alexa-tracking

Bangun Proyek Gandeng Kejaksaan, Menteri Rini: Kalau Tidak Diingatkan Bisa Kepleset

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acefa3d60e24be0518b4574/bangun-proyek-gandeng-kejaksaan-menteri-rini-kalau-tidak-diingatkan-bisa-kepleset
Bangun Proyek Gandeng Kejaksaan, Menteri Rini: Kalau Tidak Diingatkan Bisa Kepleset
Bangun Proyek Gandeng Kejaksaan, Menteri Rini: Kalau Tidak Diingatkan Bisa Kepleset

TRIBUNNEWS.COM, NUSA DUA - Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno mengapresiasi peran Kejaksaan Agung guna memastikan pendampingan di bidang hukum untuk menyelesaikan berbagai proyek strategis nasional berjalan tepat waktu.

Menurut Rini, kerja sama antara BUMN dengan Kejaksaan merupakan bantuan yang besar dalam merealisasikan program pemerintah, khususnya terkait pemerataan pembangunan infrastruktur. Sebab, kata dia, saat ini pembangunan infrastruktur di Indonesia masih jauh tertinggal.

“Pembangunan infrastruktur di Indonsia masih tertinggal dibandingkan negara tetangga,” kata Rini saat memberikan sambutan di acara penandatanganan kesepakatan bersama tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara antara PLN dan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI di Nusa Dua, Bali, Kamis (12/4/2018).

Melalui kerja sama ini, direksi dan manajemen PLN di seluruh Indonesia bisa lebih yakin melaksanakan tugasnya sebab setiap langkah mendapatkan dukungan agar langkah-langkahnya mengikuti tataran hukum yang benar.

"Karena sebagai manusia kalau tidak diingatkan pasti ada keplesetnya," kata Rini.

Diakui Rini, membangunan infrastruktur memang bukanlah tugas yang mudah, salah satunya ialah yang diemban PT PLN (Persero) yang harus merealisasikan program kelistrikan 35.000 mega watt (MW) serta membangun 46.000 transmisi. Saat ini, progres pembangunannya sudah mencapai 32.000 mega watt.

Sebagai perbandingan, kata Rini, waktu awal pemerintahan Presiden Joko Widodo jumlah pembangkit listrik yang bekerja 46.000 MW. Sementara dalam lima tahun (hingga 2019) PLN harus membangun 35.000 MW.

"Ini tanggung jawab yang sangat berat,” imbuh Rini.

Rini juga mengucapkan terima kasih kepada Kejaksaan Agung RI yang mendukung tugas PLN untuk menyelesaikan tugasnya melistriki seluruh penjuru Tanah Air.

“Kami dari Kementerian BUMN sendiri berterima kasih dengan program dari Kejaksaan seperti ini yang tujuannya adalah prevention, jadi dengan demikian, kita harapkan proyek-proyek itu bisa dilakukan tepat waktu,” tambah dia.

Rini berpendapat, jika seluruh proyek strategis nasional bisa tepat waktu, dia menilai menguntungkan. Sebaliknya, jika tidak tepat selesai waktu akan memerluka biayanya yang lebih besar.

“Kalo proyeknya tidak dilakukan tepat waktu itu biayanya sangat besar ya, bayar bunganya tambah panjang, belum lagi proyeknya selesai ngga, masyarakat dirugikan,” pungkas Rini.


Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/201...-bisa-kepleset

---

Baca Juga :

- Biaya Sambung Listrik di Daerah Terpencil Lebih Mahal 150 Kali dari Jawa

- PLN Gandeng Kejaksaan Agung untuk Kawal Proyek Listrik 35.000 MW

- Holding Migas, Pertamina Targetkan Penguatan Modal