alexa-tracking

Pemerintah Tarik Utang (lagi) Rp 21,8 Triliun dari Lelang SUN

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acd4d439a0951b1288b4567/pemerintah-tarik-utang-lagi-rp-218-triliun-dari-lelang-sun
Pemerintah Tarik Utang (lagi) Rp 21,8 Triliun dari Lelang SUN
Pemerintah Tarik Utang Rp 21,8 Triliun dari Lelang SUN

Selasa 10 April 2018 - 18:55

Pemerintah Tarik Utang (lagi) Rp 21,8 Triliun dari Lelang SUN
Kantor Kementerian Keuangan (Foto: Kemenkeu Foto/Langgeng)



[ltr]Pemerintah berhasil menarik utang sebesar Rp 21,8 triliun dari lelang lima seri Surat Utang Negara (SUN), dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp 37,7 triliun. Adapun lelang tersebut melebihi target indikatif yang sebesar Rp 17 triliun. [/ltr]


[ltr]Jumlah yang dimenangkan untuk[url=https://kumparan.com/@kumparanbisnis/benarkah-utang-indonesia-rp-4-000-triliun-bisa-picu-krisis-ekonomi?ref=body&type=mbcjugal?ref=body] seri SPN12180712[/url] mencapai Rp 4,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 4,18995%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada tanggal 12 Juli 2018 itu mencapai Rp 6,23 triliun.[/ltr]



[ltr]Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi dengan tingkat kupon diskonto tersebut mencapai 4,15% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,0%.[/ltr]


[ltr]Seri SPN12190411, jumlah yang dimenangkan mencapai Rp 4,45 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,0698%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada tanggal 11 April 2019 mencapai Rp 7,65 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk untuk seri obligasi dengan tingkat kupon diskonto tersebut mencapai 5,02% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 5,5%.[/ltr]

Pemerintah Tarik Utang (lagi) Rp 21,8 Triliun dari Lelang SUN
Ilustrasi mata uang Dolar. (Foto: AFP/Romeo Gacad)



[ltr]Sedangkan seri FR063, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp 6,5 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,92978%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada tanggal 15 Mei 2023 mencapai Rp 8,23 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 5,625% tersebut mencapai 5,9% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,05%. [/ltr]


[ltr]Kemudian seri FR064, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp 3,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,58989%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada tanggal 15 Mei 2028 mencapai Rp 11,13 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,125% ini mencapai 6,55% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,75%. [/ltr]


[ltr]Untuk seri FR065, jumlah nominal yang dimenangkan mencapai Rp 2,85 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,80995%. Penawaran untuk obligasi yang jatuh tempo pada tanggal 15 Mei 2033 mencapai Rp 4,47 triliun. Imbal hasil terendah yang masuk bagi seri obligasi yang mempunyai tingkat kupon 6,625% tersebut mencapai 6,78% dan imbal hasil tertinggi yang masuk sebesar 6,92%.[/ltr]


[ltr]Dalam lelang lima seri SUN sebelumnya pada Selasa (27/3), pemerintah berhasil menyerap dana sebesar Rp 20,7 triliun dari total penawaran yang masuk Rp 35,5 triliun.[/ltr]
https://kumparan.com/@kumparanbisnis/pemerintah-tarik-utang-rp-21-8-triliun-dari-lelang-sun



Pemerintah Tarik Utang (lagi) Rp 21,8 Triliun dari Lelang SUN
Surat Utang RI di Tangan Asing. (Foto: Sabryna Muviola/kumparan)

source:
https://kumparan.com/@kumparanbisnis/infografik-siapa-lembaga-asing-penguasa-surat-utang-ri?ref=body&type=bcjugal


Benarkah Utang Indonesia Rp 4.000 Triliun Bisa Picu Krisis Ekonomi?

