alexa-tracking

Tumpahan Minyak Bikin 10 Petani Kepiting Keramba Alami Gagal Panen

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acf22fb1ee5dfb77b8b4572/tumpahan-minyak-bikin-10-petani-kepiting-keramba-alami-gagal-panen
Tumpahan Minyak Bikin 10 Petani Kepiting Keramba Alami Gagal Panen
Tumpahan Minyak Bikin 10 Petani Kepiting Keramba Alami Gagal Panen

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Siti Zubaidah

TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN - Sebanyak 10 orang petani kepiting keramba yang tinggal di wilayah Kariangau Balikpapan gagal panen dan mengalami kerugian.

Para petani terpaksa memindahkah kepitingnya dari tambak karena tambak milik petani ikut tercemar tumpahan minyak.

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DPPP) Balikpapan Yosmianto mengatakan, kalau kepiting itu ada dua, satu sisi bagi petani tambak adalah hama.

Tapi bagi pembudidaya itu dibudidayakan untuk dijual.

"Jadi kalau gambar kemarin kepiting mati itu ngga dibudidaya, kalau di keramba memang dibudidaya, ada memang beberapa hari tidak bisa budidaya karena air tercemar, keuntungan yang didapat jadi tidak ada," kata Yosmianto, Kamis (12/4/2018).

Baca: Hanya Ingin Terlihat Gagah, Kepala Gudang Pabrik Tepung Ini Menyamar Jadi TNI

Disampaikan Yosmianto, untuk panen kepiting itu tidak menentu, karena pembesaran kalau dapat bibit kepiting yang besar cepat.

"Kalau kecil-kecil perlu waktu untuk membesarkan," katanya.

Berapa lama? bisa sebulan secara bergilir untuk sekali panen.

"Kepiting telur atau tidak kan musiman, kalau betina pasti bertelur, kalau bertelur ya dibiarkan dulu, ukurannya juga harus yang besar baru bisa dijual," kata Yosmianto.

SelaIn kepiting,  Yosmianto mengatakan, belum bisa menghitung berapa banyak ikan di laut mati, dan dampak lainnya.

Namun yang paling disayangkan banyaknya Plankton yang rusak.

Baca: PT APP Tanam 145 Ribu Mangrove, Kontribusi Nyata Jaga Konservasi Pinggiran Pantai

"Kalau plankton rusak susah untuk dikembalikan, butuh waktu cukup lama, karena Plankton lebih berharga dan merupakan makanan ikan," katanya.

Plankton berasal dari sisa-sia tumbuhan dan hewan.

Organisme ini dianggap sebagai sumber makanan bagi organisme besar yang hidup di perairan seperti ikan.

Yosmianto menyebutkan, kalau Menteri susi Pudjiastuti berkomentar sampai enam bulan baru selesai itu betul.

Pelan-pelan minyak itu akan tercuci dengan ombak yang ada di mangrove.

"Kalau kami dari segi perikanan adalah konsentrasi mangrove sebagai tempat makanan ikan belum dibersihkan sampai sana, masih di pemukiman dulu," katanya

Disampaikan Yosmianto, sebenarnya memang yang pertama dibersihkan wilayah pemukiman dulu, kalau sudah selesai sebaiknya ekosistem di mangrove, karena masih ada minyak yang nempel.

"Kalau masih ada sisa minyak ikan akan mencari makan lebih ke dalam atau dasar laut," ungkapnya.




Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2...mi-gagal-panen

---

Baca Juga :

- Banjir Rendam Desa Sei Payang Kutai Kartanegara, 250 Ha Tanaman Padi Terancam Gagal Panen

- Kepiting Kaltara akan Diekspor Langsung ke Shenzhen Tiongkok

- Jaga Keseimbangan Alam, Toyota Tanam 70.000 Pohon Mangrove di Kawasan Wisata Pandansari