alexa-tracking

Tikus dan wereng pengubur impian panen petani

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acdec1d5a5163b13d8b4569/tikus-dan-wereng-pengubur-impian-panen-petani
Tikus dan wereng pengubur impian panen petani
Tikus dan wereng pengubur impian panen petani
Sejumlah petani bersama anggota Babinsa dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) menyemprot tanaman padi saat dilakukan Gerakan Pengendalian Hama di persawahan desa Mento, Candiroto, Temanggung, Jateng, Rabu (28/3).
Sekujur tubuhnya hitam dengan kepala bertanduk. Mereka adalah manusia berwujud kerbau. Di lahan sawah, dua manusia kerbau itu memanggul garu di bahu yang dikendalikan lelaki bercaping dengan pecut.

Cuplikan manusia kerbau di sawah itu merupakan tradisi kebo-keboan yang berlangsung turun-temurun sampai sekarang di Dusun Krajan Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi, Jawa Timur. Kebo-keboan merupakan tradisi menirukan perilaku kerbau dan petani yang sedang membajak sawah.

Tradisi kebo-keboan berawal dari munculnya berbagai hama yang merusak padi di sawah, masyarakat suku Osing di Alasmalang menyebutnya pagebluk. Setelah diadakan tradisi kebo-keboan, petani meyakini berbagai hama tersebut lenyap.

Tradisi unik pengusir hama di Banyuwangi, terdapat pula di berbagai pelosok di Indonesia yang dikenal sebagai negara agraris. Ada yang menancapkan jampi-jampi di pojok sawah hingga berbagai kenduri pengusir hama.

Hama menjadi momok bagi petani di Indonesia dari tahun ke tahun. Hama yang merusak padi dapat berupa tikus, wereng batang cokelat, daun kresek, pengerek batang padi, virus tungro, dan jamur yang menyebabkan penyakit blas.

Dari beragam jenis hama padi itu, tikus dan wereng batang cokelat menjadi hama paling banyak merusak impian petani mendapatkan hasil panen melimpah.

Data dari Kementerian Pertanian yang diolah Lokadata Beritagar, memperlihatkan wereng telah menyerang sekitar 86 ribu hektare sawah selama 2017. Dari total serangan wereng itu, ada 1.969 hektare sawah gagal panen alias puso.

Serangan tak kalah dahsyat berasal dari tikus. Binatang pengerat ini telah menyerang 80 ribu hektare sawah. Serangan si tikus sebagian besar dapat diatasi melalui pengendalian hama, tetapi masih ada 1.570 hektare gagal panen.
var divElement = document.getElementById('viz1523421149820'); var vizElement = divElement.getElementsByTagName('object')[0]; vizElement.style.width='650px';vizElement.style.height='627px'; var scriptElement = document.createElement('script'); scriptElement.src = 'https://public.tableau.com/javascripts/api/viz_v1.js'; vizElement.parentNode.insertBefore(scriptElement, vizElement); Display only on mobile var divElement = document.getElementById('viz1523421073268'); var vizElement = divElement.getElementsByTagName('object')[0]; vizElement.style.width='320px';vizElement.style.height='527px'; var scriptElement = document.createElement('script'); scriptElement.src = 'https://public.tableau.com/javascripts/api/viz_v1.js'; vizElement.parentNode.insertBefore(scriptElement, vizElement);
Budi daya tanaman padi sawah akan selalu dihadapkan pada ancaman serangan hama atau organisme pengganggu tanaman yang dapat mempengaruhi produktivitas/produksi.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mengatakan luas tanaman yang diserang oleh hama jauh di bawah ambang batas toleransi.

Luas lahan sawah yang terserang hama hanya 0,42 persen dari total lahan sawah nasional, sedangkan ambang batas serangan hama adalah 5 persen. "Tapi kami tetap melakukan antisipasi dan tindakan preventif lebih awal," kata Amran melalui laman Pertanian.go.id.

Indonesia memiliki luas sawah mencapai 4,82 juta hektare berdasarkan data Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional 2017. Luas lahan sawah itu menyusut 150 ribu hingga 200 ribu hektare setiap tahun karena berubah menjadi lahan industri, rumah, dan lain-lain.

Meski masih di bawah ambang batas, serangan hama di tengah lahan yang kian menyusut itu tetap dirasakan ribuan petani.

Hasil survei struktur ongkos usaha tanaman padi dari Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan bahwa jumlah rumah tangga yang mengalami serangan hama mencapai 77,16 persen dari jumlah total rumah tangga padi sawah. BPS melakukan survei terhadap 165.885 rumah tanggal di 34 provinsi di Indonesia.

Serangan tersebut juga berdampak cukup signifikan terhadap penurunan produktivitas/produksi tanaman padi sawah yang dibudidayakan rumah tangga. Hasil survei menunjukkan bahwa 29,85 persen rumah tangga menyatakan serangan hama yang dialami telah berdampak penurunan produktivitas/produksi di atas 25 persen.

Karena itu, upaya pengendalian hama merupakan aspek yang sangat penting dalam kegiatan budi daya. Berdasarkan data BPS yang diolah Lokadata, sebagian besar petani melakukan pengendalian hama melalui metode kimiawi.

Meski pengendalian hama dianggap penting menuju sukses panen, ada petani yang tidak melakukan pengendalian hama. Mereka tidak melakukan pengendalian hama karena terbentur dana, biaya mahal, serta kesulitan mendapatkan sarana pengendali hama.
Tikus dan wereng pengubur impian panen petani
Persentase rumah tangga menurut cara pengendalian hama dan alasan tidak melakukan pengendalian hama
Program pengendalian suatu hama, umumnya hanya dilakukan penekanan terhadap populasi serangga hama, belum berdasarkan konsep sistem kehidupan. Demikian diungkapkan Peneliti Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Bambang Nuryanto dalam artikel waspada serangan hama tanaman padi di musim hujan.

Bambang menyatakan, pendekatan terhadap sistem kehidupan dapat membantu mengembangkan kerangka pemikiran pengendalian hama yang konsepsional. Untuk itu, kata Bambang, perlu adanya konsep pengendalian hama terpadu.

"Agar budi daya tanaman pertanian dapat diupayakan secara maksimal dengan tetap menjaga keseimbangan lingkungan," tulis Bambang.

Pengendalian hama terpadu merupakan teknik pengendalian hama dengan manipulasi agroekosistem secara menyeluruh dengan menggunakan berbagai macam taktik pengendalian yang sesuai dan dilakukan dengan bijaksana secara terpadu sehingga populasi serangga hama dapat ditekan sampai tidak merugikan secara ekonomi.

Pengendalian hama terpadu tidak mengandalkan kepada satu cara saja tetapi mengkombinasikan berbagai cara. Pengendalian cara ini diharapkan seminal mungkin mengganggu musuh alami.

Penggunaan insektisida dalam program Pengendalian hama terpadu harus secara selektif. Contohnya, teknologi pengendalian wereng cokelat dapat beraneka ragam, dapat disesuaikan dengan komponen pengendali mulai dari bercocok tanam, pergiliran varietas, manipulasi musuh alami, sampai pemilihan insektisida.
Tikus dan wereng pengubur impian panen petani


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...n-panen-petani

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Tikus dan wereng pengubur impian panen petani Permintaan maaf Zuckerberg dan celah keamanan Facebook

- Tikus dan wereng pengubur impian panen petani Menunggu sikap Jokowi saat setahun kasus Novel Baswedan

- Tikus dan wereng pengubur impian panen petani Kabupaten Bandung KLB miras, polisi buru pemasok