alexa-tracking

Amnesty Internasioal: Eksekusi Mati Justru Meningkat 57,6 Kali Kasus Narkotika

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acf1d6560e24ba35c8b456e/amnesty-internasioal-eksekusi-mati-justru-meningkat-576-kali-kasus-narkotika
Amnesty Internasioal: Eksekusi Mati Justru Meningkat 57,6 Kali Kasus Narkotika
Amnesty Internasioal: Eksekusi Mati Justru Meningkat 57,6 Kali Kasus Narkotika

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Amnesty Internasional meluncurkan laporan terkait situasi penerapan hukuman dan eksekusi mati di negera-negara di dunia termasuk di Indonesia pada tahun 2017.

Dari hasil laporan itu, Amnesty Internasional menyebut klaim Indonesia bahwa mengeksekusi hukuman mati terpidana perdagangan narkoba dapat memberantas kejahatan tersebut, dianggap tidak berdasar.

Hal mendasar yang dimaksudkan adalah tidak adanya bukti yang menerangkan bahwa hukuman mati adalah media pencegahan kejahatan yang lebih efekrif daripada penjara seumur hidup.

Amnesty Internasional mencatat, pada Juli 2016 lalu, Indonesia telah mengeksekusi mati 4 orang yang semuanya dihukum karena kasus narkoba.

Namun, data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Desember 2016 justru mencatat kasus narkoba meningkat menjadi 807 pada tahun 2016 dari 638 kasus pada tahun 2015.

Fakta lain yang bisa mematahkan klaim pemerintah Indonesia soal eksekusi mati menekan kasus narkotika juga terpatahkan di tahun 2017.

Amnesty Internasional menyebut, jumlah kasus narkoba justru meroket ke angka 46.537 pada tahun 2017 atau 57,6 kali lebih tinggi dari angka yang tercatat pada tahun 2016 sebesar 807.

"Jadi eksekusi mati dapat secara efektif mencegah kejahatan seperti yang di kliem pemerintah maka jumlah kasus terkait narkoba pada tahun 2016 seharusnya menurun, tapi sayangnya justru meningkat secara signifikan," kata Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/4/2018).

Menurut Usman, seharusnya pemerintah melakukan interfensi keberbagai aspek dan sektor kesehatan serta rehabilitas guna menekan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Dia melihat, seperti pembenahan rumah tahanan bisa menekan masuknya narkoba di dalam lapas yang selama ini justru menjadi sarang para bandar narkoba.

"lebih penting intervensi di luar pemenjaraan misalnya intervensi kesehatan, rehabilitasi, pembenahan rumah tahanan, perbatasan karena semua itu yang menyebabkan masuknya narkotika dari luar ke dalam negeri jadi bukan semata mata karena pelaku yang mengedarkan narkotika," kata Usmar Hamid.

Usman juga menyebut hukuman yang tepat untuk pengganti hukuman mati adalah hukuman seumur hidup atau hukuman 20 tahun penjara.

"jadi itu sebenarnya yang bisa melengkapi penghukuman seumur hidup dengan gantikan hukuman mati," ujar Usman Hamid.


Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...asus-narkotika

---

Baca Juga :

- Mulai Januari 2019, Jepang Terapkan Pajak Sayonara untuk Semua Turis

- Belum Tentukan Pilihan, PAN Gagas Koalisi Nasional

- Jaksa Keberatan Anak Buah Fredrich Gunakan Istilah 'Gerombolan Penyidik'