alexa-tracking

Cara Dan Tradisi Makan Orang Indonesia Dari Zaman Ke Zaman

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acd7f07c0d7700e378b4579/cara-dan-tradisi-makan-orang-indonesia-dari-zaman-ke-zaman
Cara Dan Tradisi Makan Orang Indonesia Dari Zaman Ke Zaman
Cara Dan Tradisi Makan Orang Indonesia Dari Zaman Ke Zaman

Kalau agan berasal dari tanah Pasundan tentu akrab dengan tradisi ngaliwet. Kegiatan mengolah nasi liwet di atas hamparan daun pisang lalu menyantapnya bersama-sama konon sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Banyak kalangan menyebut tradisi makan ini bukan berasal dari tanah Jawa melainkan diadopsi dari budaya orang-orang Arab lewat dunia pesantren.

Dalam kitab Fathul Baari karya Ibnu Hajar al Asqalani, ulama besar dan ahli hadist kelahiran Mesir, disebutlah sebuah hadits Nabi Muhammad yang berbunyi: “Makanlah bersama-sama dan janganlah sendiri-sendiri karena sesungguhnya makanan satu orang itu cukup untuk dua orang”. Karena hadits inilah orang-orang Arab membiasakan diri makan bersama-sama dalam shahfah (piring besar untuk makan lima orang) atau qas’ah (piring besar untuk makan sepuluh orang).

Pada abad ke-18, para imigran Hadrami (Yaman), Hijaz, dan Mesir membanjiri Nusantara. Bersama kedatangan orang-orang Asia Barat itu, dibawa pula berbagai tradisi budaya mereka termasuk soal etika makan. Seiring menguatnya pengajaran agama Islam, etika makan gaya Arab itu diadopsi para kyai dan santri lantas lambat-laun menyeruak ke khalayak.

Cara Dan Tradisi Makan Orang Indonesia Dari Zaman Ke Zaman

Sejatinya, cara makan bersama-sama dalam satu wadah tidak dikenal dalam tradisi Nusantara. Menurut sejarawan Fadly Rahman dalam Rijsttafel: Budaya Kuliner di Indonesia Masa Kolonial 1870-1942, pada umumnya kaum bumiputra duduk santai di lantai ketika makan dan mengalasi makanan mereka dengan selembar daun pisang atau piring kayu. Sebelum makan, tangan kanan dicuci dengan air supaya nasi yang dikepal tak lengket di tangan sehingga mudah disuapkan ke mulut.

Kebiasaan makan seperti itu sudah lama dianut bukan saja oleh orang-orang Nusantara tapi nyaris semua penduduk yang tinggal di kawasan Asia Tenggara. Di lain tempat wadah nasi dan lauk-pauk diganti daun-daun lebar sejenis daun pisang. Penduduk di pedalaman Ponorogo dan sebagian kawasan Jawa Timur menggunakan daun jati.

Cara Dan Tradisi Makan Orang Indonesia Dari Zaman Ke Zaman

Namun tentu saja, ada perbedaan gaya antara khalayak dan kaum ningrat dalam soal etika makan. Kendati sama-sama menggunakan tangan, ada aturan khusus yang dianut para bangsawan. Di antaranya saat makan dilarang keras bercakap-cakap atau mengangkat satu kaki serta harus mendahulukan orang yang paling tua.

Sebagian kaum elit bumiputra kemudian mulai menerima kebiasaan makan orang-orang Eropa. Contohnya dengan menggunakan sendok dan garpu. Tentunya penggunaan alat-alat makan khas Eropa itu sudah mengalami penyesuaian mengingat pisau tak biasa digunakan. Sebab, sebagaimana halnya masakan Tionghoa, masakan Jawa disiapkan untuk sesuap-sesuap dan tak perlu dipotong di piring.

Selain pengaruh Eropa, tradisi makan Nusantara diselusupi tradisi makan orang-orang Tionghoa. Salah satu pengaruh nyata adalah penggunaan sumpit, terutama saat mencicipi sajian sejenis mie.

Etika makan orang Eropa yang masih terjejaki hingga kini adalah prasmanan. Cara penyajian makanan ala Prancis ini mulai tren di Hindia Belanda pada 1896, saat seorang penulis resep masakan bernama Njonja Johanna menulis buku Boekoe Masakan Baroe yang memuat resep pembuatan berbagai kue dengan “tjara Blanda, Tjina, Djawa dan Prasman.” Kata “prasman” mengacu pada cara makan orang “fransman”, sebutan orang Belanda kepada orang Prancis, yang sering menyajikan makanan dengan ditaruh di atas meja. Orang-orang Prancis sendiri menyebut cara ini dengan nama buffet

Cara Dan Tradisi Makan Orang Indonesia Dari Zaman Ke Zaman

Istilah buffet sendiri diartikan sebagai meja besar yang ditaruh dekat pintu masuk restoran-restoran. Di atas meja, hidangan disusun para pelayan dengan maksud agar para tamu mendatangi meja tersebut dan memilih sendiri makanan yang diminatinya.

