alexa-tracking

Turun ke Daerah Beri Supervisi, Upaya Kemendagri-KPK Cegah Korupsi

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ace6ae35a516307748b4574/turun-ke-daerah-beri-supervisi-upaya-kemendagri-kpk-cegah-korupsi
Turun ke Daerah Beri Supervisi, Upaya Kemendagri-KPK Cegah Korupsi
Turun ke Daerah Beri Supervisi, Upaya Kemendagri-KPK Cegah Korupsi

JPP, LAMPUNG - Usai melantik Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Sumarsono, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo sempat mengungkapkan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan turun ke daerah-daerah memberikan supervisi.

Ketika itu Mendagri berjanji, akan selalu hadir di acara supervisi KPK. Program supervisi adalah upaya mencegah korupsi di daerah.

"Sekarang KPK sedang turun ke bawah melakukan supervisi pencegahan korupsi, khususnya kepada pemangku kebijakan dan kepada para calon kepala daerah. Sekarang mulai di Bangka Belitung, Sumsel, dan dan besok ke lampung. Dan saya akan hadir di seluruh daerah sampe satu bulan penuh," ujar Tjahjo di Makassar, Sulsel, belum lama ini.

Dan, Mendagri memenuhi janjinya. Pada Rabu (11/4/2018), ia hadir di acara Rakor dan Surpervisi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Lampung, yang digelar di Kantor Gubernur Lampung, di Lampung.

Acara rakor supervisi itu sendiri selain dihadiri Mendagri, juga dihadiri Ketua KPK Agus Rahardjo dan Ketua BPK, Plt Gubernur Lampung Didik Suprayitno, para calon kepala daerah, serta pejabat teras di lingkungan Pemda Lampung.

"Acara hari ini memang kesepakatan antara saya dan KPK. Satu ketika kami minta rapat dengan KPK setelah banyak temen-temen yang kena OTT. Rapat lengkap, akhirnya perlu ada forum semacam ini. Ini serentak terus akan segera dilaksanakan," ujar Tjahjo.

Meskipun, Mendagri mengakui, rapat supervisi memang tak akan menjamin di kemudian hari tidak ada lagi yang akan kena OTT. Tapi, dengan program supervisi, setidaknya ada upaya untuk mencegah korupsi. Diharapkan, setelah disupervisi, para pemangku kebijakan atau para calon kepala daerah, lebih paham area rawan korupsi.

“Sehingga kedepan bisa lebih hati-hati dan taat aturan. Ini upaya saja. Bayangkan sejak KPK ada, pejabat pusat dan daerah sudah 357 orang kena. Kepala daerah itu sudah 98 orang kena," tegas Tjahjo.

Program pencegahan, lanjut Mendagri, memang tak menjamin korupsi itu akan habis. Tapi memang supervisi diperlukan. Mengutip apa yang dikatakan Ketua KPK, ada seorang gubernur, paginya meneken pakta integritas, esok hari tertangkap tangan. Artinya, sikap dan semangat anti korupsi, pada akhirnya dikembalikan ke diri masing-masing.

"Bapak Presiden saja mengumpulkan gubernur, bupati, walikota, sampai jam 16.30. Beliau mengingatkan hati-hati terhadap area rawan korupsi, eh, jam 17.15 ada bupati terkena OTT oleh KPK. Belum 30 menit meninggalkan Istana Negara ke hotel Borobudur, kena," ujar Tjahjo.

Karena itu, Mendagri meminta siapa pun yang sedang memegang mandat, dan punya kewenangan, agar memahami area rawan korupsi. Mulai dari perencanaan anggaran, dana hibah dan bansos, retribusi dan pajak serta mekanisme pembelian barang dan jasa, rawan terjadinya korupsi. Semua harus pahami dan cermati itu.

"Kemarin tertangkap satu Bupati Bandung Barat. Saya ditanya wartawan saya mau ngomong apa lagi. Sejak jadi Mendagri kalau ditanya mudah-mudahan ini yang terakhir tapi kok terakhir terus. Saya baru satu minggu jadi Mendagri, digrebek Kemendagri," ucapnya.

Mendagri juga mengingatkan, bagaimana mana pun modus yang dipakai untuk Kongkalingkong, KPK selalu punya cara untuk mengendusnya. Karena itu, ia minta jangan main-main dengan korupsi. Lebih baik bekerja sesuai aturan. Lebih tenang.

"Misalnya, pejabat provinsi Lampung mau ngurus sesuatu ke Depdagri, bawa oleh-oleh boleh ya. Bawa kue pisang yang sekang model menarik, itu sampai KPK tahu bawa oleh-oleh kue pisang di dalam dus, di bawahnya ada amplopnya. Saya sampai bingung kok hebat banget KPK ini,” ungkap Tjahjo.

Tak hanya itu, lanjut Mendagri, tempat menginap di hotel Pacenongan, tempat transitnya pun juga digeledah. “Eh, ketika amplop di situ kepada a, b, c sampe z, kan bodoh banget ini. Ujung-ujungnya saya telusuri yang dari teman-teman sendiri," tutur Tjahjo menceritakan salah satu peristiwa tangkap tangan KPK. (dgr/nbh)


Sumber : https://jpp.go.id/polkam/hukum/31949...-cegah-korupsi

---

Kumpulan Berita Terkait POLKAM :

- Turun ke Daerah Beri Supervisi, Upaya Kemendagri-KPK Cegah Korupsi Begini Cara Waskita Karya Cegah Kecelakaan Konstruksi Terulang

- Turun ke Daerah Beri Supervisi, Upaya Kemendagri-KPK Cegah Korupsi OJK: Pendampingan Bank Wakaf Mikro Cegah Terjadinya Kredit Macet

- Turun ke Daerah Beri Supervisi, Upaya Kemendagri-KPK Cegah Korupsi Mendag: Satgas Pangan Kawal Upaya Jaga Pasokan dan Harga Kebutuhan Pokok

×