alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Tribunnews.com /
Pengamat Ingatkan Pertamina Tidak Kejar Profit Melulu
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acf1221642eb6640c8b458c/pengamat-ingatkan-pertamina-tidak-kejar-profit-melulu

Pengamat Ingatkan Pertamina Tidak Kejar Profit Melulu

Pengamat Ingatkan Pertamina Tidak Kejar Profit Melulu

Awal pekan ini pemerintah melalui Kementerian ESDM mengeluarkan kebijakan baru terkait dengan ketersediaan BBM jenis Premium di seluruh wilayah Indonesia, dan kenaikan harga BBM Umum harus mendapat persetujuan pemerintah.

Menyusul kebijakan baru tersebut, beredar opini bahwa hal itu akan menyebabkan PT Pertamina rugi cukup besar.

Menanggapi hal itu, Energy Watch mengingatkan sebagai BUMN, Pertamina seharusnya tidak hanya peduli pada profit, tapi juga benefit. Menjaga daya beli masyarakat dan inflasi yang terjaga adalah benefit yang semestinya juga menjadi kepedulian Pertamina sebagai BUMN.

"Orientasi pada benefit selain profit inilah arti strategis keberadaan BUMN, yang membedakannya dengan korporasi swasta murni," jelas Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Tidak semata berorientasi profit, tapi juga benefit berupa kemanfaatan dan kebaikan untuk rakyat, menurut Mamut mestinya menjadi paradigma baru dalam pengelolaan BUMN.

Menurut Mamit, kebijakan baru tersebut merupakan respon pemerintah terhadap situasi di lapangan yang makin mengkawatirkan, yaitu dinaikkannya harga Pertalite oleh Pertamina dan pada saat yang sama pasokan Premium berkurang, sehingga terjadi kekosongan di banyak SPBU, terutama di Jawa. Situasi ini menurut Mamit, memicu keresahan masyarakat dan potensial menimbulkan kegaduhan baru.

Dalam pandangan Mamit, langkah Kementerian ESDM tersebut tidak hanya akan mengurangi keresahan di kalangan masyarakat, tapi lebih jauh akan menjaga tingkat inflasi dan juga daya beli masyarakat.

"Kita patut mengapresiasi kebijakan pemerintah ini karena akan menjamin pasokan Premium di Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan wilayah lain di seluruh Indonesia," ucap Mamit.

Mamit menjelaskan, selama ini Pertamina terkesan setengah hati menjual Premium di Jamali karena Perpres No 191 tahun 2014 memang tidak mewajibkan hal itu. Perpres inilah yang akan direvisi karena realitas di lapangan Premium masih dibutuhkan oleh masyarakat di Jamali.

Lebih jauh Mamit mengatakan, dengan ketersediaan Premium dalam jumlah cukup, tidak akan timbul kesan Pertamina "memaksa" masyarakat menggunakan Pertalite dengan cara mengurangi pasokan Premium ke SPBU.

"Memang sudah saatnya masyarakat digiring untuk menggunakan BBM yang lebih pro lingkungan, atau sesuai standar Euro 4. Tapi akan sangat elok jika Pertamina melakukannya dengan cara-cara yang cerdas dan kreatif, sehingga migrasi konsumen dari Premium ke BBM yang lebih berkualitas dilakukan dengan kesadaran," papar Mamit.

Terkait regulasi baru yang mengharuskan kenaikan harga bahan bakar umum (Pertalite dan Pertamax Series) seizin pemerintah, Mamit melihatnya dalam konteks upaya pemerintah melindungi kepentingan konsumen. Selama ini karena harga bahan bakar umum non-subsidi tersebut sepenuhnya kewenangan korporasi, akibatnya tidak ada kontrol terhadap komoditi yang menjadi hajat hidup masyarakat luas tersebut.

"Kebijakan baru ini mengembalikan kehadiran negara pada proporsinya," ucap Mamit tegas.

Dalam kajian Energy Watch, Pertamina tidak perlu kawatir akan mengalami kerugian berkepanjangan akibat kebijakan-kebijakan tersebut. Juga kebijakan lain seperti BBM Satu Harga. Sebab pemerintah sudah memberi kompensasi dalam bentuk hak kelola blok-blok migas yang habis masa kontraknya, yang bisa dikapitalisasi untuk memperkuat keuangan perusahaan.

Dari Blok Mahakam, misalnya, Pertamina bisa membukukan penambahan aset hingga sekitar Rp 122 triliun. Belum lagi dalam waktu dekat pemerintah akan menyerahkan hak kelola 8 blok migas terminasi, yang tentunya akan sangat besar dampaknya bagi peningkatan kemampuan finansial PT Pertamina. (*)


Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/201...-profit-melulu

---

Baca Juga :

- Dirut Pertamina Kunjungi Keluarga Korban Ceceran Minyak di Balikpapan

- Umumkan Hasil Sidak, Anies Sebut 37 Gedung di Sudirman-Thamrin Tak Punya Sumur Resapan

- Pertamina Diminta Audit Kondisi Semua Pipa Minyak Bawah Laut

Urutan Terlama


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di