alexa-tracking

Rencana Pembangunan Bandara Soekarno-Hatta II Bikin Karawang Jadi Incaran Investor

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acda03c2e04c857748b4568/rencana-pembangunan-bandara-soekarno-hatta-ii-bikin-karawang-jadi-incaran-investor
Rencana Pembangunan Bandara Soekarno-Hatta II Bikin Karawang Jadi Incaran Investor
Rencana Pembangunan Bandara Soekarno-Hatta II Bikin Karawang Jadi Incaran Investor

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Rencana Pemerintah membangun Bandara Soekarno-Hatta II di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, diyakini akan ikut mengkselerasi perkembangan bisnis yang didominasi oleh kawasan industri di kabupaten ini.

Proyek infrastruktur transportasi ini dinilai akan memberikan nilai tambah lebih bagi investor yang terjun di bisnis properti. 

Kelompok pengembang besar Agung Podomoro Land (APL) membidik peluang itu dengan mengembangkan proyek properti baru di Karawang.

"Pembangunan Bandara Soekarno-Hatta II di Karawang akan membuat kawasan makin strategis. Sudah saatnya bandara berkelas internasional dibangun di kawasan ini untuk memenuhi kebutuhan banyak kawasan industri yang membutuhkan mobilitas cepat, baik dari kawasan Karawang sendiri, maupun Bekasi, Purwakarta dan bagian timur Jakarta," kata General Manager Marketing Taruma Taruma, Ie Rina, baru-baru ini.

"Karawang ini wilayah yang unik. Dengan luas hanya 175 ribu ha ternyata menyimpan potensi luar biasa. Perpres untuk Bandara Soekarno-Hatta II sudah diteken," ungkap Rina.

Rina menambahkan, Kadin Indonesia sudah mengusulkan prosedur perizinan usaha untuk kawasan Bekasi Karawang dan Purwakarta disatukan agar makin menarik minat investor menanamkan modalnya di kawasan ini.

"Itu sudah diusulkan sejak akhir 2017 karena faktanya kawasan ini sudah menjadi tulang punggung utama kawasan industri di Indonesia," ungkap Rina. 

Baca: Epson Moverio BT-350, Kacamata Pintar dengan Teknologi AR, Buat Main Game Sampai Drone

Baca: Epson Kenalkan EB-1470Ui, Proyector Interaktif Terbaru untuk Presentasi yang Bisa Corat-coret

Mengutip data di Pemprov jawa Barat, pertumbuhan ekspor Jawa Barat selama empat tahun sejak 2013-2017 naik 13,42 persen. Nilai investasi asing di tahun 2013 mencapai Rp 93,5 triliun dan melonjak menjadi 162,7 triliun di 2017.

Untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN), dari Rp 86,2 triliiun yang masuk di 2013, naik menjadi Rp 94,05 triliun di 2017.

"Jabar menempati urutan tertinggi penanaman modal asing secara nasional. Invetasi PMA naik 74,19 persen per tahun sejak 2013 yang pertumbuhan tertingginya dikontribusi dari Karawang sebanyak 35 persen.

Taruma City

Rina menambahkan, untuk mengantisipasi pertumbuhan Karawang yang begitu cepat, pihaknya kini mengembangkan proyek properti Taruma City.

Ini merupakan proyek superblok baru yang dikembangkan grup APL di atas lahan seluas 5,6 hektar di jalan Kertabumi, di pusat kota Karawang.

Proyek Taruma City akan terdiri dari rumah toko, hunian landed untuk segmen atas, apartemen dantaman tematik Taruma Park.

Rina menyebutkan, lokasi yang dipilih APL untuk proyek superblok ini sangat strategis karena dekat dengan pintu tol Karawang Barat serta dekat dengan kawasan CBD Karawang yang saat ini sedang bertumbuh.

Proyek ruko empat lantai akan dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 1,8 miliar hingga Rp 10 miliar yang masing-masing dilengkapi dengan dua fasad. Yakni, menghadap jalan raya dan ke arah Taruma Park.

Untuk hunian landed Taruma City, APL akan membuatnya dalam jumlah sangat terbatas. Sementara, untuk unit apartemen, akan dipasarkan sebanyak sekitar 700 unit dengan satu tower apartemen setinggi 24 lantai.

CEO Taruma City Franky M Martono menambahkan, proyek apartemen Taruma City akan menyasar segmen ekspatriat. Yakni para eksekutif perusahaan modal asing yang berinvestasi di Karawang dan sedang membutuhkan hunian mengingat di Karawang banyak sekali kawasan industri berskala besar.

Meski begitu, pihaknya juga yakin apartemen ini juga diminati masyarakat Karawang.

Rina menambahkan, APL akan memasarkan produk-produk properti ini secara bertahap. Sementara, seluruh project ini diharapkan selesai dibangun dalam tiga tahun ke depan.

Rina optimistis, semua produk properti yang ditawarkan ini akan diserap pasar mengingat hasil riset APL menunjukkan, daya beli konsumen di Karawang sangat tinggi. Karawang juga menjadi salah satu kabupaten di sekitar Jakarta dengan UR tertinggi di Indonesia.

Apalagi di Karawang juga akan dibangun Pelabuhan Cilamaya untuk mengatasi kepadatan arus barang di Pelabuhan Tanjung Priok serta Bandara Internasional Kertajati di Majalengka yang sebentar lagi juga akan dioperasikan.

"Semuanya ini akan memberi nilai tambah mereka yang berinvestasi di produk properti di Karawang," ungkap Rina.

Ketua Bidang Pariwisata dan Media Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Karawang Alvino berharap, proyek properti superblok seperti Taruma City bisa mengakselerasi lebih kencang lagi perekonomian Karawang.

"Karawang akan menjadi kawasan industri terbesar di Asia Tenggara dan makin jadi incaran untuk tujuan investasi karena rencana pembangunan Pelabuhan di Cilamaya, rencana pembangunan Bandara Soekarno Hatta II," ungkap Alvino.

"Kita berharap, ke depan, semakin banyak investasi yang masuk ke Karawang seperti yang dilakukan APL melalui proyek properti Grand Taruma dan sekarang dengan proyek Taruma City. Harapannya, ini bisa memberi kontribusi pada naiknya pendapatan untuk APBD Kabupaten Karawang,” tandas Alvino.


Sumber : http://www.tribunnews.com/bisnis/201...caran-investor

---

Baca Juga :

- Pabrik Tinta di Kawasan Industri Mojokerto Terbakar, Penyebabnya Belum Diketahui

- APL: Taruma City Siap Jadi Central Business District Kota Karawang

- Incar Ekspatriat, APL Kembangkan Proyek Properti Baru Taruma City di Karawang

×