alexa-tracking

IHSG bisa Tembus level 6.700 jika Ekonomi Dalam Negeri Membaik (Bill Gates Pesimis?)

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acd49a69a09516e288b456f/ihsg-bisa-tembus-level-6700-jika-ekonomi-dalam-negeri-membaik-bill-gates-pesimis
IHSG bisa Tembus level 6.700 jika Ekonomi Dalam Negeri Membaik (Bill Gates Pesimis?)
IHSG bisa menembus level 6.700 jika ekonomi dalam negeri membaik

Selasa, 10 April 2018 / 07:08 WIB

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham Indonesia masih bergerak volatil. Isu global dan lokal masih membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Sentimen perang dagang Amerika Serikat versus Tiongkok, misalnya, masih menjadi perhatian para pelaku pasar. Dalam sebulan terakhir, IHSG sudah melemah 2,91%. Indeks saham sempat bergerak ke level terendah 6.140 pada Rabu (28/3) dua pekan lalu. Meski sempat menguat, IHSG kembali jatuh di level 6.157 pada Rabu (4/4).


baca pula: Isu perang dagang sementara, IHSG diyakini akan melaju

Kepala Riset Koneksi Kapital Sekuritas, Alfred Nainggolan, menyebutkan pelemahan IHSG dipicu oleh data ekonomi domestik, misalnya pertumbuhan ekonomi yang tak sesuai dengan ekspektasi.


Sebab, ada ekspektasi yang tinggi terhadap pertumbuan ekonomi di kisaran 6,35% hingga 6,5%. "Ternyata ada pernyataan dari pemerintah bahwa sulit mencapai target seperti di kuartal I-2017," ungkap dia kepada KONTAN, Senin (9/4).


Managing Director & Head of Equity Capital Market Samuel Internasional, Harry Su juga mengemukakan bahwa isu perang dagang AS vs Tiongkok sempat membuat pasar cemas. "Isu perang dagang jelek untuk Indonesia, karena ekonomi China akan slowdown dan Indonesia ikut melemah," kata dia, kemarin.


Meski demikian, pergerakan IHSG masih didominasi sentimen domestik, seperti data pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.


Sedangkan analis Paramitra Alfa Sekuritas, William Siregar, menilai sentimen perang dagang sudah terlewati. "Posisi IHSG saat ini justru sedang ada di bottomdan waktu yang tepat untuk masuk pasar," ujar dia.


Bagi pengamat pasar modal, Teguh Hidayat, sentimen perang dagang tak punya andil besar dalam down trend IHSG beberapa minggu terakhir. "Memang pada dasarnya IHSG sudah naik cukup tinggi dalam dua tahun terakhir. Dalam kondisi ekonomi yang baik pun belum tentu IHSG terus naik," kata dia.


IHSG sempat menyentuh rekor sepanjang masa, yakni di posisi 6.693 pada 19 Februari 2018. Teguh menilai, secara fundamental, ekonomi Indonesia cukup kuat menghadapi sentimen global. "Secara fundamental, ekonomi Indonesia tak ada masalah, kinerja emiten bagus, inflasi dan pengangguran rendah," kata dia.
Para analis sepakat, IHSG berpotensi kembali melanjutkan penguatan. Hingga akhir 2018, IHSG bisa berada di level 6.700.


William bilang, beberapa emiten yang bergerak di sektor konsumer bisa jadi penopang IHSG, Sebab, tahun ini ada banyak agenda yang jadi katalis positif seperti pilkada, Asian Games, serta pertemuan IMF di Bali. "Sebentar lagi juga akan ada momentum puasa dan lebaran, ini semua bisa mengerek daya beli masyarakat khususnya menengah bawah," ujar William.


Harry bilang, beberapa saham yang menarik dikoleksi adalah emiten di sektor pertambangan dan komoditas seperti ANTM, PGAS, DOID, ADRO, PTBA.

https://investasi.kontan.co.id/news/...negeri-membaik


Bill Gates: 
AS akan kembali alami krisis finansial hebat seperti tahun 2008

Selasa, 10 April 2018 / 19:21 WIB


IHSG bisa Tembus level 6.700 jika Ekonomi Dalam Negeri Membaik (Bill Gates Pesimis?)
ILUSTRASI. Orang Terkaya di Dunia - William Henry

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Masih ingat krisis finansial 2008 yang melanda Amerika Serikat? Krisis tersebut menyebabkan Depresi Hebat yang menyebabkan 8,8 juta pekerjaan di AS hilang. Kekayaan bersih rumah tangga di seluruh AS turun lebih dari US$ 19 triliun, dan jumlah keluarga tunawisma meningkat tajam. Butuh bertahun-tahun lamanya bagi ekonomi AS untuk pulih. Meski demikian, hingga saat ini, masih banyak warga AS yang masih merasakan dampak dari riak krisis hebat tersebut.


