alexa-tracking

Mengawal Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial, KLHK dan PBNU Bersinergi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acf13aac1cb17dd7a8b4573/mengawal-reforma-agraria-dan-perhutanan-sosial-klhk-dan-pbnu-bersinergi
Mengawal Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial, KLHK dan PBNU Bersinergi
Mengawal Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial, KLHK dan PBNU Bersinergi

JPP JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menjalin kerja sama dalam pelestarian dan pemanfaatan sumber daya hutan dan lingkungan hidup yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU)/Nota Kesepahaman, di Jakarta, Rabu (11/04/2018).

Nota Kesepahaman ini juga merupakan salah satu langkah percepatan realisasi redistribusi Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan Perhutanan Sosial (PS) dengan meningkatkan peran serta organisasi kemasyarakatan.

Penandatanganan MoU ini merupakan tindak lanjut dari silaturahim Kementerian LHK ke Kantor PBNU, Jakarta pada 30 Desember 2017 lalu untuk mendiskusikan mengenai program prioritas pembangunan Kementerian LHK.

Terdapat empat isu penting terkait dengan pembangunan LHK yang diwujudkan dalam Kesepakatan Bersama ini antara lain Reforma Agraria yang terdiri dari program TORA dan Perhutanan Sosial; Pengelolaan sampah, limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (B3); Perubahan Iklim; dan Pendidikan Lingkungan Hidup.

Pemerintah selama kurun waktu setidaknya 2-3 tahun terakhir, berupaya bagaimana untuk mengembangkan atau menularkan rasa keadilan dalam ekonomi di masyarakat yang dilakukan bersama-sama dengan berbagai elemen penting bangsa, termasuk keluarga besar Nahdlatul Ulama.

"Yang paling penting, menurut arahan Bapak Presiden Jokowi, adalah bagaimana rasa keadilan ekonomi itu bisa betul-betul berwujud nyata dan kita menyadari bahwa pengelola grass root yang paling dekat kepada masyarakat adalah organisasi-organisasi keagamaan seperti PBNU ini," ujar Menteri LHK Siti Nurbaya.

Dalam hal ini, PBNU dan Kementerian LHK telah bersama-sama dan terlibat aktif dalam serangkaian persiapan rembuk Nasional Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial untuk Keadilan Sosial (RAPS) yang diinisiasi oleh PBNU dan Kementerian LHK bekerjasama dengan Kantor Staf Presiden (KSP).

Sejauh ini, PBNU dan KLHK telah dan akan melaksanakan Pra-Rembuk RAPS di 8 (delapan) Provinsi yaitu Jawa Timur, Banten, Sumatra Selatan, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jambi, dan Kalimantan Barat.

Menteri Siti Nurbaya menambahkan bahwa cakupan kerja sama ini meliputi sosialisasi berbagai kegiatan, penelitian bersama, pendidikan dan pelatihan, tukar-menukar informasi, peningkatan kualitas SDM, terutama dalam perspektif agama sebagai tuntunan kehidupan sehari-hari. "Semuanya dalam perspektif agama ini sangat penting karena akan berlangsung dalam iklim yang sejuk," tutur Menteri Siti Nurbaya.

Terkait TORA dan PS, Menteri Siti Nurbaya mengungkapkan tidak mudah untuk mendistribusikan dan merealisasikan kedua program tersebut. "Memang dibutuhkan masyarakat yang betul-betul siap, dan itu hanya bisa dikelola oleh para pengelola grass root seperti PBNU ini. Oleh karena itu, kita lakukan bersama-sama," ajaknya.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, menyambut baik kerja sama ini. Kiai Said Aqil menyampaikan bahwa hal ini sejalan dengan rekomendasi oleh alim ulama pada Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama, di Nusa Tenggara Barat, 23-25 November 2017. Menurut Kiai Said, Indonesia tengah menghadapi ujian kebangsaan berupa gejala kemiskinan, pengangguran, dan ketimpangan ekonomi.

"Saya tegaskan, kerja sama antara Kementerian LHK dan PBNU sangat tepat, tidak keliru, dan sangat benar. Karena masyarakat sekitar hutan itu mayoritas orang NU. Sudah saatnya pemerintah memberi perhatian kepada kekuatan civil society sebagai pilar bangsa ini," ujarnya.

Kiai Said Aqil juga menyampaikan bahwa NU mempunyai amanat untuk menjadikan agama Islam sebagai agama moderat melalui pendekatan budaya. Dan yang kedua yaitu amanat wathoniyah untuk menjaga Tanah Air Indonesia dengan prinsip hubbul wathon minal iman (cinta tanah air bagian dari iman). Di samping menjaga keselamatan geografisnya, juga menjaga sumberdaya alamnya. (lhk)


Sumber : https://jpp.go.id/teknologi/lingkung...bnu-bersinergi

---

Kumpulan Berita Terkait TEKNOLOGI :

- Mengawal Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial, KLHK dan PBNU Bersinergi Kemenko PMK Gali Informasi Pelaksaaan PIP dan BOS di Lingkungan Kemenag

- Mengawal Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial, KLHK dan PBNU Bersinergi Dana Desa Berhasil Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Perdesaan

- Mengawal Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial, KLHK dan PBNU Bersinergi Mensos Salurkan Bantuan Nontunai 43 M