alexa-tracking

Presiden Juventus Andrea Agnelli: Kita Butuh Adanya VAR di Liga Champions!

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acecb4bdac13e560b8b456e/presiden-juventus-andrea-agnelli-kita-butuh-adanya-var-di-liga-champions
Presiden Juventus Andrea Agnelli: Kita Butuh Adanya VAR di Liga Champions!
Presiden Juventus Andrea Agnelli: Kita Butuh Adanya VAR di Liga Champions!

TRIBUNNEWS.COM - Keseruan laga lanjutan babak perempatfinal Liga Champions kembali tersaji pada dini hari tadi (12/4/2018).

Salah satu laga yang menjadi sorotan bagi para penikmat sepakbola pada dini hari tadi adalah laga antara 2 tim raksasa eropa yakni Juventus dan Real Madrid.

Dari bentrokan sengit ini, Real Madrid lah yang keluar sebagai pemenangnya.

Los Blancos secara dramatis berhasil lolos ke fase semifinal Liga Champions 2017-2018 menyusul Bayern Munchen, Liverpool, dan AS Roma.

El Real sendiri merebut jatah tiket ke babak empat besar meski kalah 1-3 dari Juventus dalam leg kedua perempat final di kandang sendiri.

Meski kalah, anak asuh Zinedine Zidane berhasil lolos karena unggul secara agregat dengan skor 4-3.

Gol tunggal Madrid datang dari Cristiano Ronaldo, sedangkan gol Juventus diciptakan melalui brace dari Mario Manduzkic dan 1 gol dari Blaise Matuidi.

Skuat asuhan Zinedine Zidane sendiri perlu susah payah untuk merebut slot di semifinal alam laga dini hari tadi.

Bagaimana tidak?

Los Blancos yang di leg pertama tampil begitu unggul justru tertinggal dua gol pada babak pertama leg kedua kali ini.

Gawang tim tuan rumah bahkan bobol saat laga baru berjalan dua menit.

Gol perdana Juventus datang dari sundulan Mandzukic yang menyambut umpan silang Sami Khedira.

Pemain serupa kembali menjebol gawang Madrid pada menit ke-37, lagi-lagi melalui tandukan.

Masuki babak ke-2, Real Madrid kian tampil terpuruk dipencundangi anak asuh Allegri

Di menit ke-61, mereka kembali kebobolan melalui gol Blaise Matuidi yang memanfaatkan blunder Keylor Navas yang gagal mengamankan bola dengan sempurna.

Beruntung bagi Madrid, menjelang berakhirnya laga tepatnya di menit ke-90, sebuah drama terjadi.

Madrid mendapat penalti setelah Lucas Vazquez dilanggar Mehdi Benatia di dalam area terlarang Juventus.

Tak terima dengan keputusan Michael Oliver, kiper Gianluigi Buffon pun mengamuk di hadapan wasit.

Karena protesnya yang dianggap terlalu kasar, sang kiper legendaris itu pun diganjar kartu merah oleh sang wasit

Ronaldo, yang maju sebagai algojo, berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.

Szczesny yang datang menjadi penjaga gawang pengganti Buffon tak berdaya dengan tembakan keras Ronaldo di sisi kiri yang sebenarnya sudah bisa ia prediksi lewat refleksnya.

Menanggapi kejadian ini, tampaknya amarah Buffon berlanjut di luar lapangan.

Hal in bisa dilihat dari komentarnya kepada Michael Oliver seusai laga.

Ia menganggap keputusan Oliver itu murni adalah kebijakan yang begitu salah.

"Saya sangat dekat (dengan kejadian Benatia dan Vasquez), seperti halnya sang wasit dan petugas area penalti," katanya kepada beIN Sports setelah pertandingan.

"Jika Anda menghadiahkan penalti seperti itu di menit ke-93, Anda bukan manusia, Anda adalah binatang."

"Saya tahu wasit melihat apa yang dia lihat, tapi itu adalah insiden yang begitu meragukan untuk diambil keputusannya dengan singkat oleh wasit. Insiden itu tidak jelas," kata Buffon setelah pertandingan.

Serupa dengan Buffon, presiden Juventus Andrea Agnelli juga menyayangkan keputusan kontroversial yang diambil oleh Michael Oliver di penghujung laga tersebut.

Seusai laga, Agnelli menuduh Oliver sebagai wasit yang "benar-benar kacau".

Selain itu, Agnelli juga mempertanyakan mengapa VAR belum juga digunakan di Liga Champions.

"Saya melihat serangkaian negara yang sudah menerapkan VAR dan saya membandingkannya dengan insiden yang dialami beberapa klub-klub Italia baru-baru ini"

"Pelanggaran yang dialami Cuadrado, pelanggaran dalam laga AC Milan di Arsenal dan pelanggaran yang dialami Juve malam ini, membuktikan bahwa kita benar-benar membutuhkankan keberadaan VAR di Liga Champions." ujar Agnelli melansir dari Skysports.

"Ini bukan tentang satu atau dua poin, VAR diperlukan untuk memajukan kualitas dalam turnamen besar yang membawa begitu banyak uang dan prestise seperti Liga Champions. Kita tidak bisa membiarkan insiden ini terjadi."

Selain mempertanyakan keberadaan VAR, lagi-lagi Agnelli menyerang keputusan Oliver yang dianggapnya jauh dari kata adil.

Agnelli  mengatakan Oliver tidak memiliki pemahaman yang memadai terkait momen krusial dalam sepakbola.

Bagi Agnelli, Oliver seharusnya memahami tensi panas penuh intrik dalam laga Juve vs Madrid setelah adanya kontroversi dikartumerahkannya Paulo Dybala  di leg pertama seminggu yang lalu.

"Pemain membuat kesalahan, begitu juga wasit, tetapi para ofisial dalam laga ini benar-benar kehilangan kendali atas situasi yang ada.

"Seorang wasit yang ditunjuk untuk memimpin laga di Madrid untuk perempat final seharusnya melihat apa yang terjadi di leg pertama, dia harus menyadari kartu merah yang diterima (Paulo) Dybala adalah hal yang berlebihan dan sang wait harusnya mengerti situasi tersebut."

"Wasit malam ini benar-benar kacau. Hal itu sayang sekali terjadi mengingat, kinerja keras para pemainuntuk membalikkan keadaan dari skor 3-0 ini dinodai dengan Insiden terjadi, wasit benar-benar tidak mengerti sama sekali soal situasi."

Meski kecewa, Agnelli mengaku ia menerima tersingkirnya La Vecchia Signora.

Menanggapi hasil akhir yang tak bisa diubah lagi, Agnelli hanya meminta UEFA untuk kembali mempertimbangkan adanya teknologi VAR di Liga Champions

"Yang paling penting adalah kami seharusnya memiliki teknologi (VAR), teknologi itu sudah ada dan sedang digunakan, jadi kami harus membawanya ke Liga Champions."

Wasit malam ini, ketika dia melihat kejadiannya kembali melalui VAR, maka ia (Oliver) akan menjadi orang yang paling kecewa kala menyadari apa yang terjadi. " ujar Agnelli menutup pernyataannya.

(Tribunnews.com/ Bobby Wiratama)


Sumber : http://www.tribunnews.com/superskor/...liga-champions

---

Baca Juga :

- Juventus Gagal ke Semifinal, Ronaldo Berikan Pelukan dan Ciuman pada Buffon usai Laga

- Penuh Drama, Gol Cristiano Ronaldo Selamatkan Wajah Real Madrid Di Liga Champions

- Dukung Keputusan Penalti, Cristiano Ronaldo: Saya Tak Mengerti Kenapa Pemain Juventus Protes