Cara “fransman” ini kemudian diikuti orang-orang Belanda. Menurut Fadly Rahman dalam Jejak Rasa Nusantara, cara ini juga diadopsi orang-orang bumiputra dan cukup diminati hingga kini. Karena kaum bumiputra sulit melafalkannya, cara ini pun disebut “makan prasman” lantas menjadi “makan prasmanan”.

Pengadopsian prasmanan oleh kaum bumiputra, terutama kaum ningratnya, “menghancurkan” secara perlahan tradisi makan cara lama. Sebelumnya tradisi makan dalam suatu perhelatan diberlakukan dengan konsep selametan: para tamu dibawakan berbagai sajian untuk disantap bersama dalam masing-masing piring atau wadah lain.

Cara Dan Tradisi Makan Orang Indonesia Dari Zaman Ke Zaman

Uniknya, di luar Jawa, prasmanan masih dimaknai bukan bagian dari tradisi makan lokal. Di Palembang misalnya. Menurut pengalaman Gustaaf Kusno, seorang penulis asal-usul dari Palembang, sebagian orang Pelembang masih menyebut prasmanan sebagai ’makan prancis’.

“Bahkan di undangan pernikahan orang Palembang masih sering tertulis ’Resepsi ala Prancis’,” tulis Gustaaf dalam kolomnya di Kompasiana.

Mengapa pencantuman “resepsi ala Prancis” itu dilakukan? Menurut Gustaaf, itu karena di Palembang ada tradisi makan lain yang dinamakan ’chia tuk’ (layanan per meja). Dalam tradisi khas Tiongkok ini, undangan dipersilakan duduk melingkari meja bundar dan hidangan akan dihantarkan pelayan secara berurutan.

“Dengan mencantumkan apakah pada resepsi tamu akan ’makan prancis’ atau ’makan chia tuk’, maka para undangan diberi ’sandi’ seberapa besarnya angpao yang akan diberikan. Diharapkan angpao yang lebih besar untuk makan ‘chia tuk’ ini,” tulis Gustaaf.

Beragam pengaruh bangsa-bangsa lain memperkaya khazanah seni kuliner Nusantara. Apapun makanannya, disajikan di atas daun atau piring, orang bisa makan sendirian atau bersama-sama, pakai tangan atau sendok dan garpu, dengan cara prasmanan atau selametan.

Itu dia gan etika makan orang Indonesia dari zaman ke zaman, ternyata banyak dipengaruhi oleh keberagaman budaya. Nah, kalo agan sendiri lebih suka makan pake cara yg mana nih? emoticon-Cendol Gan




Sumber
tradisi makan disini
makan pake tangan,kaki naik satu ke kursi,terus cuek sendawa wkwkw
image-url-apps
poto dulu baru makan emoticon-DP
KASKUS Ads
image-url-apps
tradisi makan kekinian

Cara Dan Tradisi Makan Orang Indonesia Dari Zaman Ke Zaman
paling mantap kalo makan langsung pake tangan
image-url-apps
Quote:


yg onoh makan fransman, yg ini makan superman
emoticon-Cool
image-url-apps
maan pake tangan. tapi kalo berkuah ane pake sendok 😆
image-url-apps
Makan bareng keluarga itu lebih nikmat.
Quote:


Itu ente bre? emoticon-Malu
image-url-apps
Quote:


wedyan poh piro, udulah mosok au dipadake yanklex

Cara Dan Tradisi Makan Orang Indonesia Dari Zaman Ke Zaman
image-url-apps
Berdoa, makan pakai tangan, terus jilatin tangan abis makanemoticon-Ngakak
image-url-apps
Quote:

Ente bisa nemuin org gitu di warteg sekitaran stasiun senen gan pas jam makan siang emoticon-Wakaka
Quote:

Keburu di lalerin tuh makanan gan emoticon-Big Grin
Quote:

Wah setuju gan, ane juga lebih nikmat pake tangan emoticon-Toast
Quote:

Kirain kalo yg berkuah pake sedotan gan emoticon-Hammer2
Quote:

Kenikmatan yg hqq ya gan emoticon-Jempol
Quote:

Abis itu tangan nya dipake buat garuk-garuk ya gan emoticon-Wakaka
×