alexa-tracking

Biaya Sambung Listrik di Daerah Terpencil Lebih Mahal 150 Kali dari Jawa

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acef40232e2e6be258b4568/biaya-sambung-listrik-di-daerah-terpencil-lebih-mahal-150-kali-dari-jawa
Biaya Sambung Listrik di Daerah Terpencil Lebih Mahal 150 Kali dari Jawa
Biaya Sambung Listrik di Daerah Terpencil Lebih Mahal 150 Kali dari Jawa

TRIBUNNEWS.COM, NUSA DUA - PT PLN (Persero) terus mengupayakan agar listrik bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat di Indonesia, termasuk di daerah terpencil. Meski untuk menerangi daerah tersebut membutuhkan perjuangan ekstra, karena masalah geografis dan biaya yang tidak sedikit.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, untuk menyambungkan listrik ke sebuah rumah di Pulau Jawa biayanya sekitar Rp 1 juta-Rp 2 juta. Sementara biaya sambung listrik di pedalaman Nusa Tenggara Timur, Maluku dan Papua mencapai Rp 150 juta-Rp 200 juta. Artinya hal tersebut lebih mahal 150 kali lipat.

Namun, Sofyan memastikan biaya pelanggan di wilayah terpencil tersebut tidak akan dikenakan biaya sebesar itu. Pelanggan hanya membayar dengan biaya standar, karena PLN memberikan subsidi terhadap biaya pemasangan listrik tersebut.

"Di sana karena dari jumlah pelanggan sedikit sementara mobilisasi peralatan sulit sehingga biayanya mahal," ungkap Sofyan dalam sambutannya di acara penandatanganan kesepakatan bersama tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara antara PLN dan Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Agung RI di Nusa Dua, Bali, Kamis (12/4/2018).

Sofyan menjelaskan, untuk menyediakan listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia PLN mendapat penugasan dari pemerintah untuk membangun pembangkit listrik. Mulai dari Fast Track Program-1 (FTP-1), Fast Track Program-2 (FTP-) dengan total kapasitas 7.000 megawatt (MW), transmisi 46 ribu kilometer sirkuit (kms) dan gardu induk dengan total kapasitas 109 megavolt ampere (MVa).

Dalam menjalankan tugas itu, PLN perlu dukungan dari Kejaksaan RI khususnya Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kejaksaan ini selaku Jaksa Pengacara Negara (JPN) membantu memberikan legal opinion dan bantuan hukum berupa penanganan masalah hukum atau pendampingan hukum kepada PLN.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Kejaksaan karena program kami berjalan dengan baik di Indonesia," tuturnya.

Sofyan meyakini, bahwa legal opinion dari Jamdatun dapat menjadi acuan dan pendukung bagi suatu keputusan atau kebijakan yang diambil oleh manajemen PLN.

“Ini bagian dari salah satu bentuk kehati-hatian dalam mengambil putusan. Karena penafsiran hukum yang paling tepat adalah dari aparat penegak hukum,” pungkas dia.


Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/201...kali-dari-jawa

---

Baca Juga :

- Bule Australia Ucapkan Terima Kasih Majelis Hakim Memvonisnya 15 Bulan Rehabilitasi

- PLN Gandeng Kejaksaan Agung untuk Kawal Proyek Listrik 35.000 MW

- Waspada Tinggi Gelombang di Perairan Selatan Bali Capai 2,5 Meter