alexa-tracking

7 Cara Efektif Menghadapi Karyawan Millennial di Kantor

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acdc3ad642eb6c53a8b4576/7-cara-efektif-menghadapi-karyawan-millennial-di-kantor
7 Cara Efektif Menghadapi Karyawan Millennial di Kantor
7 Cara Efektif Menghadapi Karyawan Millennial di Kantor

Banyak pemilik startup menganggap karyawan millennial (atau millennials) adalah karyawan yang memiliki kompetensi dan kapasitas tinggi yang dapat melakukan banyak hal (multitasking), penuh semangat, dan juga kreatif. Meskipun karakteristik tersebut mungkin memang ada pada karyawan millennial, namun mereka juga dikenal sebagai orang-orang yang berjiwa bebas, asertif, cepat bosan, dan selalu mencari tantangan baru.

Perusahaan startup memerlukan pendekatan khusus dalam menghadapi karyawan dengan karakter kompleks seperti yang dimiliki oleh millennials. Berikut ini adalah tujuh cara efektif dalam menghadapi karyawan millennial di kantor.

Ciptakan Suasana Kerja yang Menyenangkan


Karena kebanyakan millennials berjiwa bebas dan suka berinteraksi di jejaring sosial, sebaiknya kamu membuat konsep kantor dengan suasana santai yang memudahkan karyawan millennial untuk saling berinteraksi, misalnya menyediakan open office atau kantor tanpa sekat-sekat. Konsep kantor seperti ini kini telah banyak dipakai oleh berbagai perusahaan startup di Indonesia.

Selain itu, sediakan beberapa fasilitas yang bisa membuat mereka lebih merasa betah berada di kantor, misalnya ruang beristirahat, snack atau minuman gratis. Biarkan suasana di kantormu hidup, misalnya dengan mengizinkan mereka memasang musik ketika sedang nggak ada rapat, agar mereka lebih semangat dalam bekerja.

Jangan Terlalu Kaku Menyangkut Peraturan


Karyawan millennial nggak akan betah bekerja di perusahaan dengan peraturan yang terlalu strict. Peraturan yang kaku membuat mereka merasa terkekang. Oleh karena itu, sebaiknya perusahaanmu menetapkan peraturan yang lebih santai terhadap karyawan millennial.

Millennials juga nggak suka didikte atau menghadapi pemimpin yang hanya mengandalkan power atau wewenang. Mereka menginginkan sosok pemimpin yang bisa menginspirasi, mudah diajak berdiskusi, dan bisa memotivasi mereka.

Beri Mereka Pengakuan dan Apresiasi

Millennials cenderung kurang semangat dalam bekerja bila mereka nggak mendapatkan pengakuan dan apresiasi atas pencapaian mereka. Pengakuan dari manajer atau atasan mereka bisa memotivasi mereka untuk meningkatkan pencapaian mereka di proyek yang akan datang. Berikan juga apresiasi yang sepadan dengan usaha dan keberhasilan mereka.

Beri Mereka Kesempatan untuk Berkembang


Karena millennials menyukai tantangan, mereka ingin diberi kesempatan untuk mencoba pengalaman baru. Karyawan millennial cenderung lebih menyukai target-target jangka pendek ketimbang jangka panjang. Oleh karena itu, sebaiknya kamu memberikan proyek jangka pendek secara rutin untuk menggali potensi mereka dan kamu pun bisa menyediakan training yang bisa membantu memperkaya skill mereka.

Buat Waktu Kerja yang Fleksibel


Karyawan millennial cenderung menganggap penerapan jam kerja dari pukul 8 pagi hingga 5 sore sebagai konsep yang kuno. Kini penerapan jam kerja seperti itu sudah mulai ditinggalkan oleh beberapa startup di Indonesia. Karyawan millennial lebih menyukai jam kerja yang dapat disesuaikan dengan aktivitas mereka di luar kantor. Sebagai contoh; salah satu perusahaan startup di Indonesia membebaskan waktu kedatangan karyawannya, asalkan mereka tetap menghabiskan 8 jam di kantor.

Izinkan Mereka untuk Menyampaikan Pendapat

Millennials nggak cuma ingin mendengarkan kritik dan saran, tetapi juga didengar pendapatnya. Saat kamu melakukan evaluasi, sebaiknya kamu nggak melakukannya secara satu arah, tetapi dua arah. Ketahui kendala apa saja yang mereka hadapi, apa yang kira-kira bisa memotivasi mereka, dan izinkan mereka memberi saran untuk perusahaanmu juga.

Hubungkan Mereka dengan Teknologi


Kamu perlu memahami bahwa generasi millennial nggak bisa dipisahkan dari teknologi. Millennials akan lebih kesulitan bekerja secara manual, mereka lebih suka berkomunikasi dan bekerja mengandalkan teknologi yang dianggap lebih praktis. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk melibatkan lebih banyak teknologi dalam manajemen karyawanmu. Berikan karyawan mu kemudahan dalam mengelola berbagai pekerjaan dengan bantuan solusi otomatis, misalnya; mencatat kehadiran, jam kerja, pengeluaran, mengisi survey dan formulir evaluasi, mengecek gaji, dan lain-lain.

Semoga dengan membaca ketujuh tips di atas, kamu bisa lebih siap dalam menghadapi karyawan millennial di kantor.


×