alexa-tracking

Tahun Ini, 180 Ribu Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki Lewat Padat Karya Tunai

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acdb02f529a4563678b457c/tahun-ini-180-ribu-rumah-tak-layak-huni-diperbaiki-lewat-padat-karya-tunai
Tahun Ini, 180 Ribu Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki Lewat Padat Karya Tunai
Tahun Ini, 180 Ribu Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki Lewat Padat Karya Tunai

JPP, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Indonesia. Salah satunya adalah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau yang dikenal sebagai bedah rumah.

Pada tahun 2018, pelaksanaan BSPS menggunakan skema Padat Karya Tunai (PKT) dengan alokasi anggaran sebesar Rp3,2 triliun, yang akan menyentuh 180 ribu unit rumah tidak layak huni. 

“Bantuan (BSPS) ini bertujuan sebagai stimulan kepada masyarakat untuk perbaikan rumah secara swadaya. Anggarannya cukup besar untuk membantu MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) memiliki rumah layak huni,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (11/4/2018).

Selain itu, program tersebut juga menjadi pendukung pencapaian target Program Satu Juta Rumah yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 29 April 2015.

Dijelaskan Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid, penerima bantuan akan mendapatkan dana sebesar Rp15 juta, yang terbagi Rp12,5 juta untuk belanja bahan dan Rp2,5 juta untuk upah pekerja.

Menurutnya, dana yang diterima umumnya digunakan untuk perbaikan dinding rumah yang semula bilik bambu menjadi batu bata dan perbaikan atap yang rapuh sehingga rawan untuk roboh.

“Tahun ini program BSPS menjadi bagian program padat karya tunai. Perbedaannya, jika tahun lalu dana yang disalurkan seluruhnya untuk pembelian bahan bangunan, sekarang ada alokasi upah pekerja yang berasal dari masyarakat setempat,” terang Khalawi.

Dadang, salah seorang warga penerima BSPS di Desa Pasir Suren, Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, mengaku terbantu dengan adanya program BSPS, di mana rumahnya yang semula dinding bilik dan beratapkan bambu, kini dapat diperbaiki menjadi dinding bata serta beratapkan kayu dan genteng.

Sebagai informasi, di Kabupaten Sukabumi sendiri, pada tahun 2018 Kementerian PUPR menargetkan penanganan terhadap 748 rumah tidak layak huni di 11 desa dengan anggaran Rp11,6 miliar, yang terdiri dari komponen upah sebesar Rp1,8 miliar dan Rp9,8 miliar untuk bahan bangunan. 

Adapun jumlah rumah tidak layak huni yang ditangani di Kabupaten Sukabumi ini meningkat dua kali lipat, di mana pada tahun 2017 program bedah rumah di wilayah tersebut dilakukan di 347 rumah. 

Sedangkan untuk Provinsi Jawa Barat, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp294,9 miliar untuk PKT bedah rumah bagi 19.660 unit.

Dalam pelaksanaan PKT bedah rumah, masyarakat akan didampingi oleh tenaga fasilitator.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan memberikan pelatihan dan pembekalan kepada fasilitator tersebut agar memiliki satu pemahaman dalam pelaksanaan di lapangan.

Hadirnya fasilitator sebagai pendamping masyarakat diharapkan dapat memberikan sosialisasi, bimbingan, motivasi, dan pendampingan kepada para penerima bantuan sejak penyusunan proposal dan administrasi kegiatan. (pupr)


Sumber : https://jpp.go.id/nasional/infrastru...at-karya-tunai

---

Kumpulan Berita Terkait NASIONAL :

- Tahun Ini, 180 Ribu Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki Lewat Padat Karya Tunai Mengendarai Chopperland, Presiden Jokowi Tinjau Proyek Padat Karya

- Tahun Ini, 180 Ribu Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki Lewat Padat Karya Tunai Kemenperin Pacu Industri Padat Karya Berorientasi Ekspor di Jateng

- Tahun Ini, 180 Ribu Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki Lewat Padat Karya Tunai Arahan Menteri, Sekjen Kemkominfo Minta Percepatan Layanan Perizinan