Pendiri Microsoft Bill Gates berpendapat, ekonomi AS akan kembali mengalami krisis serupa.
Mengutip CNBC, ketika Gates ditanyakan apakah dalam waktu dekat AS akan mengalami krisis lain yang serupa dengan 2008, ia memberikan jawaban yang cukup blak-blakkan. "Ya. Sulit untuk mengatakan kapan, tapi ini adalah sesuatu yang pasti terjadi," katanya.


Dia menambahkan, "Untungnya, kita berhasil melewati krisis 2008 dengan cukup baik. Warren telah membicarakan hal ini dan dia memahami isu ini jauh lebih baik daripada saya."


Meski demikian, baik Gates dan teman lamanya Warren Buffett secara umum optimistis mengenai ekonomi AS. Dalam sebuah esai untuk majalah Time, Buffett menyatakan ekonomi AS akan terus tumbuh ke depannya dan sebagian besar anak-anak Amerika akan hidup jauh lebih baik daripada orang tua mereka.


Demikian pula halnya dengan Gates. Meski meyakini akan terjadi krisis, dia juga mengatakan, "Meskipun bakal ada batu sandungan ke depan, saya cukup optimistis tentang bagaimana inovasi dan kapitalisme akan memperbaiki situasi bagi manusia di mana-mana."


Sementara itu, melansir Business Insider, Gates menyakini dunia akan semakin baik dilihat dari pengukuran yang objektif. Awal bulan ini, Gates mengatakan selama Q & A langsung di New York bahwa hal itu tidak terjadi secara otomatis.
"Itu karena orang peduli. Dan hal itu terjadi karena penemuan ilmiah," katanya.


Pada 2016, Gates mengatakan bukan hal yang mustahil untuk mengakhiri kemiskinan dunia pada 2030.

https://internasional.kontan.co.id/news/bill-gates-as-akan-kembali-alami-krisis-finansial-hebat-seperti-tahun-2008


Cina: Perang Dagang dengan AS Bencana Ekonomi Global
Ahad 11 March 2018 18:23 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Menteri Perdagangan Cina Zhong Shan mengatakan perang dagang dengan Amerika Serikat (AS) hanya akan membawa bencana bagi perekonomian global. Beijing telah mengkritik tarif logam yang diusulkan Washington dan menyebutnya berpotensi menghambat pertumbuhan perekonomian dunia.

Setelah mendapat tekanan dari sekutu, AS setuju memberikan kelonggaran dari tarif 25 persen untuk impor baja dan 10 persen untuk alumunium. Keputusan itu diumumkan langsung oleh Presiden AS Donald Trump pekan lalu.

Pada Sabtu (10/3), Uni Eropa dan Jepang mendesak AS memberikan pembebasan tarif impor logam. Namun target utama AS adalah Cina, yang perluasan kapasitasnya akan membantu menambah surplus baja global.

Cina telah berulang kali berjanji mempertahankan hak dan kepentingannya jika menjadi target dari kebijakan perdagangan AS. Zhong, yang berbicara di sela-sela sidang parlemen tahunan Cina, mengatakan Cina tidak menginginkan perang dagang dan tidak akan memulai perang.

"Tidak akan ada pemenang dalam perang dagang. Ini hanya akan membawa bencana bagi Cina, Amerika Serikat, dan dunia," ujar Zhong.

Ia menambahkan, Cina dapat menangani tantangan apa pun dan dengan tegas akan terus melindungi kepentingan dalam negeri. Namun menurutnya, kedua negara harus terus menjalin komunikasi.

"Tidak ada yang mau berperang, dan semua orang tahu ada yang merugikan dan tidak menguntungkan diri sendiri," jelasnya.

Pengumuman Trump mengenai tarif telah menggarisbawahi kekhawatiran tentang meningkatnya proteksionisme AS. Hal ini memicu gejolak di pasar keuangan global, karena investor khawatir perdagangan yang menyulitkan akan menghancurkan kenaikan pertumbuhan perekonomian dunia.

