alexa-tracking

Ketika Anies Tunjukan 'Wajah' Pelanggar-pelanggar Besar...

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acee47be05227c84e8b4569/ketika-anies-tunjukan-wajah-pelanggar-pelanggar-besar
Ketika Anies Tunjukan 'Wajah' Pelanggar-pelanggar Besar...
JAKARTA, KOMPAS.com - Bulan lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Keputusan Gubernur Nomor 279 Tahun 2018.

Kepgub itu mengatur pembentukan tim pengawasan terpadu penyediaan sumur resapan dan instalasi pengelolaan air limbah serta pemanfaatan air tanah di bangunan gedung dan perumahan.

Setelah Kepgub tersebut terbit, tim yang dibentuk langsung melakukan razia ke gedung-gedung dari 12 sampai 21 Maret. Sasaran pertama adalah gedung-gedung di Jalan Sudirman dan Jalan M.H Thamrin.

Mereka memeriksa, apakah gedung-gedung pencakar langit itu memiliki sumur resapan dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Atau apakah gedung-gedung itu masih menggunakan air tanah.


Anies mengatakan gedung yang tidak memiliki sumur resapan artinya tidak mengembalikan air yang mereka gunakan ke dalam tanah. Akibatnya, permukaan tanah bisa turun dan merugikan banyak masyarakat. Anies ingin menunjukan bahwa Pemprov DKI akan menindak pelanggarnya, siapapun termasuk gedung-gedung megah itu.

"Saya ingin tegaskan bahwa Jakarta harus menjadi kota yang berkeadilan dan tanggung jawab Pemprov DKI adalah bertindak adil kepada semuanya. Tegas bukan hanya kepada yang lemah tapi tegas juga kepada yang kuat dan besar," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (11/4/2018).

Kemarin, tim sudah menyelesaikan pemeriksaan gedung. Anies pun mengumumkan siapa saja wajah pelanggar besar dan kuat itu. Dia mengumkan berapa gedung yang melanggar dan berapa yang memenuhi ketentuan yang dibuat Pemprov.

Sayangnya, seperti yang disampaikan Anies beberapa waktu lalu, laporannya "not good" atau tidak baik.

Hasil pemeriksaan

Ada 80 gedung atau bangunan yang berada di sepanjang Jalan Sudirman dan Jalan M.H Thamrin. Tim Pemprov DKI Jakarta berhasil memeriksa 77 dari 80 gedung itu. Tiga gedung tidak diperiksa dengan berbagai alasan. Satu gedung belum diperiksa karena masih dalam penyelesaian pembangunan, dan satu gedung sudah dihancurkan.

"Dan satu lagi Kedubes Jeman yang tidak diperiksa karena memerlukan proses perizinan Kementerian Luar Negeri," ujar Anies.

Anies mengatakan dari 77 gedung yang diperiksa tim, sebanyak 37 gedung tidak memiliki sumur resapan. Anies pun menunjukan nama gedung-gedungnya. Gedung yang disebut Anies sebagai pelanggar besar itu adalah Gedung Kementerian ESDM, Indo Surya Centre, SGC (Bangkok Bank), Hotel Sari Pan Pasific, Menara Cakrawala-Djakarta Theater, Sinar Mas Plaza (BII), Wisma Kosgoro, Pertamina Lubricant, Plza Permata, Indocement, Wisma Bumi Putrera, Sudirman Plaza dan Indofood Plaza.

Selain itu ada International Financial Centre 1, Mayapada Tower 1, Sampoerna Strategic, Unika Atmajaya, Plaza Bapindo 1 & 2, Dirjen Pajak, Sequis Center, Menara Sudirman, Kementerian Diknas, Sultan Residence dan Hotel, BRI I & II, Intiland Tower, Hotel Sahid, Davinci, Wisma Nugra Santana, Menara Taspen, Menara BNI 46, Bawaslu, Gedung Jaya, Menara Thamrin, Kementerian Agama, Bank Indonesia.

Sementara itu, sisanya yaitu 40 gedung memiliki sumur resapan. Namun, hanya satu gedung saja yang sumur resapannya sesuai dengan ketentuan dalam peraturan gubernur yaitu Hotel Pullman.

Kemudian, hanya 10 gedung yang memiliki kolam resapan. Selain itu, hanya 49 gedung yang memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah, baru 35 yang berlangganan PD PAL, dan ada 7 gedung yang masih gunakan septic tank.

"Ini unik, di Sudirman-Thamrin masih ada gedung yang pakai septic tank. Ini biasanya di rumah, rumah pun dengan skala ukuran yang kecil," ujar Anies.

Ancaman cabut SLF

Anies pun telah menyiapkan sanksi untuk pengelola gedung di Jalan Sudirman dan MH Thamrin yang melanggar itu. Namun sebelum dikenai sanksi, para pengelola gedung diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan dalam waktu satu bulan.

Perbaikannya tergantung pelanggaran yang mereka perbuat. Sejumlah gedung tercatat tidak memiliki sumur resapan dan ada juga yang masih memakai septic tank.

