alexa-tracking

Syaharie Ja'ang Kejam Ke Rakyat?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acdfa7b96bde6ef2b8b4567/syaharie-jaang-kejam-ke-rakyat
Syaharie Ja'ang Kejam Ke Rakyat?
Syaharie Ja'ang Kejam Ke Rakyat?
Syaharie Ja'ang Kejam Ke Rakyat?
Samarinda, Juni 2016 lalu, Abdul Hamid (62), warga Jalan Siti Aisyah, Teluk Lerong, Samarinda, Kalimantan Timur, kepada Wali Kota Syaharie Jaang harus merasakan dinginnya penjara. Hanya gara-gara melayangkan kritik lewat media sosial
Apa yang terjadi pada Hamid ini membuat warga hati-hati melayangkan kritikan. Khawatir, kritikan terkait persoalan kota, juga berujung penjara.
Sebagian besar netizen menyayangkan laporan Wali Kota Syaharie Jaang, yang penjarakan Hamid, karena melanggar Undang-undang No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Isu kritik berujung penjara oleh pejabat publik kala itu juga jadi obrolan warung kopi. Warga membaca berita dipenjaranya Hamid, di salah satu media lokal. Terlebih lagi, pemberitaannya jadi konsumsi media nasional.
"Dikritik banjir, lah kan memang Samarinda ini banjirnya makin parah ya. Kok malah Pak Wali Kota melaporkan ke polisi? Heran," kata Fadli (36), salah seorang pegawai swasta, Senin (20/6) malam.
Fadli mengungkapkan, pasca mencuatnya pemberitaan itu, kini dia menjadi lebih hati-hati melontarkan kritikan di akun jejaring sosialnya. Baik itu twitter, facebook, maupun path.
"Saya juga korban banjir. Merasakan parahnya banjir, campur lumpur. Kadang saya kesal, sedikit posting kritikan di medsos. Kalau sekarang bisa dipenjara, wah jadi takut juga (mengkritik)," terang Fadli, yang tinggal di kawasan Sempaja Selatan.
Diterangkan oleh Sudarsono, yang datang melaporkan bukan dilakukan langsung Syaharie Jaang, melainkan dipercayakan oleh stafnya.
"Dilaporkan oleh staf Wali Kota setelah sms itu dikirimkan terlapor (Abdul Hamid) ke handphone Wali Kota," ujar Sudarsono.
"Sementara memang terlapor kita tahan, tapi dia ajukan permohonan maaf. Ada tidaknya pemberian maaf dari Pak Wali Kota, nanti kita BAP dulu Pak Jaang," ungkap Sudarsono.
Abdul Hamid masih memakai baju tahanan Polresta Samarinda, saat ditanya wartawan, membenarkan telah mengirimkan sms tersebut kepada Wali Kota. Tidak ada motif apapun dia melakukan itu, melainkan murni kritikan dia sebagai warga Samarinda.


pertaminum