alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Beritagar.id /
Menunggu sikap Jokowi saat setahun kasus Novel Baswedan
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acdcd2e56e6aff84a8b4574/menunggu-sikap-jokowi-saat-setahun-kasus-novel-baswedan

Menunggu sikap Jokowi saat setahun kasus Novel Baswedan

Menunggu sikap Jokowi saat setahun kasus Novel Baswedan
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberi keterangan setelah diperiksa Tim Pemantauan Kasus Novel Baswedan di kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Jakarta, Selasa (13/3/2018).
Tepat setahun lalu, 11 April 2017, penyidik Komisi Penyelidikan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjadi korban percobaan pembunuhan. Namun setahun berlalu, hari ini (11/4/2018), kasus ini belum juga menunjukkan titik terang penyelesaian.

Novel diserang oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor dengan air keras selepas menjalani salat subuh di dekat kediamannya di wilayah Kepala Gading, Jakarta. Air keras dari pelaku tepat mengenai wajahnya dan melukai kedua matanya.

Kepada detikcom, Senin (9/4), Novel menjelaskan bahwa siraman air keras turut masuk ke dalam hidung. Namun cedera paling parah dialami mata kiri yang kerusakannya mencapai 95 persen.

Kerusakan meliputi selaput pelindung dan lensa mata kiri. "...jadi selaputnya terbakar. Untuk yang kanan, kerusakan selaput sampai 60 persen, agak lebih ringan," ujar Novel.

Mantan anggota Polri ini pun sempat menjalani operasi dan hidup di Singapura selama kurang lebih 300 hari. 22 Februari silam, Novel untuk pertama kali kembali ke Indonesia.

Kedatangannya di gedung KPK di Kuningan, Jakarta, disambut meriah para aktivis dan pegiat antikorupsi. Turut hadir pula kelompok musik Efek Rumah Kaca.

Namun Novel belum sepenuhnya pulih. Ia masih membutuhkan rawat jalan matanya di Jakarta. Ada pula jadwal operasi lanjutan di Singapura yang direncanakan April ini.

Novel sempat menjelaskan bahwa mata kirinya sudah buta, tapi dokter sudah menanamkan kornea artifisial serta berharap mata kiri bisa digunakan untuk membaca. Sementara mata kanannya masih berfungsi meski pandangan agak berkabut dan samar.

Namun pada saat matanya berangsur membaik, kasusnya justru berjalan mundur. Bahkan saat kasusnya "berulang tahun" pun belum juga kelihatan terangnya. Novel pun seolah menyadari bahwa kasusnya tak akan pernah terungkap meski ia tak lelah berjuang.

"...apakah ancaman terhadap orang-orang KPK selama ini ada yang ditangkap? Saya jawab, 'tidak ada'," tukasnya.

Dalam wawancara dengan Beritagar.id pada November 2017, Novel pernah mengaku ikhlas bila kasusnya tak terungkap. Namun Novel mengingatkan apabila kasusnya dibiarkan berarti negara seperti memberi jalan agar kasus yang sama terulang.

Dalam wawancara itu pula, Novel menyebut bahwa Presiden Joko "Jokowi"Widodo sebagai pemimpin negara turut bertanggung jawab. Jokowi memang sempat memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar menuntaskan kasus ini.

Namun hingga kini, Polri disebut tak pernah menunjukkan gelagat bahwa kasus ini bisa terungkap. Lantaran tak ada tindak lanjut yang signifikan dari Polri itu, Novel pun mulai kecewa kepada Jokowi (h/t CNNIndonesia.com).

Bola panas untuk Jokowi juga disampaikan Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi. Mereka menunggu keputusan Jokowi untuk membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF).

Yati Andriyani, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang menjadi anggota koalisi, mengatakan TGPF sudah mendesak.

"...karena satu tahun tidak ada kemajuan dalam kasus ini, jangankan menemukan pelaku intelektual, menemukan pelaku lapangan saja belum berhasil," kata Yati kepada Tempo, Senin (9/4).

Sementara Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan penyidik belum bisa mengidentifikasi dua orang pelaku penyerangan terhadap Novel. Sampai sekarang polisi masih menggali keterangan dari saksi yang lain.

Polisi sebenarnya sudah dua kali mengeluarkan paket sketsa terduga pelaku. Namun seluruhnya tak membuahkan hasil. Artinya kasus serangan terhadap Novel hanya berhenti pada sketsa terduga pelaku.

Sementara Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah membentuk Tim Pemantau Kasus Teror Novel Baswedan. Dilansir Okezone, hasil penyelidikan tim sudah menghasilkan sejumlah informasi.

Namun pada titik ini terjadi kendala. Tim kesulitan melakukan konfirmasi informasi tersebut. "Semua proses kami jalankan, berbagai informasi kami telah dapatkan, banyak yang didapat. Namun memang, ada beberapa yang belum dapat diklarifikasi," kata anggota tim, Choirul Anam, Rabu (11/4).

Di sisi lain, belum diketahui bagaimana sikap Jokowi terhadap desakan membentuk TGPF. Staf Khusus Presiden Jokowi, Johan Budi, mengaku belum menanyakan kepada Presiden mengenai perkembangan terakhir.

Yang jelas, ujar Johan kepada Merdeka, Jokowi sudah meminta laporan perkembangan kasus Novel dari Tito. "(Komunikasi Presiden dengan Kapolri) Sudah. Tapi saya belum nanya lagi ke pak Presiden soal itu," tutur Johan.
Menunggu sikap Jokowi saat setahun kasus Novel Baswedan


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...novel-baswedan

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Menunggu sikap Jokowi saat setahun kasus Novel Baswedan Kabupaten Bandung KLB miras, polisi buru pemasok

- Menunggu sikap Jokowi saat setahun kasus Novel Baswedan Bank Mandiri terbitkan kartu berlogo gerbang pembayaran nasional

- Menunggu sikap Jokowi saat setahun kasus Novel Baswedan Kisah Parinah, 18 tahun tanpa gaji dan komunikasi

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di