Sabtu 07 April 2018 - 18:21

Pemerintah Tarik Utang (lagi) Rp 21,8 Triliun dari Lelang SUN
Ilustrasi menghitung mata uang Rupiah. (Foto: AFP/Bay Ismoyo)



[ltr] hingga akhir Februari 2018 mencapai Rp 4.035 triliun. Utang tersebut naik 13,46% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 3.556 triliun. [/ltr]


[ltr]Rasio utang pemerintah tersebut masih 29,24% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ini masih di bawah batas yang diizinkan oleh UU Keuanga Negara sebesar 60% terhadap PDB. Sejumlah pihak mengkhawatirkan utang tersebut dapat menimbulkan gejolak bagi perekonomian. [/ltr]


[ltr]Menteri Keuangan era Presiden Soeharto Fuad Bawazier mengatakan, selama ini pemerintah selalu membandingkan kondisi utang dengan Jepang. [/ltr]


[ltr]Menurutnya, rasio utang Jepang yang mencapai 200% terhadap PDB itu tak sama kondisinya dengan Indonesia. [/ltr]


[ltr]"Jepang yang megang surat utang ya rakyatnya sendiri. Kalau Indonesia didominasi asing. Ini yang mengkhawatirkan," kata Fuad kepada kumparan (kumparan.com), Sabtu (7/4).[/ltr]


[ltr]Lagi pula, lanjut dia, peringkat utang Jepang dan Indonesia jauh berbeda. Peringkat utang Jepang A+, sementara Indonesia BBB. [/ltr]


[ltr]"Pokoknya kalau kita dibanding Jepang jelas beda. Kondisinya beda," katanya. [/ltr]
https://kumparan.com/@kumparanbisnis/benarkah-utang-indonesia-rp-4-000-triliun-bisa-picu-krisis-ekonomi?ref=body&type=bcjugal


Kemenkeu Bantah Faisal Basri: Utang untuk Infrastruktur dan Pendidikan

Jumat 06 April 2018 - 15:03

Menyebut utang pemerintah saat ini lebih banyak digunakan untuk pembangunan infrastruktur dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini diharapkan akan berdampak positif secara jangka panjang bagi perekonomian ke depan.


[ltr]Jumlah utang pemerintah hingga akhir Februari 2018 melonjak 13,46% menjadi Rp 4.035 triliun dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017 yang masih Rp 3.556 triliun. [/ltr]


[ltr]Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman menjelaskan, tujuan penggunaan utang untuk infrastruktur dan perkembangan SDM memang tidak bisa cepat dirasakan hasilnya. Setidaknya, hasil dari pembangunan infrastruktur baru bisa dirasakan dua sampai tiga tahun setelah pembangunan dilakukan.[/ltr]


[ltr]"Keuntungannya memang masih nanti, tapi tidak apa-apa investasi dinikmati generasi mendatang. Jadi cukup beralasan pemerintah berikan modal untuk anak cucu," ujar Luky di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/4).[/ltr]


[ltr]Sebelumnya, Ekonom Universitas Indonesia Faisal Basri mengkritik penggunaan utang luar negeri pemerintah yang selama ini dinarasikan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur. Padahal, menurut data yang ia kumpulkan, utang luar negeri paling banyak digunakan untuk belanja pegawai.[/ltr]


[ltr]Menurutnya, proyeksi belanja pegawai pada 2018 adalah sebesar Rp 366 triliun, atau naik 28% sejak 2014. Sementara di posisi kedua adalah belanja barang sebesar Rp 340 triliun atau naik 58% sejak 2014. Sementara infrastruktur, yang masuk dalam kategori capital, berada di urutan ketiga yakni sebesar Rp 204 triliun atau naik 36% sejak 2014.[/ltr]


[ltr]"Infrastruktur itu paling banyak dibiayai dari utang BUMN, yang tidak masuk dalam kategori utang yang direncanakan," katanya di Kampus Universitas Indonesia Salemba, Jakarta, Selasa (3/4).[/ltr]


