alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Puisinya Dituding Menista Islam, Gus Mus: Nanti Dia Kena Batunya
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acdc666582b2e6c068b4568/puisinya-dituding-menista-islam-gus-mus-nanti-dia-kena-batunya

Puisinya Dituding Menista Islam, Gus Mus: Nanti Dia Kena Batunya

Puisinya Dituding Menista Islam, Gus Mus: Nanti Dia Kena Batunya
KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus berbicara dalam sarasehan membahas soal hoax di Semarang, Jateng, Kamis (20/4) [Antara/Aditya Pradana].


Suara.com - Mustofa Bisri , budayawan sekaligus ulama terkenal Indonesia, akhirnya buka suara terkait kontroversi puisi yang dibacakan oleh Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo .

Taj Yasin, Calon Wakil Gubernur Jateng pasangan Ganjar, mengkapkan Gus Mus sempat menuturkan mengenai puisinya yang dideklamasikan Ganjar dan dituding sejumlah pihak sebagai bentuk penistaan agama.

Padahal, puisi itu sudah lama dibuat Gus Mus, yakni ketika Orde Baru dan Soeharto masih berkuasa di Indonesia.

"Gus Mus prihatin karena puisi yang dulu jadi ikon perlawanan Orde Baru malah dipermasalahkan di era sekarang," kata Gus Yasin, saat mengantar Gus Mus berangkat ibadah Umrah, di Bandara Ahmad Yani Semarang, Rabu (11/4).

Gus Yasin bercerita, selama mengantar di bandara, Gus Mus mengatakan puisi itu karangannya 30 tahun lalu.

Persisnya, sewaktu masih menjadi anggota DPRD provinsi bersama Kiai Toyfur yang sudah almarhum.

"Gus Mus cerita puisi itu hasil ngobrol dengan Kiai Toyfur. Kata Kiai Toyfur waktu itu 'gus catat saja, bikin aja terus jadi puisi’ begitu," kata Yasin menirukan pernyataan Gus Mus.

Dalam cerita Gus Mus lagi, konteks puisi tersebut menggambarkan masyarakat Indonesia yang tertindas oleh rezim Orba.

Puisi tersebut sangat populer pada masanya di kalangan mahasiswa dan aktivis.

"Konteksnya dulu itu masyarakat tertindas karena politik waktu itu, jadi itu ungkapan dan puisi itu menjadi puisi wajib ketika masyarakat gerakan-gerakan LSM dan mahasiswa untuk demo," kata Yasin

Gus Yasin mengakui, Gus Mus sangat menyesalkan adanya penafsiran keliru yang berujung kontroversi. Namun, Gus Mus juga senang banyak masyarakat yang merespon dan membela puisinya.

Gus Mus, kata Yasin, mengakui banyak dihubungi santri-santrinya, terutama yang kini menjadi anggota GP Ansor dan Banser, ketika puisi itu dipersoalkan oleh eks demonstran anti-Ahok di DKI Jakarta.

"Banyak sekali dari teman Banser dan Ansor, mereka bertanya siapa yang melaporkan dan menghina puisi tersebut. Tapi karena Gus Mus mau umrah jadi belum bisa ketemu mereka," kata Gus Yasin.

Pihaknya juga dititipkan pesan Gus Mus, untuk tidak terlalu menanggapi serangan isu penistaan agama terkait pembacaan puisinya.

"Kata Gus Mus 'wes jarke wae lah toh (sudah biarkan saja lah), mereka akan kena batunya sendiri, itu kan malah menguntungkan njenengan (Anda) sama mas Ganjar toh itu bukan njenengan yang ngarang '," tutur Gus Yasin menirukan pesan Gus Mus.


FUIB Minta Maaf

Ketua Umum FUIB—eks demonstran anti-Ahok pada masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017—Rahmat Himran urung melaporkan Ganjar Pranowo ke Bareskrim Polri atas tuduhan menistakan agama, karena membacakan puisi Gus Mus.

Dalam konferensi pers di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (10/4), Imran justru memohon maaf kepada Gus Mus.

"Kami minta maaf yang sebesar-besarnya kepada Gus Mus dan keluarga besar Nahdlatul Ulama. Karena puisi yang dibacakan Pak Ganjar ternyata puisi Gus Mus,” tuturnya.



Puisinya Dituding Menista Islam, Gus Mus: Nanti Dia Kena Batunya

Awalnya, kata Imran, ia dan sohib-sohibnya tak mengetahui puisi yang dibacakan Ganjar di sebuah acara stasiun televisi nasional itu adalah karya Gus Mus.

Puisi itu dipersoalkan karena Imran dan teman-temannya mengklaim, terdapat larik yang menistakan Islam.

Larik yang mereka persoalkan itu adalah “Tuhan lebih dekat tapi masih sering dipanggil dengan pengeras suara.”

“Ternyata kami keliru menyimpulkan makna persoalan ini,” tukasnya.

Imran lantas membantah, urung melaporkan Ganjar ke Bareskrim Polri karena dirinya lebih dulu dilaporkan ke Polda Jateng, Senin (9/4) atas tuduhan fitnah.

“Kalau saya dilaporkan ke Polda Jateng, tidak masalah. Saya sebagai ketua bertanggung jawab,” tandasnya. [Ambar]




SUMBER :


https://m.suara.com/news/2018/04/11/145646/puisinya-dituding-menista-islam-gus-mus-nanti-dia-kena-batunya
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
Satu kata : nasbung Guoblokkkkkkkkkk......
Nasbung tolol
Al Maida aja baru tau
Kena gerombolan


Wkwkwkwkwkwk
OoOOoOOoo jadi kalo itu puisi yg bikin ganjar jadi penistaan? Standar gandakah atau goblok akut?
Ngoahahaha

Panjang umur dan sehat selalu Gus Mus...
Sebenernya yg jadi masalah itu isi puisinya ato siapa pembuatnya sih?

Kok begitu tau siapa pembuatnya malah gak jadi marah yak?

emoticon-Leh Uga
kebentur NU keder juga ni para buadjingan.
emng siapa yg nimpah batu?
kok kena batunya sendiri emoticon-Ngakak

jgn2 nimpah batunya di depan ban dalem truk emoticon-Ngakak
Berarti kalau bukan buatan Gus Mus bakal dipermasalahin dong???
kalau ada yang teriak Ini PENIS-taan.!!!

Langsung bergeraklah populasi sitolol membuat keramaian sambil TAKE BEER!!!!

Pakai otak dan cari data dan analisa lebih dalam ...
guoooblok emoticon-Ngakak FUIB ga tau sejarah
Diubah oleh cuck
Sehat selalu gus Mus
hooh hooh aja, jadi artinya apaan bre? emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin
Generasi cepirit emas siap menerima batu emoticon-Ultah
kedunguan tanpa batas dari gerombolan dungu yg tanpa otakemoticon-Traveller


Quote:


Yg di masalahin itu org yg bacain

emoticon-Leh Uga
Penistaan itu liat2 dulu siapa orgnya, kalo ga penting2 amat ya males lah nurunin massanya
emoticon-Ngakak
Puisinya Dituding Menista Islam, Gus Mus: Nanti Dia Kena Batunya
kaum bodoh ya begini
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di