alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Entertainment / The Lounge /
PENILAIAN SBMPTN 2018 BEDA? BAGAIMANA? ITEMS THEORY RESPONSE?
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acced1cd9d77091568b4567/penilaian-sbmptn-2018-beda-bagaimana-items-theory-response

PENILAIAN SBMPTN 2018 BEDA? BAGAIMANA? ITEMS THEORY RESPONSE?

Lalu, bagaiamana teman-teman dalam menjawab soal?
Lalu, bagaiamana teman-teman dalam menjawab soal?
Menjawab yang yakin saja
66.67%
Menjawab semua soal
33.33%
Bismillah, Assalamu'alaikun warahmatullahi wabarakatuh


PENILAIAN SBMPTN 2018 BEDA? BAGAIMANA? ITEMS THEORY RESPONSE?

 

Oke, sebelum masuk ke-inti diskusi, saya mau memperkenalkan diri saya secara singkat terlebih dahulu. Nama saya Deby. Saya adalah siswa lulusan tahun 2017 yang dahulu gagal SBMPTN dan saya sekarang belum kuliah, atau biasa disebut GAP YEAR. Oke, tentu saja teman-teman saya dan sayapun juga heboh dengan berita ini. Oke, masuk kepembahasan.
 
Sudah tahu kan berita akhir-akhir ini, Dunia Pendidikan Indonesia diguncangkan dengan penilaian baru SBMPTN 2018. Berita ini awalnya gempar dan tersebar dari channel TV Nasional kita, yaitu TVRI, wah sayang sekali saya waktu itu ga tahu ada acara seperti itu, jadi saya gak lihat, Dan tahu-tahu sudah heboh. Awkakwkwa menarik untuk didiskusikan nih.
 
Ya, wawancara dengan narasumber Bapak Ravik Karsidi ini awalnya terasa tidak bisa dipercaya. Mengapa demikian? tentu ada banyak faktor.
Spoiler for Wawancara:

 
Pertama, dari pandang waktu.
Saat berita tersebut dipublikasikan, ujian SBMPTN kurang lebih tersisa 30 hari. Bayangkan saja, disaat kelas 12 sedang mendekati ujian nasional, disaat orang-orang yang “GAP YEAR” sudah mantab dengan pilihannya. Eh, ada sistem penilaian yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Seharusnya, kalau ada sistem seperti ini, sudah diberitahukan dari tahun sebelumnya, seperti berita yang kemarin juga heboh, yaitu “SBMPTN 2019 DIHAPUSKAN”. Ganti nama aja sih palingan kalau ini pun, dengan sistem yang sedikit berbeda pastinya.
Kedua, dari pandang bulu, ehh..
Kedua, dari pandang bimbel.
Nah sudah tahukan ada berapa banyak bimbel SBMPTN di Indonesia ini, bahkan sekarang ada bimbel online dan try out online. Nah, rata-rata dari bimbel tersebut menggunakan sistem Passing Grade dan Skor Nasional untuk memprediksi lulus tidaknya siswa-siswa di bimbel tersebut. Dengan nilai mentah, benar +4, tidak menjawab 0, dan salah -1, nilai tersebut dapat diolah menjadi Passing Grade ntar jadinya dalam persentase, dan Skor Nasional ntar jadinya angka yang berkisar dari 300-1000an dan angka dibelakang koma hingga 7 angka. Nah, tentu dengan bergantinya cara penilaian tersebut akan “merobohkan” prediksi-prediksi bimbel tersebut. Kalau dengan penilaian baru ini hasilnya bagaimana ya? Emm
 
Nah oke faktornya segitu dulu, sekarang kita ganti topik…
Oke, sekarang kita beralih ke-isu yang ada
Spoiler for Resmi:

 
Pertama, soal-soal dibagi menjadi soal yang MUDAH, SEDANG, DAN SULIT.
Nah, tentunya mudah, sedang, dan sulit adalah hal yang relatif. Bisa saja menurut Si A soal X mudah sedangkan menurut Si B susah, yah karena Si A belajarnya hal X, eh di Soal Y menurut Si B mudah, sedangkan menurut si A susah, ya karena B belajar Y.
Nah, lantas bagaiamana kalau ternyata ada soal Z yang sebenarnya mudah, tetapi tidak dikerjakan oleh mayoritas orang? Apakah itu akan digolongkan menjadi soal yang sulit menurut sistem?
Kedua, NILAI MINUS ditiadakan.
Nah, nilai minus pada SBMPTN tahun-tahun sebelumnya adalah hal yang fatal karena terlalu banyak minus dapat menyebabkan NILAI MATI. Sekarang mungkin dapat diibaratkan menjawab soal salah sama dengan tidak menjawab, tapi apakah demikian? Jikalau demikian, enak sekali, mungkin akan ada banyak orang yang beruntung (semoga kita termasuk orang yang beruntung, Aamiin Ya Rabb emoticon-Big Grin).
Ketiga, menjawab banyak soal tergantung pada jurusan yang dipilih.
Nah, yang ketiga ini ngeri nih, berhubung saya pengen teknik tapi fisika saya paling lemah akwkawkaw. Emm, kalau sistem sudah bisa membedakan yang seperti ini, pastinya perhitungan semakin detail ya. Nah, tentu ini yang membuat skeptic banyak orang akan mengganti jurusan yang dipilih atau engga. Yah, menurutku si tetep aja, yang penting banyak belajar emoticon-Big Grin.
 