Pada Jumat (9/3), industri logam Cina mengecam keputusan Trump dan mendesak pemerintah melakukan pembalasan dengan menargetkan batubara AS. Sektor batu bara cukup penting bagi basis politik Trump dan ia telah berjanji mengembalikan kejayaan industri Amerika.

AS adalah pengimpor baja terbesar di dunia dan telah membeli 35 juta ton bahan baku pada 2017. Dari impor tersebut, Korea Selatan (Korsel), Jepang, Cina dan India masing-masing mengeluarkan sekitar 6,6 juta ton.

Ketegangan perdagangan antara Cina dan AS telah semakin meningkat sejak Trump menjabat sebagai presiden. Cina hanya menyumbang sebagian kecil impor baja ke AS, tetapi ekspansi industri baja globalnya yang cukup besar telah membantu menurunkan harga.

Zhong mengatakan angka defisit perdagangan resmi AS telah berada di atas perkiraan sekitar 20 persen. Angka tersebut akan jauh lebih rendah jika AS melonggarkan pembatasan ekspor pada beberapa barang berteknologi tinggi.

Trump percaya kenaikan tarif akan melindungi lapangan pekerjaan di Amerika. Meski demikian, banyak ekonom mengatakan dampak kenaikan harga bagi pengguna baja dan alumunium, seperti industri otomotif dan minyak, akan menghancurkan lebih banyak pekerjaan daripada mengekang impor.

Pemerintahan Trump mengatakan AS secara keliru telah mendukung keanggotaan Cina dalam Organisasi Perdagangan Dunia pada 2001. AS telah gagal memaksa Beijing untuk membuka perekonomiannya.

http://republika.co.id/berita/ekonomi/bisnis-global/18/03/11/p5f87q366-cina-perang-dagang-dengan-as-bencana-ekonomi-global

Lawan Perang Dagang, China Ancam Jual Obligasi AS Miliknya

Jumat, 12/01/2018 19:50 WIB



Jakarta, CNN Indonesia -- China merupakan kreditur asing terbesar untuk obligasi pemerintah Amerika Serikat. Akankah Negeri Tirau Bambu menghambat aliran dana dari keran surat utang ke Negeri Paman Sam?


Investor obligasi semakin khawatir dengan kebijakan China yang selama ini menjadi penggenggam sebagian besar surat utang negara AS yang biasa dikenal dengan US Treasury tersebut. 

Sebuah laporan yang dikutip dari CNN.com menyebutkan, China akan mengkaji kembali nilai kepemilikan surat utang pemerintah AS yang dibeli di pasar. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang kelanjutan hubungan antara kedua negara ekonomi terbesar di dunia itu, setelah sempat memanas karena persoalan perdagangan.


Bagaimana gambaran besarnya?

China memiliki sejumlah besar utang pemerintah AS. Data terakhir dari Departemen Keuangan mencatat sekitar US$1,2 triliun dan beberapa perkiraan lembaga independen menunjukkan bahwa nilainya bisa lebih tinggi lagi. Namun, tingkat pembelian Beijing melambat untuk sementara waktu.

Pasokan China yang besar di pasar utang AS merupakan produk sampingan dari sejumlah besar produk perdagangan yang dijualnya ke pihak Amerika Serikat. 

Sejumlah dana yang dikeluarkan untuk produk-produk ini akhirnya menemukan jalan ke bank sentral China, dan akhirnya digunakan pedagang untuk membeli obligasi AS.

Pembelian obligasi AS menyebabkan nilai tukar dolar menguat terhadap yuan, dan telah membantu ekspor China dalam beberapa waktu terakhir.

Para investor khawatir jika China mengurangi pembelian obligasi AS, maka pemerintah AS harus mencari investor baru. Bahkan perlu meningkatkan tingkat bunga untuk menarik minat investor. Pada akhirnya, beban bunga utang AS akan meningkat lebih dari tingkat saat ini yang sebesar US$20 triliun.

Biaya utang yang lebih tinggi berdampak buruk, termasuk mengganggu alokasi belanja lain. Di sisi lain, bisnis dan konsumen juga berpotensi menghadapi beban biaya pinjaman yang lebih tinggi. Semua ini akan berpengaruh pada ekonomi AS, dan menyebabkan perlambatan aktivitas ekonomi.

Mengapa China melego surat utang AS?

Beberapa pakar pasar berspekulasi bahwa China ingin memberi sinyal kepada Presiden Trump terkait persoalan perdagangan.

