alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Tribunnews.com /
Methanol Diduga Menjadi Sebab Tumbangnya Peminum Miras Oplosan di Bandung
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5ace1320a2c06e0a388b4569/methanol-diduga-menjadi-sebab-tumbangnya-peminum-miras-oplosan-di-bandung

Methanol Diduga Menjadi Sebab Tumbangnya Peminum Miras Oplosan di Bandung

Methanol Diduga Menjadi Sebab Tumbangnya Peminum Miras Oplosan di Bandung

Laporan Wartawan Tribun Jabar Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat menyatakan korban keracunan minuman keras oplosan di Kabupaten Bandung karena keracunan methanol. 

Methanol merupakan zat korosif yang dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh.

Methanol biasanya dipakai untuk bahan bakar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dodo Suhendar mengatakan sampel darah korban dan sisa barang yang diminum korban keracunan tersebut masih diteliti di laboratorium kesehatan.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat pun terus memastikan rumah-rumah sakit yang merawat korban ini tidak kekurangan logistik dan tenaga medis.

Berdasarkan data terakhir, katanya, total korban di Kabupaten Bandung mencapai 145 orang dengan kematian 41 orang.

Di RSUD Cicalengka ada 103 orang dirawat dan 31 orang meninggal, di RSUD Majalaya ada 60 pasien dan meninggal 3 orang, serta di RS AMC ada 16 korban dirawat dan meninggal 7 orang.

"Pasien di UGD menjalani detoksifikasi, membuang racun dan mendapat perawatan intensif. Pengambilan sampel darah sudah dilakukan, termasuk untuk muntahan dan urin. Kami berkoordinasi dengan kepolisian untuk langkah selanjutnya," kata Dodo di Kantor Dinas Kesehatan Jabar, Rabu (11/4) malam.

Baca: Penjual Miras Oplosan Maut Dikenal Tertutup dan Memiliki Rumah Mewah

Dodo mengatakan sangat prihatin dengan kejadian tersebut dan bisa saja kejadian ini mencerminkan pengetahuan masyarakat yang masih kurang mengenai zat berbahaya.

Selain itu, manajemen stres yang buruk di masyarakat sehingga menjadikan minuman keras bahkan barang berbahaya sebagai pelariannya.

"Ada ketidakpahaman terhadap jenis kimia tertentu. Kalau miras ada distribusi dan kawasan peredarannya sudah jelas. Kalau oplosan bikin sendiri, mencampur obat anti serangga dengan spirtus dan alkohol murni. Sama sekali bukan bahan pangan," katanya.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Ismirni, mengatakan sebagian besar pasien korban keracunan minuman keras oplosan tersebut mengalami gejala keracunan metanol.

Namun demikian, pihaknya masih menunggu hasil laboratorium untuk keterangan lebih pasti.

"Gejala keracunan metanol itu dimulai dengan mual, muntah, dan pandangan jadi kabur. Dalam tubuh, metanol berubah jadi formaldehida atau formalin dan asam format yang bersifat korosif," kata Ismirni.

Menurut Ismirni, efek toksik metanol berjalan dalam empat fase. Fase pertama adalah penekanan sistem syaraf pusat. Hal ini terjadi dalam 30 menit sampai 2 jam setelah mengonsumsi metanol.

Fase kedua, katanya, adalah fase laten tanpa gejala tapi pasien mengalami depresi karena terjadi gangguan pada sistem syaraf pusat.

Fase ketiga, katanya, terjadi asidosis metabolik berat. Pada fase ini, metanol telah dimetabolisasi menjadi asam format dan menyebabkan peningkatan keasaman darah.

Hal ini menyebabkan mual, muntah, pusing, dan mungkin sudah mulai ada tanda-tanda gangguan penglihatan.

Fase keempat, katanya, adalah toksisitas pada mata, diikuti dengan kebutaan, koma, dan kematian. Gangguan visual ini pada umumnya terjadi pada 12 sampai 48 jam setelah minum metanol.

Gangguannya mulai dari tidak tahan cahaya atau fotofobia, pandangan kabur atau berkabut, sampai kebutaan, kemudian diikuti kematian.

"Lamanya dampak terjadi kepada setiap individu berbeda, tergantung kondisi tubuhnya. Kadang ada yang cepat ke fase tiga, ada yang lambat," katanya. (Sam)




Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2...san-di-bandung

---

Baca Juga :

- Perekaman e-KTP Jabar Capai 99,2%

- Kadin Jabar Dukung Hasanah di Pilgub Jabar

- 2 Dari 3 Saksi yang Meringankan Tidak Hadir dalam Persidangan Kasus First Travel

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di