"Langkah yang akan kami lakukan selanjutnya adalah (pengelola gedung) akan mendapatkan surat peringatan, (lalu) diberi waktu satu bulan untuk melakukan koreksi. Satu bulan untuk melakukan perbaikan, menaati semua peraturan yang ada, baik peraturan perundangan, perda, maupun pergub," ujar Anies.

Setelah pengelola gedung memperbaiki kesalahan mereka, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan evaluasi. Apakah mereka sudah melengkapi gedung dengan sumur resapan yang sesuai pergub. Setelah evaluasi, Anies mengatakan Pemprov DKI akan mengumumkan kepada publik secara detail.


Anies juga sudah menyiapkan konsekuensi terburuk jika pengelola gedung tidak memperbaiki pelanggaran yang mereka perbuat. Kata Anies, sertifikat laik fungsi (SLF) dan izin operasional gedung tersebut bisa dicabut.

"Konsekuensi terburuk bila tidak dilakukan koreksi, SLF bisa dicabut dan izin operasional pada semua yang berada di gedung itu bisa dicabut," ujar Anies.

Razia terhadap gedung-gedung yang melanggar tidak hanya menyasar wilayah Sudirman-Thamrin. Anies akan melanjutkannya di daerah lainnya.

Kata Anies, tahap berikutnya akan dilakukan di kawasan industri Jakarta Barat (Jakbar) dan Jakarta Timur (Jaktim), tepatnya di Kelurahan Cengkareng, Kalideres, Pulogadung, dan Cakung.

"Hari Senin, pekan depan kick off untuk yang tahap kedua," kata dia.

Pelanggar karena serakah

Anies mengatakan pemerintah sering luput terhadap pelanggar-pelanggar besar seperti ini. Hal yang sering dijadikan fokus adalah pelanggar kecil seperti pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar.

Anies mengatakan masyarakat miskin memang melanggar, tetapi pelanggaran yang mereka lakukan karena kebutuhan mendesak. Berbeda dengan gedung-gedung pencakar langit itu.

"Pelanggaran yang terjadi bukan karena kebutuhan, tapi pelanggaran karena sifatnya keserakahan. Keinginan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan keuntungan justru berdampak pada lingkungan hidup," ujar Anies.

Anies mengatakan pemilik gedung adalah pihak yang dari skala ekonomi sangat kuat. Mereka pun harus tunduk dan patuh kepada ketentuan yang ada di pemerintah daerah. Anies mengatakan Pemprov DKI akan menindak semua pelanggaran, termasuk yang dilakukan oleh 'yang besar'.

"Kami akan bertindak tegas ke semua dan pesan yang harus diingat bahwa bukan hanya pelanggaran rakyat kecil yang jadi perhatian, tapi semua yang kuat dan besar," ujar Anies.

https://megapolitan.kompas.com/read/2018/04/12/07032481/ketika-anies-tunjukan-wajah-pelanggar-pelanggar-besar

_________________________________________


Parah gedung elite tapi gk tau aturan.

Dan baru kali ini pemprov peduli dengan masalah ini. Harusnya dari dulu masalah air tanah diurus.

Semoga dengan ini semua gedung mulai taat peraturan dan peduli dengan lingkungan.

Kerja keras pemprov sekarang demi kemajuan jakarta.
Salut untuk anies-sandi emoticon-Recommended Seller
Ketika Anies Tunjukan 'Wajah' Pelanggar-pelanggar Besar...
nah begini dong, baru mantap... emoticon-Recommended Seller
kerjaan kepala dinas
masalah utama jakarta itu banjir dan macet, dua hal ini justru gak di sentuh anis, bener2 gak ngerti skala prioritas emoticon-Embarrassment
Quote:


kerjain yang bisa dikerjain dulu donk drpd ntar gak kelihatan kerjanya..
yang sulit nanti baru dipikirin solusinya.
Quote:


Permukaan tanah turun menyebabkan banjir..
Justru ini salah satu langkah untuk menyelamatkan jakarta agar tidak tenggelam.
Padahal masalah air tanah sudah dari dulu di beri warning tapi baru sekarang di terapkan aturannya. Bagusnya anies-sandi paham dan peka dengan masalah ini.

Soal macet, anies sudah menyiapkan MRT untuk segera beroperasi dan lokomotifnya sudah tiba dijakarta.
Warga jakarta akan punya banyak sarana transport alternatif.
Quote:


skala prioritas bray, kalo orang biasa kerja pasti ngerti
contoh rumah lo bocor gede, instalasi listrik lo banyak kabel lapuk dan terbuka di atas, instead lo malah nyapu halaman dulu, sambil koar2 liat ini halaman kotor sekali, liat ini sumur kita masih kurang dalam, kalo nimba air yg di dpt gak penuh emoticon-Embarrassment

bener2 amatir emoticon-Big Grin
Trus nanti g ada banjir? Seefektif itu sumur resapan?
Percuma kalo cuma di daerah2 kota..

