alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Tribunnews.com /
Intrans: Inkonsistensi soal Capres Bisa Meruntuhkan Elektabilitas Partai Oposisi
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acf040aded77068618b4576/intrans-inkonsistensi-soal-capres-bisa-meruntuhkan-elektabilitas-partai-oposisi

Intrans: Inkonsistensi soal Capres Bisa Meruntuhkan Elektabilitas Partai Oposisi

Intrans: Inkonsistensi soal Capres Bisa Meruntuhkan Elektabilitas Partai Oposisi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Prabowo Subianto bukan hanya tokoh Partai Gerindra.

Direkrur Intrans (Institute for Transformation Studies), Andi Saiful Haq mengatakan sosok Prabowo adalah konsensus politik tidak tertulis di antara Kolisi Partai Oposisi.

"PAN, PKS dan Gerindra setelah Perindo dan Golkar sudah lebih dulu berbalik mendukung Jokowi," ujar Saiful di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Tidak hanya itu, lebih jauh lagi Pilpres 2014 telah menjadikan Prabowo menjadi konsensus politik dan representasi semua hal yang “Bukan Jokowi.”

Menurut Saiful, manuver dan infiltrasi yang dilakukan calon presiden lain yang tidak memiliki akar kepartaian sah-sah saja sebagai alternatif bagi elit Parpol untuk mengambil keputusan.

"Tapi yang penting diingat, mengambil keputusan elitis, dengan mendorong Capres lain, apalagi jika calon tersebut bukan dari internal koalisi oposisi," ujarnya.

Baca: Hadir di Rakornas ‎Bukan Berarti PAN Merapat ke Kubu Prabowo

Konstituen akan kehilangan legitimasi dan moral untuk bekerja dalam Pemilu, sementara Pileg dan Pilpres akan digelar di waktu yang bersamaan.

"Pilihan yang paling tidak beresiko adalah dengan tetap mengusung Prabowo Subianto sambil mencari Wapres pendamping yang ideal," ujarnya.

Saiful mengakui sulit untuk tidak mengusung Prabowo, bahkan pun jika Prabowo sendiri yang berkeinginan untuk tidak maju.

"Namun di arus bawah Prabowo telah membuktikan konsistensinya untuk tetap setia di jalur oposisi meski satu-satu mulai meninggalkan Koalisi Merah Putih yang dibangunnya," katanya.

Menurut Saiful, konsistensi Prabowo sudah terlanjur menjadi narasi di seluruh basis-basis yang “Bukan Jokowi” termasuk konstituen Parpol-parpol oposisi yang masih tersisa di KMP.

"Resikonya terlalu besar jika memaksakan keinginan elit partai, meski didukung data-data rasional. Partai akan disibukkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang tidak mungkin tidak dijawab oleh elit parta. Mengapa tidak mengusung Pak Prabowo? Apa pertimbangan mengusung orang lain?" ujar Saiful.

Dikatakan bahwa Si A atau si B kan belum terbukti setia dan tidak pernah berkeringat bersama kami? Belum habis pertanyaan itu dijawab, hari pencoblosan sudah tiba.

"Akibatnya elektabilitas Partai-partai oposisi akan menurun, karena publik melihat elit partai menunjukkan inkonsistensi dan hanya memikirkan diri sendiri," ujarnya.

Di beberapa Pilkada, lanjut Saiful, inkonsistensi dalam memilih Calon Kepala Daerah dan memilih koalisi berkibat fata pada elektabilitas Parpol saat Pileg tiba.

"PDIP sudah menyadari lebih dulu, elektabilitas mereka akan anjlok jika tidam mengusung Jokowi," katanya.

Partai Demokrat pernah mengalami ini pada Pemilu 2014. Nama SBY sudah melekat dengan Demokrat, namun inkonsistensi dan ketidaktegasan Partai saat itu harus dibayar dengn elektabilitas yang terjun bebas.

"Memang Parpol oposisi harus benar-benar mengitung, bersama Prabowo, mungkin akan kalag di Capres, tapi mereka terutama Gerindra akan mendulang suara di pileg," katanya.

"Minimal suara mereka tidak akan tergerus akibat kehilangan kredibilitas dalam memilih Capres. Atau jika tetap nekad mengusung Capres lain, kemungkinan menang di Pilpres juga belum bisa dipastikan, namun yang pasti akan banyak kehilangan suara di Pileg," lanjut Saiful.

Bagi PAN dan PKS tentu berbahaya, lanjut Saiful, mengingat PT tahun 2019 sudah naik menjadi 4%.

"Selain belum tentu mampu mengalahkan Jokowi, bersama Prabowo peluang memenangkan Pilpres dan Pileg bersamaan juga bukan hal yang mustahil," katanya.


Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...partai-oposisi

---

Baca Juga :

- Ucapkan Selamat Kepada Prabowo, Airlangga Tegaskan Tetap Usung Jokowi

- Hadir di Rakornas ‎Bukan Berarti PAN Merapat ke Kubu Prabowo

- Belum Deklarasikan Dukungan, Zulhas: Nanti Tunggu Tanggal Mainnya

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di