alexa-tracking

Film Sumpah: Ketika Kebenaran Tak Bisa Ditukar dengan Apa Pun

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ace2113ddd770a55e8b4571/film-sumpah-ketika-kebenaran-tak-bisa-ditukar-dengan-apa-pun
Film Sumpah: Ketika Kebenaran Tak Bisa Ditukar dengan Apa Pun
Film Sumpah: Ketika Kebenaran Tak Bisa Ditukar dengan Apa Pun

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perfilman Indonesia mulai dikayakan dengan cerita-cerita nyata yang terjadi di keseharian kita. Cerita nyata itu diangkat ke layar lebar dengan dibalut dengan gambar-gambar keindahan panorama suatu daerah.

Seperti yang kini sedang dikerjakan perusahaan Ganesha Gema Film memproduksi film berjudul SUMPAH.

”Film ini berangkat dari pengalaman pribadi seseorang yang bersumpah kepada istrinya ketika diketahui menikah lagi. Kemudian setelah bersumpah masih melanggar sumpah itu, dan mendapat imbalannya yang tidak baik. Ternyata Sumpah, apalagi di atas kitab suci, berat sekali. Nah, bagaimana Sumpah ini bila dikaitkan dengan Sumpah pejabat yang memegang amanat dari rakyat,” urai HM Fahruri selalu produser film Sumpah.

Film yang dibintangi Silvya Fully, Sahrul Gunawan, Neno Warisman, Wieke Widowati,Ghina Nadia, dan Erwin Bagindo ini skenario ditulis oleh Dyah Kalsitorini, dan disutradarai oleh Hasto Broto. Aktris Sylvia Fully berperan sebagai Mirna,seorang gadis yang cantik dan lembut.

Mirna putri seorang Kepala Desa bernama Pak Gondo. Keseharian Mirna adalah seorang guru tari Topeng Endel yang di kenal di kawasan Tegal dan Slawi.

Mirna berkenalan dengan pemuda bernama Akbar (Sahrul Gunawan). Seorang lelaki sejak kecil sudah ditanamkan untuk selalu bersikap jujurdan menentang hal-hal yang berbau kejahatan atau kebatilan.

Namun hubungan mereka ditentang oleh Pak Gondo dan juga istrinya Bu Laras. Meski sebagai Kepala Desa sikap Gondo sangat berbeda dengan Sumpah yang sudah diucapkannya untuk mengemban amanat rakyat.

Selain sombong dia juga korup dalam menjalankan amanat dari rakyat. Bahkan, dia bersama Seto, pemuda yang dijodohkan oleh Gondo dengan anaknya, Mirna ingin menyingkirkan Akbar.

Namun cinta Akbar dan Mirna yang begitu kuat tak bisa dipisahkan. Bahkan, Akbar bukan hanya ingin mempersunting Mirna menjadi istrinya, tetapi juga ingin

menyelamatkan Mirna dari pengaruh buruk ayahnya, Gondo, yang sudah melanggar sumpah jabatannya selaku pengayom rakyat desa.

Sylvia Fully mengaku senang dengan peran sebagai Mirna.

“Di film Sumpah saya berperan sebagai Mirna yang kesehariannya aktif sebagai guru tari. Sedikit banyak saya harus juga belajar menari khas Tegal dan Slawi yakni Tari Topeng Endel. Udara di Slawi di kaki gunung Slamet udaranya bersih dan sejuk,” ungkap Silvya Katika ditanya adakah dalam film ini Mirna juga bersumpah dengan Akbar tentang cinta mereka, Sylvia hanya menjawab.”Jangan diceritakan semua dong, enggak seru nanti,”kata Sylvia.

Sementara itu, Sahrul Gunawan merasa film ini seperti keinginan dirinya bekerja sambil beribadah.

”Saya selalu menyukai film-film yang mengandung cerita tentang kebaikan dan saling menasehati. Tentu, saja harus ada kemasan cinta yang menarik yang juga ada dalam film ini,” ujar Sahrul Gunawan.

Dalam film Sumpah ini, HM Fahruri selain pemilik ide cerita juga sebagai Produser Eksekutif, dan putri sulungnya Ghina Nadia Saputra diplot menjadi produser.

”Saya ingin anak saya, Ghina mendalami bisnis di bidang perfilman, makanya saya libatkan sejak dini, dari awal produksi. Dia juga ikut main dalam film Sumpah ini," tutur HM Fahruri.

Film yang mengambil lokasi syuting seluruhnya di Kabupaten Slawi untuk penggarapannya diserahkan kepada Hasto Subroto, sutradara yang cukup dikenal di kancah perfilman Indonesia.

”Saya akan kemas film ini menjadi tontonan dan tuntunan yang menarik.Tidak menggurui tapi pesan moralnya sampai,” kata Hasto Broto yang baru saja usai menggarap film Kasinem is Coming.

Menurut Hasto Broto cerita ini menarik karena berdekatan dengan pilkada dan pilpres.

”Tapi film ini tidak punya pretensi menokohkan seseorang atau berafiliasi terhadap partai politik mana pun. Murni kami membuat film pesan moral yang menghibur,” ujar Hasto yang juga pernah membuat film Jembatan Pensil.

Film Sumpah ini dari aspek fotografi, dijelaskan oleh Hasto Broto, akan menyajikan keindahan alam Slawi yang memiliki hamparan perkebunan teh yang terhampar menghijau, juga akan menyajikan keindahan alam lainnya seperti Desa

Wisata Bumi Jawa, panorama alam pedesaannya sangat indah, berada dikaki gunung Slamet. Kawasan Guci tujuan wisata ada air terjun.

Di Slawi ada danau yang indah peninggalan jaman Bung Karno yang dikenal oleh masyarakat sebagai waduk Jajaban.

”Keindahan alam Slawi akan kami tuangkan dalam balutan gambar mengikuti alur cerita,” ungkap Hasto Broto yang pernah menggarap film Surga Menanti dan Surga Pun Ikut Menangis.

Diungkapkan oleh HM Fahruri mengapa film ini mengambil lokasi syuting di Slawi, sebaga tanda terima kasih dirinya kepada tanah dan air tempat dia lahir dan berbisnis, serta menikmati hidupnya selama ini.

”Bisa dikatakan film ini sebagai rasa syukur dan terima kasih saya kepada Slawi.”

Sambil tersenyum HM Fahruri menambahkan, Slawi bukan alamnya saja yang indah kulinernya juga tak kalah nikmatnya dengan kuliner daerah Jawa Tengah lainnya.

Ada Kacang Bogares, tahu aci dan tahu mentok. Sambil menyantap kuliner khas Slawi, dalam film ini juga menampilkan seni tarian khas Slawi, yang dikenal dengan tari Topeng Endel.

Cast : Silvya Fully, Neno Warisman, Sahrul Gunawan, Wieke
Widowati, dan Gina Nadia
Sutradara : Hasto Broto
Skenario : HM Fahruri/Dyah Kalsitorini
Produser Eksekutif : HM Fahruri
Produser : Ghina Nadia


Sumber : http://www.tribunnews.com/seleb/2018...dengan-apa-pun

---

Baca Juga :

- Sahrul Gunawan Ketahuan Tulis Komentar untuk Mantan Istrinya yang Makin Cantik, Begini Reaksi Indri

- Mantan Istri Makin Cantik, Sahrul Gunawan Ketahuan Tulis Komentar, Ini Reaksi Indri

- Ahmad Najib Qodratullah: PAN Jabar Terus Bergerak Kuatkan Akar Jejaring Bela Kepentingan Masyarakat