alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / Female / Wedding & Family /
Ketika Orang Tua Tak Restui Calon Pasangan, Haruskah kimpoi Lari?
1.57 stars - based on 14 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acc8ecb98e31ba16b8b4567/ketika-orang-tua-tak-restui-calon-pasangan-haruskah-kawin-lari

Ketika Orang Tua Tak Restui Calon Pasangan, Haruskah kimpoi Lari?

Ketika Orang Tua Tak Restui Calon Pasangan, Haruskah Kawin Lari?
Sudah beberapa bulan ini Ditya merasa kebahagiaan hidupnya dirampas. Keceriaannya pecah berkeping-keping. Apa pasal? Ternyata, hubungannya dengan Andi tidak direstui orang tuanya. Alasannya, Andi masih belum memiliki pekerjaan tetap. Pendidikannya juga lebih rendah daripada Ditya.

Saking galaunya, Ditya sempat berpikir, bagaimana jika dia kimpoi lari saja? 

Apakah kalian memiliki masalah yang sama, hampir sama, separuh mirip atau sedikit mirip dengan Ditya? Sst, jangan berpikir untuk kimpoi lari dulu ya. Sebentar... yuk mundur dulu ke belakang untuk berpikir dan merenung.

Pertama, kita harus memahami, bahwa tak ada orang tua yang ingin anaknya menderita. Menurut Erich Fromm, dalam buku The Art of Loving, kecintaan seorang ibu kepada anaknya adalah kecintaan yang tak bersyarat. Kecintaan tertulus yang tidak dimiliki manusia kepada manusia lainnya, kecuali mungkin Nabi terhadap umatnya.

Sehebat apapun kecintaanmu pada si dia, atau kecintaan dia kepadamu, tak akan pernah mampu mengalahkan kecintaan ibu kepada anaknya.

Kedua, dalam konsep agama, kita mengenal satu buah nasihat indah, bahwa ridho Allah bergantung pada ridho orang tua. Memang, orang tua bisa saja khilaf, dan mungkin Andalah yang benar. Tetapi, tetap saja seorang anak sebaiknya tidak membuat orang tua murka dan mencabut perasaan ridhonya.

Nah, karena tak ingin anaknya menderita, orang tua memiliki berbagai cara agar si anak bahagia. Gaya pengasuhan orang tua terbagi menjadi menjadi tiga, yaitu authoritative parenting (parenting berkharisma), authoritarian parenting (parenting otoriter) dan permissive parenting (parenting permisif).

Ketika Orang Tua Tak Restui Calon Pasangan, Haruskah Kawin Lari?

Orang tua yang otoriter, biasa sangat ketat dan bersikap diktaktor. Beliau memilih mem-protect seluruh urusan anak, dan menganggap anak tidak memiliki kemampuan untuk memutuskan apa-apa yang penting untuk dirinya. Beliau bersikap otoriter dan abai terhadap perspektif si anak.

Bagaimana menghadapi orang tua kita tipe ini? Harus memperbanyak stok kesabaran. Perbedaan pendapat jangan sampai membuat kita bersikap kasar. Cobalah pahami dahulu, mengapa orang tua berbeda sikap dengan kita. Jika kita tetap menganggap dan yakin bahwa kita benar, pilihan kita tepat, negosiasikan dengan perlahan, bangun komunikasi dengan baik, dan terus berjuang tanpa kenal lelah untuk meyakinkannya.

Orang tua yang permisif, menyerahkan sepenuhnya kepada si anak, meski kadang hati beliau merasa terluka. 
Jika orang tua kita tipe ini, jangan merasa di atas angin. Kita harus tetap bertanya, apakah beliau merestui kita, atau sekadar tak ingin ada hura-hura. Jangan sampai pilihan kita membuat kita bersuka ria, namun orang tua tercinta tak bahagia.
Orang tua yang karismatik, biasanya juga bijak dan demokratis. Ketika ada perbedaan pendapat, beliau mendiskusikan dengan anak mengapa beliau berbeda pendapat. Betapa bahagia jika kita memiliki orang tua seperti ini. 

Diskusikan dengan hangat mengapa kita begini, dan pahami pula alasan mengapa beliau begitu. Carilah titik temu, dan sepakatlah dengan hasil kesepakatan, meski kadang kurang memuaskan keinginan. Namanya hasil negosiasi memang isinya irisan dari dua perasaan dan keinginan, tidak sepenuhnya memuaskan, tetapi setidaknya ada keinginan kita yang terimplementasikan.

Intinya, setiap masalah pasti menyisakan celah untuk diselesaikan. Jangan buru-buru mengikuti hawa nafsu dengan berniat kimpoi lari. Barangkali, perbedaan keinginan ini adalah cara Allah mendidik kita untuk bisa lebih bersikap dewasa.

Referensi: 
Erich Fromm, The Art of Loving
https://www.parentingforbrain.com/4-...enting-styles/
Diubah oleh: afifahafra79
Halaman 1 dari 5
Gan, Sist... gimana sih, nulis kimpoi kok munculnya kimpoi?
Quote:


kaw1n .... emoticon-Leh Uga

HT emoticon-Matabelo.

Mejeng dulu di trit ht, kacamata mana kacamata... emoticon-Cool
Diubah oleh sadako88
iya dong, harus, kpn lg bs kimpoi smbil berlari- lari .. emoticon-Ngakak (S)
kimpoi yg hard bre sambil run-run emoticon-Ngakak
Ngomong gampang
kimpoi massal aja

Ketika Orang Tua Tak Restui Calon Pasangan, Haruskah Kawin Lari?
Diubah oleh punpun48
Kadang susah juga sih soal urusan kimpoi ini. Di satu sisi orang tua mau anaknya dapet pasangan yang terbaik, di sisi lain ya kita tertariknya dengan seseorang yang bisa jadi menurut orang tua itu engga baik.

Kembali lagi ke dasar dari perkimpoian. Yang mau kimpoi siapa? Kita kan, yaudah kitalah yang menentukan dengan siapa kita kimpoi, bukan orang lain yang nentuin.

Masalahnya suka dengan orang lain itu bener-bener subjektif dan engga bisa dipaksain, apapun itu alasannya.

Kalo bisa sih enggausah sampe kimpoi lari juga, bisa dibicarain baik-baik. Tapi kembali, kita harus ngeliat siapa yang mau kimpoi. Yang mau kimpoilah yg nentuin dgn siapa dia mau kimpoi.
harus
Quote:


K@win....emoticon-Ngakak
ane malah ditinggal rabi bre emoticon-Mewek
Ketika Orang Tua Tak Restui Calon Pasangan, Haruskah Kawin Lari?
Okelah bisa diterima
Quote:


sukaaa
Di lampung ada budaya kimpoi lari
orang goblok doang yg masalahin gnian, soal gampang


LU NGECRIT AJE DIDALEM, HAMIL, Dik.awinin, SELESAI.



LIFE HACK !!!
Diubah oleh zelfrizk
Quote:


kata KAW*N memang diblok kaskus. kalau nulis KAW*N otomatis langsung berubah jadi kimpoi.
silahkan dites emoticon-Big Grin

mantap gan kimpoi sambil lariemoticon-Hammer2
jangan lah, dikasur aja...masa sambil lari2
jangan kimpoi lari daripada blangsak itu hidup nanti emoticon-Wakaka
Ane sih ikut nasihat ortu. emoticon-Cool
Halaman 1 dari 5


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di