alexa-tracking

Ini Omongan Rocky Gerung yang Dituding Ujaran Kebencian SARA

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acf0770dbd77033788b4568/ini-omongan-rocky-gerung-yang-dituding-ujaran-kebencian-sara
Ini Omongan Rocky Gerung yang Dituding Ujaran Kebencian SARA
Ini Omongan Rocky Gerung yang Dituding Ujaran Kebencian SARA
Quote:


https://metro.tempo.co/read/1078568/...kebencian-sara
bersama klux klux klan generasi cepirit siap demo

Ini Omongan Rocky Gerung yang Dituding Ujaran Kebencian SARA
Logika aja dah

Kalau saja dulu buku hari potret muncul pas abad pertengahan
Pasti dunia udah penuh dgn pengikut sliterin, gripindor, dll

Semua tergantung timing n tingkat intelejensia
jelas bukan fiksi, alias fakta, ayo nasbung yg ngaku paling beragama. silahkan bilang kalau kitab suci adalah fiksi sperti ocehan junjungane
setau ane fiksi yg menghasilkan imajinasi itu adalah

Ini Omongan Rocky Gerung yang Dituding Ujaran Kebencian SARA

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
rocky gerung yg suka ngegerung..
KALAU fiksi adalah sesuatu yang membangkitkan imajinasi, maka....

pada kelewat baca kata KALAU nih
Jika... Maka..., itu bentuk kalimat perumpamaan. Tidak nyata.
Quote:


Dosen STF Driyarkara: Rocky Gerung Tak Paham Beda Kanon dan Fiksi



Filsafat mengajak kita berpikir kritis dan jernih, bukan mengambang di tengah politik yang tunggang langgang

Suara.com - Rocky Gerung, dosen pengampu mata kuliah Metodologi dan Filsafat Politik di Departemen Filsafat Universitas Indonesia, mendapat kecaman dari publik.

Itu setelah Rocky menyatakan semua kitab suci agama adalah fiksi. Pernyataannya itu ia ungkapkan ketika menjadi bintang tamu acara gelar wicara di stasiun televisi swasta nasional, Selasa (10/4/2018) malam.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, diksi fiksi diartikulasikan sebagai cerita rekaan seperti roman atau novel. Pada artinya yang kedua, fiksi adalah rekaan; khalayan; tidak berdasarkan kenyataan.

Sementara pada artinya yang ketiga di KBBI, fiksi adalah pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran.

Namun, dalam acara gelar wicara bertema "Jokowi Prabowo Berbalas Pantun" tersebut, Rocky menjelaskan fiksi bukan kata bermakna negatif.

"Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos. Itulah sifat fiksi, dan hal tersebut baik. Fiksi berbeda dengan fiktif yang bermakna buruk. Kitab suci adalah fiksi atau bukan? Kalau saya memakai arti bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, kitab suci itu adalah fiksi. Menuntun kita menuntun semua berpikir imajinatif. Tapi istilah itu kekinian dibunuh oleh politikus," jelasnya.

Kritik

Dr Vitus Rubianto Solichin, dosen pengajar mata kuliah Hermeneutika Alkitabiah Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, mengkritik argumentasi Rocky.

Ia menuturkan, definisi ”kitab suci” maupun ”fiksi” yang dipahami Rocky lebih dulu harus dikaji agar tak menuai kesalahpahaman.

Sebab, dalam filsafat agama, terutama yang dikembangkan oleh Mazhab Frankfurt—teori sosial kritis yang berbasis pada pemikiran Marxisme Hegelian—juga berlaku diktum tidak ada satu pun teori yang ”bebas nilai”.

Dengan kata lain, setiap argumentasi seseorang pastilah memunyai tujuan ideologis tertentu.

”Jadi, yang harus dipertanyakan lebih dulu adalah, apakah yang dimaksud ’kitab suci’ di situ? Kedua, apa yang dipahami Rocky dengan ’fiksi’? Sebab, tidak ada teori yang ’bebas nilai’, begitu menurut Sekolah Frankfurt. Kiranya, ujaran Rocky memunyai landasan ideologis tertentu, seperti pertanyaan Anda sebagai jurnalis, juga punya maksud tertentu,” tuturnya kepada Suara.com, Rabu (11/4/2018) sore.

Ia menuturkan, secara umum, dalam kajian penafsiran teks-teks yang dianggap suci secara filosofis maupun teologis, seorang penafsir ataupun komentator diharuskan menjunjung tinggi setiap tradisi suci.

