alexa-tracking

Ini Kasus Arinal Sekarang Gimana yah?

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acc85099e74044d3b8b4571/ini-kasus-arinal-sekarang-gimana-yah
Ini Kasus Arinal Sekarang Gimana yah?
Ini Kasus Arinal Sekarang Gimana yah?

Bandarlampung, berawal dari kidah cinta anak manusia bernama Sinta Melyati dan Ridho Ficardo. Lapangan Tembak Marinir Piabung, Kabupaten Pesawaran, Lampung, menjadi tempat pertama bertemunya Sinta Melyati dengan Ridho Ficardo.
Keduanya terjerat dengan kisah cinta terlarang, Sinta mengetahui bahwa Ridho beristri, namun rasa cinta Ridho kepada Sinta membuatnya melayang di angan-angan, rasa cinta Ridho membuat Sinta mau menyerahkan segalanya kepada sang pujaan hati, berawal dari penolakan Sinta kepada Ridho yang membuat Ridho penasaran, hingga Ridho menjanjikan sesuatu yang membuat Sinta percaya.
Singkat cerita, sepulang dari Singapura sinta menyempatkan diri bertemu dengan Ridho atas paksaan Ridho karena alasan rasa rindu yang kian membara. Hotel Asmarrosa Cosmo, Jalan Pangeran Antasari, Kemang, Jakarta Selatan adalah saksi bisu cinta terlarang mereka. Rasa takut dan dosa membayangi Sinta pada malam itu, namun rasa cinta dan rindu yang membara membungkus dirinya dengan keyakinan akan janji Ridho yang manis. Maka terjadilah....
Cinta menjadi sangat menakutkan bagi Sinta, sejak kesuciannya terkoyak oleh janji manis Ridho, Sintapun mulai ragu akan hubungan itu. Berkali-kali Sinta menghubungi Ridho, namun Ridho beralasan sibuk dan tidak bisa di ganggu, karena Ridho kala itu resmi menjadi Gubernur Lampung per tanggal 2 Juni 2014. Janji Ridho menikahi Shintalah yang membuat Sinta terus bertahan dan berharap.
Rindu tak tertahankan lagi, amarah dan dendam menyelimuti Sinta padam setelah Ridho kembali mengumbar janjinya akan mempertanggungjawabkan semua perbuatannya atas nama cinta, walaupun status Ridho sudah tak sendiri lagi. Pertengkaran diantara mereka sering kali terjadi, karena sikap Ridho yang kurang perhatian kepada Sinta, Sinta merasa tertipu dengan rayuan sang Gubernur.
Waktu terus berjalan, setiap pertengkaran selalu diselesaikan dengan kemesraan, dan cumbuan yang melalahkan, hingga hubungan mereka berjalan selama tiga tahun.
September 2016, Ridho Ficardo meminta Sinta Melyanti menemaninya di Bandung, bersamaan dengan penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX di Ibukota Provinsi Jawa Barat. Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto Nomor 289, Kota Bandung, di kamar 611 adalah saksi bisu kedua hubungan terlarang mereka.
Dikamar hotel nomor 611 adalah tempat menginap Ridho yang sudah dipesannya atas nama Marlyn. Sinta dengan rasa rindu dan kesal yang sangat memuncak datang menemui Ridho. Selalu dan selalu, nafsu setan sang Gubernur kembali membara, Sinta diminta melayani nafsu bejatnya dengan tameng pembuktian cintanya. Sinta pun tak kuasa untuk menolak walaupun kala itu Sinta lagi berhalangan dan tak mungkin untuk melakukan itu semua, namun lagi-lagi Sinta terbuai rayuan gombal Gubernur lampung yang saat itu sedang sangast bergairah.
Pertengkaran kecil sering terjadi disela-sela malam yang dingin di Bandung, Sinta selalu mempertanyakan soal pertanggungjawaban Ridho kepadanya karena Sinta takut hamil. Rasa kecewa dan rindu bercampur aduk menyelimuti Sinta malam itu.
Kekesalan Sinta pun memuncak, Sinta ingin segera mengakhiri hubungan itu, dan mengembalikan semua uang yang sudah diberi oleh Ridho, karena Sinta merasa dirugikan dan merasa dirinya hanya sebagai alat pelamtiasan nafsu bejat sang Gubernur.
Shinta kemudian bertemu Dewi Sartika,SH,MH, kuasa hukumnya. Bersama pelimpahan kuasa itu, Sinta kemudian membuat testimoni yang dilengkapi beberapa bukti pendukung, seperti potongan percakapan WhatsApp, rekaman suara, dan video gambar bergerak.
Masalah ini pun kemudian mencuat ke permukaan, bahkan menjadi konsumsi publik, setelah Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia tiba-tiba mengeluarkan Surat Undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Nomor PW/20289/DPR RI/XI/2016 tertanggal 28 November 2016. Komisi III DPR RI memanggil Gubernur Lampung, M. Ridho Ficardo, untuk menghadiri RDP tanggal 30 November 2016 dalam perkaranya dengan seorang wanita bernama Sinta Melyati, yang memberikan kuasanya kepada Law Office DSA & Partners.
Sampai saat ini kasus ini bak hilang masuk toilet hotel. Kabar terakhir yang kami dapat, Sinta mencabut surat tuntutannya kepada Ridho Ficardo dengan alasan yang tak jelas. Mungkin Sinta menunggu moment yang tepat untuk mengungkap kebobrokan sang Gubernur Lampung Ridho Ficardo.

Sumber Berita


Sekarang Kabar Ni Kasus Gmna Yah?


contoh lelaki yg jawabnya nanggungemoticon-Big Grin