alexa-tracking

Tanah Sering Longsor, Kini Rumah Midon Berada di Bibir Jurang

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acc8e9c642eb6000e8b4584/tanah-sering-longsor-kini-rumah-midon-berada-di-bibir-jurang
Tanah Sering Longsor, Kini Rumah Midon Berada di Bibir Jurang
Tanah Sering Longsor, Kini Rumah Midon Berada di Bibir Jurang

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUNNEWS.COM, TOBASA- Sejumlah rumah penduduk nyaris terseret longsor di Desa Meranti Tengah, Kecamatan Pintu Meranti, Kabupaten Tobasa, Selasa (10/4/2018).

Rumah tersebut terlihat semi permenen dan kondisinya membahayakan penghuni karena menggantung di tepi jurang. Enam rumah tampak terbawa longsor, mengancam penghuni.

Jon Raples Panjaitan, Kepala Desa setempat mengatakan, beberapa waktu lalu, kebun karet milik warga yang berdekatan dengan pemukiman longsor akibat tingginya curah hujan.

Hingga saat ini enam keluarga terus waswas, karena jarak bibir jurang yang longsor hanya sekitar dua meter dari rumah mereka.

Belum lagi musim hujan yang saat ini melanda desa mereka kian hari menambah kegelisahan. Warga bahkan mengaku tidak pernah nyenyak tidur malam bila hujan turun sebab takut longsor susulan.

Akhir tahun 2017 lalu, titik longsor sudah mulai terlihat, namun skalanya masih kecil, pada 6 Januari 2018. Titik Longsor membesar saat hujan deras melanda desa tersebut.

Kedalaman tanah longsor tersebut sudah mencapai 100 meter. Padahal sebelumnya lahan itu ditanami pohon karet, tetapi akar pohon karet tidak kuat menahan tanah dan longsor tak terhindarkan.

Pasca terjadinya longsor, pertama kali pada akhir tahun lalu warga langsung menanami lahan itu dengan bambu untuk mengantisipasi longsor. Upaya tersebut tidak berguna karena tamag terus terkikis.

Midon, seorang warha mengaku terpaksa membongkar dapur rumahya, karena jarak bibir jurang terus mendekati rumahnya. "Terpaksa kami bongkar dapur kami, takut semua terseret. Dah makin dekat ke tepi jurang,"ujarnya.

Katanya, upaya penanganan bencana ini juga sudah disampaikan kepada Pemkab Tobasa. Solusi yang ditawarkan adalah merelokasi perumahan warga ke lokasi yang aman.

"Tetapi, untuk relokasi itubwarga harus menyediakan lahan gratis sesikitnya 1200 Meter per segi,"tambahnya.

Namun, lanjut Midon, warha tetap merasa tak mampu mencari lahan itu. Aasannya, hampir seluruh desa mereka masuk dalam kawasan hutan lindung. Sedangkan milik mereka sendiri dianggap tidak ada yangblayak menjadi pemukiman, karena kondisi lahan yang mereka miliki juga berada pada topogragi berkemiringan.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Midon Khawatir Rumahnya Terseret Longsor Karena Hujan, Sekarang Menggantung di Tepi Jurang ,


Sumber : http://www.tribunnews.com/regional/2...i-bibir-jurang

---

Baca Juga :

- Cegah Tanah Longsor, Legislator Minta Pemerintah Berikan Lahan Hutan Tidak Produktif ke Masyarakat

- Satu Rumah Roboh Akibat Tanah Longsor di Ragunan

×