[ltr]Sementara itu mengutip data Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur naik 5,8% dari tahun lalu menjadi Rp 410,7. Jumlah tersebut dialokasikan untuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 107,4 triliun, Kementerian Perhubungan sebesar Rp 48,2 triliun, investasi pemerintah (PMN dan LMAN) sebesar Rp 41,5 triliun, dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 33,9 triliun.[/ltr]



[ltr]Kemudian untuk perkembangan SDM ini kami menginginkan pendidikan dan kesehatan bagi SDM Indonesia, investasi untuk itu tidak bisa ditunda lagi. Kalau tidak sekarang akan tertinggal dengan negara lain," jelas Luky.[/ltr]


[ltr]Pemerintah juga mengalokasikan anggaran pendidikan tahun ini sebesar Rp 444,1 triliun atau naik 5,8% dari tahun lalu yang sebesar Rp 419,8 triliun. Anggaran untuk kesehatan juga naik 5,8% dari Rp 104,9 triliun menjadi Rp 111 triliun.[/ltr]


[ltr]Luky menegaskan, jumlah utang Indonesia masih terbilang aman. Sebab rasio utang tersebut masih 29,24% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Atau di bawah level maksimal yang diperbolehkan negara sebesar 60% terhadap PDB. "Indonesia masih aman, Jepang itu 240% terhadap PDB," jelasnya.[/ltr]
https://kumparan.com/@kumparanbisnis/kemenkeu-bantah-faisal-basri-utang-untuk-infrastruktur-dan-pendidikan?ref=body&type=bcjugal

------------------------------------------

Mumpung masih bisa jadi negeri pengutang yang dipercaya, utang aja terus, toh jaminan sumber daya alam masih melimpah dan masih ada 17.000 pulau yang bisa dijadikan jamaninan ( "borg") kalau kita mau.

emoticon-Wkwkwk
Pemerintah Tarik Utang (lagi) Rp 21,8 Triliun dari Lelang SUN

Pemerintah Tarik Utang (lagi) Rp 21,8 Triliun dari Lelang SUN


emoticon-Ultahemoticon-Ultah emoticon-Ultah






ayo lunasi sebelum kanjeng ngetwit lagi
Pemerintah Tarik Utang (lagi) Rp 21,8 Triliun dari Lelang SUN















Pemerintah Tarik Utang (lagi) Rp 21,8 Triliun dari Lelang SUN
sepi amat nih thread
sepi lah gan, klo mau komplen coba bantah argumen menkeu tentang rasio pdb indonesia emoticon-Wowcantik
iya iyain aja deh
ooo gtu
2019 kita pulangkan mr. joko ke solo


emoticon-Shakehand2
SBN walau lokal banyak asing juga lumayan banyak emoticon-Roll Eyes (Sarcastic)
negara aja bearani ber-hutang, masak aye kagakemoticon-Ngakak
utang sama kanjeng dimas aja uangnya kan banyak
Quote:


Jangan mikirin tanggal muda tanggal tua
Yang penting masih bisa ngutang tetangga

by PMR
emoticon-Wakaka
jadi utangnya 2000 T atau 4000T sih? bingung
Quote:


ya sepi lah. karena udah pada kapok di tipu.
1. di tipu jokowi
2. di tipu anies.

nasib jadi orang indonesia begini lah.

PENJELASAN Menkeu aja ga bisa di jawab.. masih aja .. nasbung oh nasbung. dongok nya
Quote:


Si koh ahok malah ditipu bininya emoticon-Mewek
Quote:


Utangnya 4000 T, nambahnya 2000 T.. emoticon-Big Grin
Quote:


ga ada yang bahas ahok boss......

Quote:


Gak akan menang, soalnya batas atas yang tercantum di UU 60%. Sekarang “baru 30%”.

Tapi ga bijak juga membandingkan indo sama negara2 yang udah masuk negara maju.

Logis juga para pengamat itu khawatir utang indo blm ada tanda2 menurun.

Klo ane sih nunggu realisasi dari yang pernah bilang uangnya ada, janji ga nambah utang... itu aja sih
hutang naik
kemiskinan menurun

ke anak cucu emoticon-Wakaka