alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Jokowi Cukup Satu Periode Saja, Terima Kasih atas Pengabdian Anda
3 stars - based on 2 vote 5 stars 0 stars
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acc6eb6162ec21b5b8b4568/jokowi-cukup-satu-periode-saja-terima-kasih-atas-pengabdian-anda

Jokowi Cukup Satu Periode Saja, Terima Kasih atas Pengabdian Anda

Habiburokhman: 
Jokowi Cukup Satu Periode Saja, Terima Kasih atas Pengabdian Anda

 9 April 2018
Jokowi Cukup Satu Periode Saja, Terima Kasih atas Pengabdian Anda
Habiburokhman


Jurnalpolitik.id – Ketua DPP Gerindra Bidang Advokasi, Habiburokhman angkat bicara mengenai seruan #2019GantiPresiden.

Dia menilai, itu merupakan hal yang wajar, siapapun berhak untuk menyampaikan pendapat.


“Menjelang pemilihan, kita berhak menyatakan pendapat,” kata Habiburokhman, ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/4/2018).

Termasuk pendapat soal pergantian presiden melalui pemilihan pada 2019 mendatang.

“Kami dalam hal ini (menyampaikan) cukup Pak Jokowi (satu periode saja), terima kasih atas pengabdian anda,” ujarnya.


Saat ini, kata Habiburokhman, masyarakat menginginkan pemimpin baru menggantikan Jokowi. Dan sosok yang pantas menggantikan Jokowi adalah Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.


“Sekarang kami ingin pemimpin baru yaitu Pak Prabowo,” tegas Habiburokhman.

https://jurnalpolitik.id/2018/04/09/habiburokhman-jokowi-cukup-satu-periode-saja-terima-kasih-atas-pengabdian-anda/

------------------------

Apa perlu dibikin konvensi saja ... jadi presiden cukup sekali saja?
masalahnya UUD 1945 nggak ngomong begitu, seseorang boleh maju jadi presiden/wapres sampai 2 kali.

emoticon-Ultah
Halaman 1 dari 2
Betul itu

Cukup satu periode lagi saja ..
no wiwi no wowo
Jokowi Cukup Satu Periode, Masyarakat Sudah Capek!
3 Februari 2018 13:56 Diperbarui: 3 Februari 2018 21:32 1107 7 3

Jokowi Cukup Satu Periode Saja, Terima Kasih atas Pengabdian Anda

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, kembali melontarkan ramalannya tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mantan calon presiden Prabowo Subianto. Ia bilang, Presiden RI periode 2019-2025 bukan Jokowi, tapi Prabowo. Jokowi cukup satu periode saja. Masyarakat sudah capek. Sebab, program Jokowi sejauh ini banyak yang menimbulkan kesulitan di berbagai sektor, mulai pertanian, nelayan, hingga bahan pokok pangan, kata Fadli sebagaimana dikutip banyak media.

Pernyataan Fadli itu mengingatkan pembaca terhadap pernyataannya pada Desember 2017. "Ini catat omongan saya ini. Sejauh ini saya meramalkan dengan berbagai indikator, Prabowo menang. Waktu itu, Donald Trump saja saya bilang menang, dan ternyata menang. Tahun 2019, saya ramalkan Prabowo jadi presiden," ujarnya pada acara pemaparan hasil survei Indo Barometer, di Hotel Atlet Century Park, Jakarta Pusat, Minggu (3/12/2017, Tribunnews.com).

