alexa-tracking

Kabupaten Bandung KLB miras, polisi buru pemasok

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acdc78da2c06e82718b4576/kabupaten-bandung-klb-miras-polisi-buru-pemasok
Kabupaten Bandung KLB miras, polisi buru pemasok
Kabupaten Bandung KLB miras, polisi buru pemasok
Korban minuman keras (miras) oplosan mendapat perawatan lanjutan oleh petugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSUD Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (10/4).
Hanya dalam 11 hari pada bulan April 2018 ini, puluhan orang di Jakarta dan Jawa Barat tewas akibat mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan. Terus bertambahnya korban bahkan membuat Pemerintah Kabupaten Bandung, Jabar, menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di daerah mereka.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Republik Indonesia (Kadivhumas Polri) Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, dikutip Antara News (10/4/2018), mengumumkan korban tewas di dua provinsi itu mencapai 82 orang--51 di Jabar, sisanya di Jakarta.

Korban terbanyak datang dari Cicalengka, Kabupaten Bandung. Pada periode 6-10 April, menurut Kompas.com (11/4), ada 103 orang yang datang ke RSUD Cicalengka untuk dirawat akibat mengonsumsi miras oplosan. Puluhan lainnya juga datang ke RS AMC Cileunyi dan RSUD Majalaya.

"Korban masih bertambah," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Polisi Agung Budi Maryoto, dikabarkan BBC Indonesia (11/4).

"Yang meninggal di RSUD Cicalengka 31 orang, RS AMC Cileunyi 7 orang, RS Majalaya 3 orang. Ditambah, korban tewas di Kota Bandung 4 orang, Palabuhanratu 6 orang, totalnya 51 orang," tambahnya.

Dari keterangan di atas berarti jumlah korban terbanyak, 41 orang, adalah warga Kabupaten Bandung. Banyaknya korban membuat Pemkab Bandung memutuskan untuk memberlakukan situasi KLB situasional karena sudah mengarah kepada bencana sosial.

"Memang ada KLB bencana sosial dan Kementerian (Kesehatan, red.) sudah menyetujui," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Achmad Kustijadi, kepada CNNIndonesia.com (10/4).

Penerapan KLB biasanya terkait dengan wabah penyakit atau bencana alam, namun pada bagian Pendahuluan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No 949/Menkes/SK/VIII/2004 disebutkan soal keracunan bahan berbahaya. Miras oplosan bisa masuk dalam kategori tersebut.

Penetapan status KLB tersebut akan membuat Pemkab Bandung menanggung seluruh biaya perawatan para korban miras oplosan di wilayahnya.

"Insya Allah, pembiayaan akan dijamin. Ada kontribusi dari Pemda terhadap beban masyarakat," kata Achmad.

Bupati Bandung, Dadang M Naser, menyatakan keprihatinannya atas musibah yang menewaskan banyak orang tersebut dan mengakui bahwa aparatnya kecolongan hingga miras oplosan bisa beredar bebas di kabupaten tersebut.

Dadang, kepada Republika.co.id, menduga ada pihak tertentu yang melindungi para penjual miras oplosan itu sehingga masih bisa beredar luas dan mudah didapatkan.

"Pengawasan Satpol PP sering dilakukan bahkan sebelum kejadian. Tapi suka ada yang membocorkan oknum di lapangan. Di sana (Cicalengka), memang kecolongan," katanya.

Sementara itu, Polri telah membentuk tim gabungan yang terdiri dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim), Polda Metro Jaya, dan Polda Jabar untuk mengusut tuntas sumber peredaran miras oplosan ini.

Mereka juga akan bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk meneliti kandungan bahan kimia dalam minuman keras tersebut.
Kabupaten Bandung KLB miras, polisi buru pemasok
Petugas membawa kardus yang berisi bahan untuk miras oplosan saat melakukan penggerebekan di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (8/4).
Sejauh ini mereka telah menangkap dua penjual miras oplosan di Kabupaten Bandung dan empat tersangka anggota jaringan penjual miras di Palabuhanratu, Sukabumi.

"Kami telusuri latar belakang dan motif penjual," kata Irjen Setyo.

Kadivhumas Polri itu juga mengingatkan warga agar berhati-hati jika mengonsumsi minuman keras. Apalagi miras yang produsen dan kemasannya tidak jelas.

"Masyarakat juga harus lebih peduli ke lingkungannya karena bukan hanya tugas polisi kejadian baru tahu. Tapi saya yakin bhabinkamtibmas di daerah sudah melakukan pencegahan dengan bekerjasama dengan stakeholder lainnya," kata Setyo kepada Kompas.com.

Polda Jabar langsung mengadakan penyisiran dan merazia para penjual miras oplosan. Hingga Rabu (11/4) Sebanyak 3.000 botol plastik dan 25 galon miras ginseng disita dari beberapa warung.

"Nanti akan kita kembangkan (penyelidikan) ke distributornya, sudah kita tangkap jelas tersangka kan penjualnya, nanti kita tanya beli dari mana, kita kejar terus sampai ke atas," kata Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto.

Miras oplosan amat berbahaya karena biasanya dibuat secara tradisional, hanya menyampurkan cairan berkadar alkohol tinggi--umumnya metanol dengan kadar alkohol 96 persen--dengan minuman lain. Bisa minuman bersoda, minuman energi, atau, dalam kasus di Cicalengka, dicampur dengan ginseng dan perisa stroberi.

Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jabar, Kombes Umar, cairan yang digunakan sebagai campuran minuman dalam kasus di Cicalengka adalah aseton berkadar alkohol 90 persen.

Aseton biasanya digunakan sebagai salah satu bahan pelarut zat pewarna kuku.

"Campuran-campuran dalam miras sudah dioplos oleh pengoplos. Namun, pada sejumlah kasus ada juga yang dicampur oleh korban secara terpisah," papar Umar.

Meski begitu, untuk memastikan penyebab kematian puluhan orang tersebut, polisi masih menunggu hasil uji laboratorium.
Kabupaten Bandung KLB miras, polisi buru pemasok


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...i-buru-pemasok

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Kabupaten Bandung KLB miras, polisi buru pemasok Bank Mandiri terbitkan kartu berlogo gerbang pembayaran nasional

- Kabupaten Bandung KLB miras, polisi buru pemasok Kisah Parinah, 18 tahun tanpa gaji dan komunikasi

- Kabupaten Bandung KLB miras, polisi buru pemasok Gap harga tinggi buat Premium jadi barang langka

image-url-apps
50 orang lebih sudah merenggang nyawa emoticon-Turut Berduka