Analis memperkirakan Trump justru akan melakukan tindakan lebih keras terhadap China dalam beberapa bulan mendatang, yang berpotensi memicu perang dagang. Pemerintahan AS bisa memberlakukan tarif impor baja, aluminium dan panel surya, yang akan melukai produsen China.

"Kemudahan dalam pembelian obligasi akan menjadi sebuah pukulan untuk memperingatkan pemerintahan AS," kata Marc Chandler, Ahli Strategi Mata Uang di perusahaan investasi Brown Brothers Harriman.

Ahli lainnya meragukan gagasan China yang akan menggunakan obligasi untuk bermain politik.

"Sangat tidak mungkin China akan mengurangi pembelian obligasi AS untuk memberi peringatan kepada pemerintah Trump terhadap tindakan perdagangan yang agresif," kata Michael Hirson, Direktur Konsultan Risiko Politik Eurasia Group.

Dia menambahkan, aksi jual obligasi yang didorong oleh kepentingan politik akan mengancam pertumbuhan ekonomi global. Hal itu tentu merupakan berita buruk bagi China dan industri ekspor besarnya.

Penjualan tiba-tiba juga akan memukul nilai kepemilikan obligasi China yang besar dan menghentikan pelemahan yuan terhadap dolar.

China sudah merasa aman dengan nilai tukar yuan yang lemah dalam beberapa tahun terakhir. Namun mereka juga berfokus menjaga agar mata uangnya tetap stabil.

"Sulit untuk melihat bagaimana China akan muncul dari skenario ini lebih baik," kata Mark Williams, Kepala Ekonom Asia di firma riset Capital Economics.
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180112144908-532-268431/lawan-perang-dagang-china-ancam-jual-obligasi-as-miliknya


--------------------------

IHSG bisa Tembus level 6.700 jika Ekonomi Dalam Negeri Membaik (Bill Gates Pesimis?)
source: https://www.focus-economics.com/blog...s-in-the-world

TARGET EKSPOR 2019 MENURUT NEGARA TUJUAN

IHSG bisa Tembus level 6.700 jika Ekonomi Dalam Negeri Membaik (Bill Gates Pesimis?)


Nah, bila ramalan Bill Gates ini benar bahwa di masa depan ekonomi AS akan mengalami krisis finasial hebat kembali seperti 2008 lalu, tentu akan memukul perekonomian global dan resesi dunia pasti akan terjadi kembali. Ramalan Bill Gates ini tidak boleh dianggap enteng, sebab dia pasti menggunakan BIG DATA yang dimiliki Microsoft saat ini sehingga dengan data seperti itu dia bisa menganalisa suatu trend ekonomi di masa depan dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi. apalagi sudah ada pemicunya yaitu perang dagang AS vs China. 

Lalu apa dampaknya bagi perekonomian Indonesia di masa depan?
Jelas pengaruhnya besar sekali. Sebab expor-impor kita itu masih pakai dollar  penuh. Juga, utang-utang kita yang sudah Rp 40.000 triliun itui, bunga dan cicilannya harus dibayar dalam bentuk US Dollar pula. Disamping itu, AS itu adalah lokomotif ekonomi Dunia hingga hari ini ... dan perhatikan bahwa AS merupakan tujuan expor Indonesia. China nomor dua setelah AS, tapi harap diingat bahwa impor China untuk bahan mentah asal Indonesia itu, pada akhirnya merupakan bahan baku bagi industri dalam negeri China yang kemudian mengexpor hasil produksinya ke AS. Jadi bila AS kolaps seperti saat ini, ekonomi China juga otomatis terpengaruh. Dan giliran selanjutnya industri China itu akan  jeblog sehingga impor bahan mentah dari Indonesia pun jeblog!

emoticon-Sorryemoticon-Sorryemoticon-Sorry
Ga usah takut jan ada mentri terbaik sedunia
ditambah Cahaya Asia presiden Indonesia sekrng
2030 meroket ganemoticon-thumbsup
pagi all.. kwkwk..
Quote:


Bukan dollar yg 6700.. IHSG nya ooom.. emoticon-Smilie
asalkan ganti presiden, pasti bisa tembus kok
Quote:


wanjeng gw baru bangun maap banget bray emoticon-shakehand
cendol buat lu emoticon-Embarrassment
Quote:


..lalu ngutang untuk bangun sejenis Hambalang dan dikorup lagi.
KATAKAN TIDAK coy