alexa-tracking

Ramalan Rizal Ramli Jadi Kenyataan Terkait Kasus Bank Century

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acd8de3642eb6e94d8b4568/ramalan-rizal-ramli-jadi-kenyataan-terkait-kasus-bank-century
Ramalan Rizal Ramli Jadi Kenyataan Terkait Kasus Bank Century
Ramalan Rizal Ramli Jadi Kenyataan Terkait Kasus Bank Century

Quote:
Menurutnya, dalam sidang, jawaban Mantan Menteri Keuangan Pak Boediono masih muter-muter. Sebenarnya, masalahnya sedehana, bank ini (Century) tidak pantas untuk di bailout karena bank ini dari duulu sudah bermasalah.

“Bank ini bank kecil, kalau ditutup juga dampaknya nyaris tidak ada apa-apa. Karena argumen sistemik ini argumen yang sangat menyesatkan. Karena, saya pernah sebagai Menko menyelamatkan bank BII yang 6 sampai 7 kali lebih besar dari bank Century dan itu kita lakukan tanpa bailout sama sekali,” tegas Rizal Ramli, Rabu (11/4/2018).

Mantan Menteri Keuangan era Presiden Abdurrahman Wahid (GusDur) itu menjelaskan, caranya bank mandiri dibuat untuk ambil over supaya ada umbrella of confident ganti manajemen dan take over sementara dan membuat uang kembali kedalam sistem bank BII pada waktu itu jauh lebih besat dari pada bank Century.

“Sebenarnya Century masalah yang sangat sederhana karena itikadnya adalah hanya mencari ember bocor,” ujarnya.

Baca: PN Jaksel: Penegak Hukum Lain Bisa Tangani Kasus Century

Dua tahun lalu, kata Rizal Ramli dia berkunjung ke penjara Antasari Azhar pada waktu menjadi ketua KPK.

Dia bercerita, suatu hari  Boediono datang sebagai Gubernur Indonesia meminta izin bailout untuk bank Indover di negeri Belanda sebesar Rp 5 triliun dan Antasari ditakut-takuti kalau tidak dilakukan maka kepercayaan terhadap Indonesia rusak dan rupiah anjlok serta investor bisa nggak percaya.

Namun, sambung Rizal Ramli, Boediono tidak tahu kalau Antasari adalah asisten Jaksa Agung Marzuki Darusman.

"Pada saat saya jadi Menko kita utus dia ke Belanda dan diberitahu oleh bank Central Belanda nggak usah khawatir kalau terjadi sesuatu akan dijamin oleh bank central Belanda dan tidak menimbulkan apa-apa," ujar Rizal Ramli.

“Begitu pak Boediono meminta izin ini, Antasari mengatakan, bapak lakukan bailout bank indover Rp 5 triliun, sorenya bapak saya tangkap. Jadi Boediono ketakutan,” Kata Rizal Ramli menirukan ucapan Antasari pada waktu itu.

Selang beberapa waktu kemudian, sambung Rizal Ramli, yang dikenal dengan Jurus Rajawali Ngepret ini, dicari ember kosong lain yaitu bank Century.

"Sebetulnya kebutuhan dananya hanya kebutuhan dana pihak ketiga sebesar Rp 2 triliun kok bisa dibailout sampai Rp 6,7 triliun pasti ada yang bocor," kata Rizal Ramli.

Selanjutnya, Rizal Ramli menilai, dari situ sudah sangat jelas bahwa  ada upaya untuk membobol bank.

"Karena itu saya minta pak boediono ksatrialah kasihan anak buah harus masuk penjara dan ditangkap. Ngaku ajalah jadi ksatria karena tanggung jawab itu ada di tangan pemimpin,” imbaunya.

Terkait pernyataan Istana Kepresidenan RI pada waktu itu yang mengatakan tidak ada yang lebih penting dari kesaksian seorang wakil presiden di depan sidang akan menyingkirkan sejumlah keraguan yang menuntun pada pandangan bahwa bailout century menyembunyikan niat buruk dari para pengambil keputusannya.

Rizal Ramli menegaskan, jangan lupa bank Century ini sudah rusak lama sudah busuk lama dan tidak ada hubungannya dengan krisis ekonomi saat itu bahkan kalau ditutup saja tidak ada efeknya sama sekali

“Bank Century sengaja mau dipakai sebagai ember kosong,” kata Rizal menegaskan kembali.

Selanjutnya, Rizal Ramli menjelaskan, pada waktu ketua KPK Antasari meminta BPK untuk melakukan audit dimana ketua BPK waktu adalah Hadi Purnomo dan wakilnya Taufiqurrahman Ruki merupakan teman dekat SBY.

"Salah satu permintaan Ruki adalah supaya jangan menyentuh NKRI dan Pak Hadi Purnomo kemungkinan banyak masalah sepakat hanya untuk melakukan polesi audit atau audit kebijakan," kata Rizal Ramli.

“Kalau sudah audit kebijakan pak Boediono dan Sri Mulyani pasti kena. dan yang sengaja tidak dilakukan oleh BPK adalah audit aliran dana. Padahal kalau ikut kasus bank Bali diaudit aliran dana dalam waktu 6 minggu akan ketahuan uang itu kemana,” bebernya.

Oleh Karena itu, Rizal Ramli mempertanyakan kok bisa, butuhnya hanya Rp 2 triliun dana pihak ketiga disuntik jadi Rp 6,7 triliun dan itu berlangsung selama 8 bulan sampai tahun 2009.

“Di seluruh dunia selamatkan bank cuma 1 hari atau 2 hari saja ditransfer dana bailout pihak ketiga selesai. Tidak ada di seluruh dunia uang itu ditarik secara bertahap sampai 8 bulan,” kata Rizal Ramli.

“Kalau diaudit, saya mohon pihak istana kalau diaudit yang betul akan jelas dana itu buat dana politik,” pungkas Rizal Ramli

Diketahui, hakim praperadilan pada PN Jakarta Selatan memerintahkan KPK menetapkan tersangka baru, yakni sejumlah nama eks pejabat Bank Indonesia (BI), termasuk mantan Gubernur BI Boediono.

Hal ini merupakan lanjutan dari kasus skandal Bank Century.

“Memerintahkan termohon untuk melakukan proses hukum selanjutnya sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century dalam bentuk melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka terhadap Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede dkk (sebagaimana tertuang dalam surat dakwaan atas nama terdakwa Budi Mulya) atau melimpahkannnya kepada kepolisian dan atau kejaksaan untuk dilanjutkan dengan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat,” kata hakim Effendi Mukhtar dalam putusan praperadilan sebagaimana diterangkan pejabat Humas PN Jaksel, Achmad Guntur di kantornya, Selasa (10/4/2018).


Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...s-bank-century

---

Baca Juga :

- PN Jaksel: Penegak Hukum Lain Bisa Tangani Kasus Century

- Menteri Hukum dan HAM Ungkit Kasus Century

- Bertemu Menteri Kehakiman Tiongkok, Yasonna Ungkit Kasus Bank Century

Salut ama pak Rizal Ramli... sayang pernyataannya belum.didukung data2, jadinya seolah hanya sekedar buat banyolan politik


emoticon-No Hope