dosen-asing

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Perlukah mengimpor dosen asing Obat penenang buat Fredrich Yunadi

- Perlukah mengimpor dosen asing Polri janji berantas miras oplosan bulan ini

- Perlukah mengimpor dosen asing Tambahan kursi kereta mudik danpersiapan lintas selatan

×