alexa-tracking

Polisi: Tidak Pernah Ada Penangkapan Pedagang Pentol Daging Kucing

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acca79bc1d7707e6f8b456f/polisi-tidak-pernah-ada-penangkapan-pedagang-pentol-daging-kucing
Polisi: Tidak Pernah Ada Penangkapan Pedagang Pentol Daging Kucing
Polisi: Tidak Pernah Ada Penangkapan Pedagang Pentol Daging Kucing

Banjarhits.id, Banjarbaru - Kepolisian Resor Banjarbaru menegaskan bahwa tidak benar ada informasi polisi mengamankan pedagang pentol daging kucing. Kasubaghumas Polres Banjarbaru Ajun Komisaris Siti Rohayati, mengatakan sudah mengonfirmasi isu tersebut ke jajaran polsek se-wilayah hukum Polsek Banjarbaru.

“Itu hoax. Tidak ada Polsek menangani kasus tukang pentol daging kucing dan ini sudah saya perintahkan untuk Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) mengecek kebenarannya,” kata AKP Siti ketika dikonfirmasi banjarhits.id, Selasa (10/4/2018). 

Siti mengatakan Polsek Banjarbaru Barat tidak pernah menangani kasus pedagang pentol daging kucing. Ketika banjarhits.id menegaskan kembali kebenaran informasi tersebut, AKP Siti merespons: “Terus pian maunya ada? Sudah kroscek ke jajaran kok.”

Masyarakat resah setelah beredar informasi penangkapan seorang pedagang pentol daging kucing yang biasa mangkal di Komplek Mekatamaraya RT 38 RW 4, Kelurahan Guntung Manggis, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru. Si pedagang kerap memanggang pentol dagangannya untuk dijual ke konsumen. Belakangan, informasi penangkapan itu dibantah oleh Polres Banjarbaru. (Diananta)



Sumber : https://kumparan.com/banjarhits/hoax...-daging-kucing

---

Kumpulan Berita Terkait :

- Polisi: Tidak Pernah Ada Penangkapan Pedagang Pentol Daging Kucing Polisi: Tidak Pernah Ada Penangkapan Pedagang Pentol Daging Kucing

- Polisi: Tidak Pernah Ada Penangkapan Pedagang Pentol Daging Kucing Dewan Pers: Wartawan Harus Memulihkan Kepercayaan Masyarakat

- Polisi: Tidak Pernah Ada Penangkapan Pedagang Pentol Daging Kucing Pelaku Penyebar Hoaks di Ambon Menangis dan Meminta Maaf