alexa-tracking

Anggota DPR : Premium Hilang di Pasaran, Masyarakat Terpaksa Beli Pertalite

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acd8aa2529a45822a8b459a/anggota-dpr--premium-hilang-di-pasaran-masyarakat-terpaksa-beli-pertalite
Anggota DPR : Premium Hilang di Pasaran, Masyarakat Terpaksa Beli Pertalite
Anggota DPR : Premium Hilang di Pasaran, Masyarakat Terpaksa Beli Pertalite

JAKARTA (INDOPETRO)- Umumnya masyarakat tidak mempersoalkan apakah Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium akan dihapus atau tidak. Yang penting BBM penggantinya menyamai harga Premium. “Sekarang harga BBM jenis Premium per liternya Rp 6500 tapi sayangnya tidak ada di pasaran,” kata Kardaya Warnika, anggota Komisi VII DPR pada sejumlah media, Rabu (11/4/2018) di Jakarta. Masyarakat secara tidak langsung dipaksa membeli BBM jenis Pertalite.

Artinya, lanjut Kardaya, rakyat harus menanggung harga BBM Premium dari Rp 6500 menjadi Rp 7800 (harga BBM Pertalite). “Kenaikan inilah yang menyebabkan terjadinya inflasi,” tandas politisi dari Partai Gerindra ini. Padahal harga BBM di seluruh Indonesia ditentukan oleh pemerintah. “BBM itu kan tidak hanya Premium saja. Ada banyak jenis BBM. Dan tidak hanya Pertamina yang menjual BBM. Shell pun juga menjual BBM. Apakah harganya juga ditentukan oleh pemerintah,” tanya Kardaya. Faktanya harga BBM yang dijual Shell tidak ditentukan oleh pemerintah.

Lebih jauh Kardaya mengungkapkan bahwa Peraťuran Pemerintah (PP) Nomor 191 Tahun 2014 telah menyatakan bahwa pemerintah menentukan harga BBM. “Jadi untuk apalagi pemerintah mengeluarkan regulasi baru lagi,” katanya.

Diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) akan merevisi Peraturan Menteri (Permen) ESDM terkait dengan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Jenis Umum (JBU). Dalam revisi Permen ESDM tersebut secara tegas dinyatakan, jika ada kenaikan harga JBU, maka harus mendapat persetujuan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM.

“Perubahan menyangkut bahan bakar JBU non avtur dan industri, sesuai arahan Presiden, kenaikan harganya harus mempertimbangkan inflasi kedepannya. Pemerintah sangat concern dengan laju inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga BBM jenis pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, karena itu setiap kenaikan harga BBM Jenis Umum sesuai dengan Keputusan MK, jika ada kenaikan maka wajib mendapat persetujuan dari pemerintah terlebih dahulu,” kata Wakil Menteri (Wamen) ESDM, Arcandra Tahar. Selain pertimbangan inflasi juga mempertimbangkan daya beli masyarakat.

image-url-apps
cem bopeng aja hilang






Anggota DPR : Premium Hilang di Pasaran, Masyarakat Terpaksa Beli Pertalite
Mau harga pertalite disamakan dengan premiun tetap aja lebih baik premiun krena semua tergantung jenis kendaraannya juga!!
emoticon-Ngamuk
KASKUS Ads
angkot aja minum pertalite.. masak kalah gengsi ama angkot.. emoticon-Leh Uga
Quote:


coba premium gk langka, mana mau angkot pake pertalite.
image-url-apps
premium itu subsidi..

gw sih males beli premium.
gw ga berhak disubsidi.

kecuali gw punya motor tua yg kompresinya dibawah 9 emoticon-Hammer
mobil dan motor keluaran terbaru udah pada injection dan kompresi mesinnya udah 10 keatas,

mesinnya udah pada alergi sama premium

Tapi terserah kalo mau mesin knocking
image-url-apps
pertalite langka, kudu beli pertamax.. mantap
Anggota DPR : Premium Hilang di Pasaran, Masyarakat Terpaksa Beli Pertalite
Quote:


goblog jangan dipiara gan. CRV 2008 gw minum premium aman2 aja.. Xpander baru gw minum premium dari awal juga masih aman2 aja
gw sih tersrah aja dah biasa pake tamax lo ga talite
image-url-apps
Masih lancar tuh pasokannya , cuman stand nya dikurangi. Harga pun tetap Rp 6450 / l ,...berbanding pertalite : Rp 8150 / l.

Puas lah ngisi full tank per bbrpa hari sekali (70 l).
Quote:


gak malu gan mampu beli expander baru, tapi bensin subsidi

boil ane yang kelasnya jauh dibawab boil Agan aja minumnya pertamax Gan
image-url-apps
pake air mineral aja
image-url-apps
Quote:


sesekali aja sih bray..
kalo lg pake mobil rental emoticon-Ngakak (S)
pespa ane taon 76
ga kuat minum yang mahal2 bray
premium aja udah ketinggian
kalo bisa premix lah
Quote:


http://www.hukumonline.com/berita/ba...lagi-disubsidi
image-url-apps
Quote:


thanks yus..
ternyata jual rugi, bukan subsidi.

Harga keekonomian Premium adalah Rp 8.600 per liter, sedangkan yang ditetapkan pemerintah adalah Rp 6.450 per liter. Dengan demikian, Pertamina jual rugi Premium.
emang bejat, penipu sialan
Quote:


sejak awal 2015 premium udah gak disubsidi
agan punya boil harusnya lebih paham mana bbm yg bersubsidi sama enggak
Belum digembok
×