Sebabnya, sambung penulis buku “La Figura del Seme e il Suo Compimento” (2012) ini, beragam tradisi pemikiran, retorika, maupun logika umum (Barat) belum tentu cocok untuk menganalisis teks-teks kitab suci.

”Setiap teks, begitu juga kitab suci, memunyai konteksnya sendiri-sendiri. Karenanya, kalaupun ingin menganalisis suatu teks suci, maka acuannya yang utama haruslah teks-teks kitab suci itu sendiri,” terangnya.

Karena itulah, doktor lulusan Pontificia Universitas Gregoriana, Roma, Italia, itu mempertanyakan dasar ideologis Rocky yang menyebut ”kitab suci adalah fiksi”.

”Maaf, menurut saya, dia justru bisa jadi tidak menghargai ‘tradisi’ dengan tidak membedakan ‘kanon kitab suci’ dan buku fiksi,” kata penulis buku "Paradigma Asia, Pertautan Kemiskinan & Kereligiusan..." (1997) ini.

Ini Omongan Rocky Gerung yang Dituding Ujaran Kebencian SARA
Ia mengakui, terdapat unsur mitologis—gaya penulisan yang mengandung konsepsi tentang hal-hal yang suci di suatu kebudayaan—dalam kitab suci.

Tapi, terusnya, unsur mitologis itu tak bisa secara serampangan direduksi menjadi sebuah fiksi atau dongeng.

”Bahwa ada unsur mitologis dalam setiap tradisi religius tidak dipungkiri. Tetapi, menyederhanakan soalnya dengan menganggap semuanya dongeng, berarti tidak menghargai proses pewarisan iman,” terangnya.

Rubianto memafhumi, pernyataan-pernyataan Rocky tersebut berada dalam konteks percaturan politik nasional, bukan murni untuk mengkaji teks-teks suci.

Namun, sambungnya, sebagai seorang dosen filsafat, Rocky seharusnya melancarkan kritik secara jernih menganai realitas politik.
“Filsafat mengajak kita berpikir kritis dan jernih, bukan mengambang di tengah dunia politik yang sudah tunggang langgang,” tandasnya.


Ini Omongan Rocky Gerung yang Dituding Ujaran Kebencian SARA
Belom kejadian gimane?
Die kan gajian menurut tanggalan masehi
emoticon-Bingung
udah dilaporkan tinggal muvon aja
Fiktif itu adalah kata sifat dari fiksi.

Reaksi -> Reaktif (bersifat mudah bereaksi)
Ekspresi -> Ekspresif (bersifat suka berekspresi)
Proteksi -> Protektif (bersifat suka memproteksi)
Kompetisi -> Kompetitif (bersifat mampu berkompetisi)
Refleksi -> Reflektif (bersifat merefleksikan)
Representasi -> Representatif (bersifat merepresentasikan)
Agresi -> Agresif (bersifat suka agresi)
Fiksi -> Fiktif (bersifat fiksi/khayalan/bukan fakta)
sok pinter si rocky ini!

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
tinggal bagaimana umat beragama menyikapi, bisa lewat diskusi dan debat, itu yang bilang bumi datar kenapa gak dianggap penistaan dan ujaran kebencian juga ya?
kalau saya mikirnya gini, kitab suci berbicara tentang surga dan neraka, sekarang kita belum bisa melihat surga dan neraka atau membuktikan bahwa surga dan neraka memang benar ada, kita bisa lihat dan membuktikan surga dan neraka itu ada atau tidak nanti setelah kiamat

fiksi tuh kaya gini bray, belum jelas menang atau ngganya udah sujud sukur emoticon-Leh Uga
Ini Omongan Rocky Gerung yang Dituding Ujaran Kebencian SARA
kalau yg saya tangkap, dia membedakan fiksi dan fiktif.... bahasa filsafat kali ya. ..emoticon-Cool
ya gt kalau main2 dengan dengan hal yg sensitif....

skrg paling cuma tolah toleh sambil nelen ludah
Quote:


Dalam Bahasa Inggris, fictive itu adalah fiction dengan akhiran -ive

http://www.dictionary.com/browse/-ive

action -> active
reaction -> reactive
agression -> agressive
explosion -> explosive
Quote:


profesor beneran udah ngomong klo si profesor s1 ga berdasar...