alexa-tracking

Komisi IX DPR Sebut IDI Tidak Adil Pada Dokter Terawan

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acdae3ba09a39d9098b457e/komisi-ix-dpr-sebut-idi-tidak-adil-pada-dokter-terawan
Komisi IX DPR Sebut IDI Tidak Adil Pada Dokter Terawan
image-url-apps
Komisi IX DPR Sebut IDI Tidak Adil Pada Dokter Terawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi IX DPR RI dengan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) tampaknya membuat anggota komisi tersebut dari Fraksi Demokrat Anita Jacoba buka suara.

RDP tersebut memang digelar untuk mendengar penjelasan IDI terkait polemik rencana sanksi pemecatan terhadap Kepala RSPAD Mayjen Dr Terawan Agus Putranto.

Ia pun menyampaikan bahwa kasus itu telah menjadi perbincangan dan menimbulkan pertanyaan pada masyarakat luas.

Sehingga Komisi IX yang membidangi tenanga kerja, transmigrasi, kependudukan dan kesehatan itu harus menjawab semua pertanyaan tersebut.

"Ini menjadi bahan pembicaraan ditengah masyarakat, kami yang duduk di Komisi IX pun mendapatkan banyak pertanyaan yang perlu kami jawab," ujar Anita, dalam RDP di Ruang Rapat Komisi IX DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/4/2018).

Oleh karena itu, Anita menambahkan, Komisi tersebut mengundang PB IDI demi mendapatkan jawaban dari apa yang menjadi pertanyaan masyarakat selama ini tentang polemik sanksi Dokter Terawan.

Ia meminta PB IDI yang juga hadir bersama Mahkamah Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) untuk membeberkan alasan dibalik rekomendasi sanksi tersebut.

"Maka kami undang bapak-bapak di sini, agar menjelaskan apa yang salah dari praktik Dokter Terawan," jelas Anita.

Anita juga mendesak IDI memaparkan pengawasan yang selama ini dilakukan lembaga tersebut terhadap praktik para dokternya di hadapan Ketua serta anggota Komisi IX.

Hal itu karena ia menilai bahwa IDI telah melakukan ketidakadilan terhadap anggotanya.

"Pengawasannya seperti apa IDI?, karena saya sendiri melihat ini ada ketidakadilan," kata Anita.

Menurutnya, selama ini ia melihat IDI selalu membela para dokternya namun mengapa kali ini hal tersebut tidak dilakukan.

Padahal ia menganggap bahwa belum ada bukti nyata terkait dugaan kesalahan yang dilakukan oleh dokter yang dikenal dengan terapi cuci otaknya itu.

"Karena selama ini IDI selalu membela dokter, tapi ini tidak membela, padahal ini tidak ada bukti nyata," tegas Anita.

Hingga saat ini RDP pun masih berlangsung dan dipimpin oleh Ketua Komisi IX Dede Yusuf.

Pemaparan pun sempat dilakukab oleh MKEK, IDI, dan perwakilan Kementerian Kesehatan.

Sebelumnya, MKEK telah merekomendasikan putusan pemberian sanksi berupa pemecatan sebagai anggota IDI selama satu tahun dan pencabutan rekomendasi izin praktik terhadap Dokter Terawan.

Rekomendasi putusan tersebut berdasar pada asumsi MKEK IDI yang menilai Terawan mengiklankan diri terkait metode terapi cuci otak melalui DSA yang dilakukannya.

Terawan dianggap mengambik bayaran besar dan menjanjikan kesembuhan pada pasiennya.

Menurut MKEK IDI, hal tersebut bertentangan dengan etika kedokteran.

Namun PB IDI pun menunda sanksi pemecatan terhadap Kepala RSPAD Mayjen Dr Terawan Agus Putranto.

Penundaan tersebut melalui keputusan yang ditempuh setelah digelarnya Rapat Majelis Pimpinan Pusat (MPP) IDI.

Ketua Umum PB IDI Ilham Oetama Marsis, menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, pada Senin lalu (9/4/2018).

"Rapat MPP memutuskan bahwa PB IDI menunda melaksanakan putusan MKEK, karena keadaan tertentu, oleh karenanya ditegaskan bahwa hingga saat ini Dr TAP masih berstatus sebagai anggota IDI," kata Ilham.


Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...dokter-terawan

---

Baca Juga :

- Hari Ini DPR Panggil MKEK dan IDI soal Metode 'Cuci Otak' Dokter Terawan

- KSAD ‎Apresiasi IDI Tunda Pemecatan Dokter Terawan

- IDI Sebut Ada Intervensi di Balik Bocornya Surat Pemberhentian Dokter Terawan