Goblok sudah..
Quote:


bodoh kamu emoticon-Embarrassment

permukaan tanah turun dari jaman sutiyoso juga udah turun emoticon-Embarrassment pengendalian gedung2 itu cukup kepala dinas krn sifatnya cuma memperlambat, yg paling urgent ya pelebaran kali2, pengerukan, krn banjir terbesar jakarta itu bukan dari air sebaran wilayah jakarta melainkan banjir kiriman dari bogor emoticon-Embarrassment identifikasi masalah aja udah salah

mrt anis? ngoahaha, anis nongkrong ngedeprok di petamburan juga itu mrt tetep di kirim emoticon-Big Grin peran dia di mrt cuma selpi sama cewek masinis bareng anak nya, udah gitu doang emoticon-Embarrassment atau nanti pas mrt datang dan berjalan dia sujud sukur emoticon-Big Grin

bener2 gaberner amatir emoticon-Embarrassment
Quote:


Quote:


Quote:



Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


salah satu nya ini pak
orang kaya doyan premium
jadi gini... baguslah biar keliatan kerja


leh uga
Ketika Anies Tunjukan 'Wajah' Pelanggar-pelanggar Besar... Ketika Anies Tunjukan 'Wajah' Pelanggar-pelanggar Besar...
Quote:


Pelebaran kali, pengerukan juga bukan tugas gabener kali. Goblok lu !! Kerjaan gabener tuh masuk gorong2...
Quote:


Wow, Permukaan tanah turun dari sejak jaman dulu. Dan baru di jaman anies ditegakkan aturannya.
Bayangkan permukaan tanah tiap turun sampe 18 cm pertahun. Pantesan jakarta banjir terus, Walaupun sungai di keruk/dilebari dan ada BKT pun juga tetep banjir. Dengan menghentikan penurunan tanah banjir akan berkurang.

Kalo cuma tugas kepala dinas kenapa baru sekarang dinas bergerak mengatasi masalah ini.

Berkat pengawasan Anies MRT jadi rampung klw gk nanti nasibnya jadi LRT yang mangkrak dan batal dibangun meninggalkan tiang pancang yg gk guna.
Quote:


bnjir hilang saat musim kemarau, macet hilang saat hari lebaran jadi bukan masalah utama emoticon-Leh Uga
Quote:


g usah ada anis pun mrt tetep jalan emoticon-Ngakak, anis g usah ngawasin juga percuma, dia jd gub dah hampir 80%, kl dr 10% gua salut ma dia.
Quote:


ritwit emoticon-Embarrassment
Quote:

Menolak lupa
MRT sempat terhambat malah lahan tapi berkat anies sandi semua beres dan pembangunan MRT berjalan lagi.

https://megapolitan.kompas.com/read/2017/10/20/18330641/tak-sampai-sejam-anies-bersepakat-dengan-pemilik-lahan-haji-nawi
Quote:


menghentikan penurunan tanah? ngoahaha
langkah pemeriksaan air tanah itu berasal dari rekomendasi forum tingkat tinggi ttg penurunan tanah antara kementrian pupr dan jepang emoticon-Big Grin yg di laksanakan di jaman ahok emoticon-Embarrassment kenapa baru skg? krn itu forum baru diadakan april 2017 emoticon-Embarrassment

pengawasan anis? ngoahaha mrt itu sdh tahap finishing dan sesuai target 2018 selesai, jadi anis ngongkrong berhari2 di wc petamburan itu mrt tetap akan jadi krn ini proyek nasional emoticon-Big Grin

anis itu cuma foto selpi doang di mrt, udah gak ada peran lainnya emoticon-Big Grin

lrt mangkrak? tiang pancang gak guna? itu yg mana ya?

Quote:


Waduh kenapa forumnya baru dilaksanakan tahun lalu. Kenapa gk dr dulu 3-5 tahun lalu. Harusnya lebih cepat dong.

Bagus deh anies mau melaksanakan rekomendasinya, walau tugas anies makin banyak tapi pasti akan diselesaikan.

Berkat anies pembangunan MRT yg sempat terhambat karena masalah lahan jadi jalan lagi. Kalo gk dikerjakan anies takutnya mangkrak kayak monorail yg sekarang cuma sisa tiang2 gk guna.

https://megapolitan.kompas.com/read/2017/10/20/18330641/tak-sampai-sejam-anies-bersepakat-dengan-pemilik-lahan-haji-nawi


Maksud ane monorail
Quote:


krn mereka tau gaberner baru gak sehebat gubernur lama, terbukti seminggu setelah gaberner baru menjabat banjir dimana2, sebulan kemudian banjir juga, seminggu yg lalu juga banjir, menjijikan emoticon-Embarrassment

lahan haji nawi itu sdh masuk pengadilan dan sdh ada keputusan, ahok gak mau bayar si pemilik lahan melebihi keputusan pengadilan, kalo anis gak jelas, padahal ini duit rakyat emoticon-Embarrassment

keputusan2 bawah tangan yg begini adalah hal paling menjijikan di era transparency government, lebih menjijikan lagi saat debat anis teriak2 transparency, tapi sampe detik ini gak ada yg tau berapa juta/meter itu pak haji di bayar pake duit rakyat sama anis?

bener2 bukan pemimpin yg amanah, padahal dia tau itu uang rakyat, bukan uang dia emoticon-Embarrassment