Spoiler for Koran:

Oke, kita sudah membahas berbagai macam hal di atas. Sekarang yang jadi pertanyaan, Apakah system penilaian baru ini lebih canggih dari system penilaian tahun-tahun sebelumnya (Penilaian dengan Skor Nasional).
Sistem penilaian yang baru ini dinamakan ITEMS THEORY RESPONSE. Oke wait, sebelum membahas itu , kita akan sedikit mengulas tentang system skor nasional secara singkatnya saja. 

Penilaian dengan SKOR NASIONAL ini sebenarnya juga sangat keren, terbukti digunakan untuk penilaian SBMPTN tahun-tahun sebelumnya, ini dapat menghitung angka dengan ketelitian 7 angka di belakang koma. Dengan begitu apakah akan ada peserta yang bernilai sama? Ya mungkin ada, tetapi pasti jurusan yang diambil juga sudah beda.Dengan nilai mentah benar +4, tidak dikerjakan 0, dan salah -1. Kalau semua benar dijumlah 600, TKPA 360 dan TKD 240. Nah, bagaimana Skor Nasional didapat? Detailnya saya juga tidak tau, tetapi teman-teman bisa lihat di buku-buku bimbel sekarang, banyak yang sudah tahu. Oke, saya sempat bertanya kepada tentor saya. Jadi begini, nilai mentah tersebut nantinya diolah menggunakan simpangan baku. Nah yang saya agak tidak mengerti disitu, apakah simpangan baku itu “baku”? saya ga tau. Tapi, yang saya tangkap adalah Skor Nasional baru dapat diolah ketika semua nilai mentah telah terkumpul. Emm, kesimpulannya…???. Jadi saat nnti diolah dan ternyata banyak yang salah, hal tersebut akan mengurangi nilai, bahkan bisa lebih dari +4 dari soal mudah yang kalian kerjakan.

Oke, sekarang ITEMS THEORY RESPONSE. Saya sempat membaca sedikit tentang penilaian dengan system ini. Sudah digunakan di Negara-negara maju. Bayangkan pemirsa, Negara-negara maju. Awalnya tentu banyak yang ragu dengan sistem penilaian ini karena jika salah tidak diminus yang mengakibatkan akan banyaknya peserta yang gambling. Tapi, coba teman-teman cari digoogle untuk lebih detailnya. Nah sistem ini juga baru bisa dihitung ketika semua nilai terkumpul. Jadi, yang saya tangkap begini, karena ini sistem yang “baru”digunakan, tentu pastinya sistem penilaian ini semakin akurat, bisa dibilang lebih banyak unggulnya daripada kekurangannya. Nah, sekarang apa bedanya dengan sistem SN, ya bedanya ini bisa digunakan sesuai jurusan itu tadi, jadi kalau mau masuk jurusan A harus banyak jawab soal X. Nah, yang jadi pertanyaan lagi, sistem ini tidak ada minus, lalu apakah ada nilai mati? Emm susah ya! Jadi begini, peserta SBMPTN kurang lebih 800.000, nah bayangkan jika ada 1 soal yang sangat susah, mayoritas menjawab salah, nah yang menjawab soal susah ini pasti nilainya akan meningkat dong. Dan bagaimana dengan yang menjawab salah? Apakah nilainya sama dengan yang tidak menjawab? Nah ini jawaban yang belum saya dapat, kalau teman-teman tau, tolong komen di bawah ya, kita bersdiskusi.
Spoiler for Final:

Dengan adanya sistem baru ini, apakah teman-teman tetap dengan menjawab yang yakin-yakin saja? Atau akan menjawab semua soal? Ingat ini Tes Seleksi bukan Tes Evaluasi.
Mohon maaf apabila banyak kesalahan kata. Terimakasih
Sumber           : Grup Line, Grup WA, @sekresbmptn.

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

 
Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
kalo jaman ane dulu tiap yakin jawab 4 soal langsung gambling 1 soal
Diubah oleh DolanDuck
Untung ane tahun depan
snmptn susah bener waktu ane dulu 😯
Quote:
kalo, taun kemarin ane bisa 1, gamblingnya 3, awkkaw biar kalau salah semua dpet 1 wkawkka

Quote:

siap-siap gan pasti penilaiannya jg yg baru kawkawk
ane gak sekolah bray, soalnya kata bob sadino sekolah itu ga penting emoticon-Mewek
hmmm misal peserta A dan B mengerjakan 10 soal, dan si B agak lebih pinter dari si A. Tapi , si A yg lolos krena dri 10 itu ada soal yg suliiit bget na dia jawab itu asal, ga akurat doong. Kasian si B
Quote:


Siap siap jadi pengusaha telor 😅

Quote:


Gak begitu juga om

Ibarat kata

A : 10 (sulit : 1, sedang : 1, mudah : 3)
B : 10 (sulit : 0, sedang : 4, mudah 3)

Sulit : 3
Sedang : 2
Mudah : 1

Ya si a dapat 9, sedangkan si b 11 ya b lah yang lolos


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di