alexa-tracking

Pemerintah Harus Akselerasi Insfrastruktur Ramah Perempuan dan Disabilitas

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acdaab3c0cb173d638b4569/pemerintah-harus-akselerasi-insfrastruktur-ramah-perempuan-dan-disabilitas
Pemerintah Harus Akselerasi Insfrastruktur Ramah Perempuan dan Disabilitas
Pemerintah Harus Akselerasi Insfrastruktur Ramah Perempuan dan Disabilitas

Jakarta,- Pemerintah telah berkomitmen menyediakan infrastruktur yang ramah terhadap perempuan dan penyandang disabilitas. Meski demikian, infrastruktur tersebut harus terus digiatkan dan dilakukan secara konsisten. Hal ini seperti dikemukakan Hetifah saat menjadi keynotes speak pada Anual Gender Equality, Social Inclusion and Civil Society Engagement dengan tema "Promoting Infrastruture For All", Rabu (11/4) di Shangrilla Hotel Jakarta.

"Pemerintah harus mengakselerasi. Sekarang ini kan kadang pemerintah angin-anginan menyediakan infrastruktur yang ramah bagi perempuan dan memberi kemudahan penyandang disabilitas", kata Hetifah yang merupakan Alumnus Planologi Institut Teknologi Bandung (ITB).

Baby Setiawati Dipokusumo, staf ahli Menteri PUPR Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat dalam sambutannya mengakui belum optimalnya pelembagaan pengarusutamaan gender dalam infrastruktur PUPR. Menurutnya dibutuhkan dukungan lintas kementerian.

"Untuk itu diperlukan dukungan dari kementerian driver yaitu Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPA) melalui perencanaan dan penganggaran yang responsif gender", kata Baby.

Sementara itu, Steven Barraclough, Kedutaan Besar Australia mengatakan bahwa pembangunan yang ramah terhadap perempuan dan penyandang disabilitas terus diupayakan di Indonesia melalui Kemitraan Indonesia-Australia untuk Infrastruktur (KIAT). 

"Di Jakarta, kita sudah mendesain bus agar perempuan nyaman. Pintu bus didesain dengan baik agar memudahkan penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda", ungkap Steven.
Jadi perempuan dianggap kagak capable gitu sampe dibedain fasilitasnya ?