alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
Manchester City, Klub "Baru Gede" yang Masih Harus Belajar di Kompetisi Eropa
4.57 stars - based on 14 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acdf733c1d77038088b456a/manchester-city-klub-quotbaru-gedequot-yang-masih-harus-belajar-di-kompetisi-eropa

Manchester City, Klub "Baru Gede" yang Masih Harus Belajar di Kompetisi Eropa

Kekalahan dari Liverpool 1-2 di Etihad Stadium memperpanjang rekor the Citizen yang tak pernah melangkah jauh di Liga Champion. 

Manchester City, Klub "Baru Gede" yang Masih Harus Belajar di Kompetisi Eropa



Prestasi terbaik klub ini ‘hanya’ semifinal di musim 2015/2016 saat masih diasuh Manuel Pellegrini. Padahal, didepaknya pelatih asal Chile tersebut untuk kemudian digantikan Guardiola, yaitu membidik juara di kompetisi Liga Champion.

Sebab, di kompetisi domestik Pellegrini mampu mempersembahkan gelar liga pada musim 2014/2015. Kita tahu Pep Guardiola sangat sukses di Eropa. Membawa Barcelona juara dua kali Liga Champion, pada 2009 dan 2011.

Di liga domestik pun Pep merupakan jaminan mutu. Pelatih berkewarganegaraan Spanyol itu selalu berhasil membawa klub yang diasuhnya juara dengan berhasil membawa Bayern Munchen hattrick pada 2014, 2015, dan 2016. Meski begitu, di klub Bundesliga dia belum mampu membawa Die Rothen berprestasi di Eropa. 

Praktis, setelah kekalahan dari The Reds, Manchester Biru tinggal mengharapkan juara liga, yang bisa jadi sudah pasti diraih. Mengingat, jarak yang begitu jauh dengan Manchester United di posisi kedua, meski pesta juara tertunda akibat comeback Red Devils dalam derbi Manchester beberapa hari lalu, seperti dilansir Bola.republika.co.id (08/04/2018).

Manchester City, Klub "Baru Gede" yang Masih Harus Belajar di Kompetisi Eropa

Pogba menunda pesta juara City dengan 2 golnya


Liverpool Lebih Berpengalaman di Eropa
Oke, City adalah klub bergelimang uang. Pemain semahal apa pun bisa mereka beli. Sejak menjadi milik Syeikh Mansour pada 2008, the Citizen memang telah menjadi klub besar nan kaya. Menggeser dominasi Big Four (Manchester United, Arsenal, Liverpool, dan Chelsea) bahkan berhasil menjadi kampuin Liga Primer Inggris pada 2012 dan 2014.

Manchester City, Klub "Baru Gede" yang Masih Harus Belajar di Kompetisi Eropa

Syeikh Mansour, pemilik City dan berambisi menjadikan City terbaik di dunia. 

Namun, ada yang terlupa. Liga Champion bukanlah Liga Inggris. Liga dengan trofi “Si Kuping Besar” ini adalah kompetisi yang mempertemukan klub terbaik dari seluruh liga di Eropa untuk menentukan siapa raja di Benua Biru. Dan bukan jaminan klub yang juara di liganya bisa juara di Liga Champion.

Jelas, dalam konteks ini relevan kalau membicarakan Liverpool. Buat klub yang bermarkas di Anfield itu, kompetisi ini seakan tempat mereka “bermain”. Buktinya, prestasi The Kop melampaui semua klub Liga Inggris lain dengan lima gelar juara yang telah diraih. Bahkan ketika klub yang bermarkas di Anfield ini menderita karena tak pernah merengkuh kembali juara liga sejak 1990, mereka masih bisa berbicara banyak di level Eropa, yaitu juara Piala UEFA 2000/2001 dan Liga Champion 2004/2005, seperti dilansir CNN Indonesia (16/09/2014).

Manchester City, Klub "Baru Gede" yang Masih Harus Belajar di Kompetisi Eropa

Liverpool tetap bisa berbicara banyak di level Eropa, 
meski tidak pernah lagi juara di liga domestik. 

Bandingkan dengan City. Di Kompetisi Eropa sepanjang sejarah klub ini berdiri, mereka baru juara Piala Winner tahun 1970. Ironisnya, piala ini dihapuskan tahun 1999 dilansir Goal.com (19/05/2014). Thread ini  bukan untuk mengecilkan harapan City juara di Eropa, Gan-Sist Namun melihat dari fakta di atas, pengalaman bertanding dan terlibat di kompetisi dengan rentang waktu yang lebih panjang, ternyata berpengaruh terhadap kemenangan. Karena itu, sudah selayaknya, City, sebagai klub “Baru Gede” terus belajar dan lebih berhati-hati saat menghadapi klub-klub yang sudah memiliki sejarah panjang di kompetisi Eropa. Caranya, tidak menganggap enteng dan juga berbenah untuk meningkatkan mental juara para pemainnya. 

Jangan dulu jumawa karena sudah pasti merebut gelar Liga Inggris. Kekalahan melawan MU dan Liverpool, dari awalnya unggul 2-0 dan 1-0 hingga berbalik 2-3 serta 1-2, wajib menjadi pelajaran berharga buat Pep dan para pemain City.

Sekian dan terima kasih. Ane bukan fans city juga bukan haters-nya. Cuma berbagi sudut pandang aja. Bahwa uang dan pemain bintang bukan jaminan bisa jadi yang terbaik. Mental juara dan sejarah tetap berpengaruh di industri sepakbola yang kian komersil ini. 
Diubah oleh iqbalawal
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
Halaman 1 dari 9
Liga Inggris juga kan di eropa emoticon-Malu
namanya juga mendadak gedeemoticon-Cool
dicoba lagi musim depan

atmosfer ga pernah bohong emoticon-cystg
barka kalah eaa emoticon-Wakaka
kirain city bakal dibully. eh malah barca emoticon-Big Grin
ini salah satu club yang fansnya suka diledekin karbitan itu ya? emang sih besarnya dadakan kaya tahu bulat kaga ada prestasi di masa lampau sebagaimana club besar lainnya dan fans diluar fans lokalnya juga baru mendukung ketika tim ini besar bukan dari awal atau dari sebelum-sebelumnya emoticon-Amazed
Kebanyakan beli pemain baru di musim ini, apalagi bek nya rata2 baru,paling si kompeni yg tetua ya jadi begitu.. gol nya pun dari blunder bek city sendiri rata2
Udah kepedean duluh sih breh
emoticon-Cool

Manchester City, Klub "Baru Gede" yang Masih Harus Belajar di Kompetisi Eropa
top klop banget sesuai slogan iklan makanan ringan
Quote:


iya sih tapi ....... eheheh
Quote:


bukan mendadak dangdut bre?

Quote:


bagus nih, satir beudddd

Quote:


betul nih olimpico emang sangar

Quote:


piss bree eheheh

Quote:


sama2 jumawa paling bre, gini deh jadinya
Quote:


unik ya hahaha
Quote:


leh uga pendapatnya bre
Quote:


nah bener juga
mental butuh bertaun2 terbentuk bray
Halaman 1 dari 9


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di