Apa yang dikatakan Fadli bukan tak beralasan. Prabowo sendiri sudah memberi isyarat dalam pernyataannya di depan para pendukung Anies-Sandi saat kampanye Pilgub DKI 2017. "Saudara-saudara, kalau kalian ingin saya jadi presiden di 2019, kalian harus memenangkan Anies-Sandi menjadi gubernur dan wakil gubernur. Kalian harus kerja keras," kata Prabowo dalam orasinya di Lapangan Banteng, Minggu (5/2)/2017," yang disambut teriak gegap gempita oleh ribuan pendukung Anies-Sandi (cnnindonesia.com)

Ternyata, apa yang diharapkan Prabowo terpenuhi. Para pendukung Anies-Sandi bekerja keras. Dimotori oleh FPI, HTI, dan sejumlah Ormas Islam yang menggabungkan diri dalam kelompok yang menyebut dirinya alumni 212. Dengan memainkan isu agama dan ancaman tidak menyolatkan siapa saja yang mendukung Ahok-Djarot kalau meninggal berhasil membuat pendukung Ahok-Djarot berbalik arah ke Anies-Sandi. Pasangan Ahok-Djarot pun terlempar.

Banyak istilah yang mereka pakai untuk merebut hati para pendukung Ahok-Djarot. Di antaranya, haram memilih pemimpin kafir, tolak penista Islam, komunis sedang dibangkitkan oleh salah satu partai pendukung Ahok-Djarot, dan sebagainya. Para pendukung Ahok-Djarto jadi ciut sehingga terpaksa memilih Anies-Sandi.

Hasilnya? Tidak meleset. Pasangan Ahok-Djarot yang selalu meraih elektabilitas tinggi di setiap survey, bahkan memenangkan putaran pertama, dibuat terpelanting dengan kemenangan 58% oleh Anies-Sandi pada putaran kedua. Kemenangan Anies-Sandi ini memberi pesan bahwa langkah Prabowo menuju Istana sudah maju selangkah.

Tiket ke Istana

Keadaan itulah yang membuat Fadli makin yakin. Ia paham bahwa para pendukung Anies-Sandi tersebut adalah pendukung militan Prabowo juga. Dukungan mereka sudah sangat kuat untuk memampukan Prabowo merebut kursi presiden dari Jokowi. Ini, didasarkan pada pandangan bahwa DKI adalah miniatur Indonesia. Keberhasilan menguasai DKI identik menguasai Indonesia. Menang di DKI berarti telah mendapatkan tiket untuk memasuki istana.

Tanda-tanda makin kuatnya usaha mereka memenangkan Prabowo dapat dilihat dari demo-demo yang terus dilakukan setelah Anies-Sandi menjadi pemimpin DKI. Mereka terus berupaya melembagakan diri dengan nama alumni 212, bahkan sampai mengibarkan bendera HTI pada demo penolakan Perpu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas yang dipakai pemerintah RI untuk membubarkan HTI. Mereka yakin bahwa dengan menerapkan cara-cara yang sama untuk Prabowo akan lebih mudah.

Namun, ramalan Fadli sepertinya tidak semudah membalik telapak tangan. Pengamat politik dari CSIS Arya Fernandes menilai elektabilitas Prabowo tidak secantik ramalan Fadli. Menurut Arya, sudah terjadi migrasi para pemilih Prabowo ke sosok lain seperti Jokowi dan kandidat lainnya. "Dalam 3 tahun terakhir (elektabilitas Prabowo), berkisar antara 20 hingga 25 persen. Prabowo belum mampu tembus di atas 30 persen. Dibandingkan tahun 2014, memang menurun," ujar Arya saat berbincang dengan kumparan (Kumparan.com)

Kendati demikian, bagi Fadli hasil pengamatan Arya tak penting. Jangankan pengamatan seorang Arya, hasil survey pun dianggapnya tak bermakna. Bukan ukuran. Anies-Sandi sendiri terlah mebuktikannya terhadap Ahok-Djarot. Oleh sebab itu, ketika survei Poltracking Indonesia merilis hasil terbaru mengenai peta politik elektoral 2019 yang menempatkan posisi Jokowi jauh di atas Prabowo, Fadli malah senyum. Dengan kekuatan yang ada dan kerja keras mereka nantinya, elektabilitas Prabowo dapat melampaui rivalnya dalam waktu singkat.

"Saya kira dalam waktu sebulan saja bisa kesalip kok" ujarnya kepada Jawa Pos. "Lihat saja, dalam keadaan kami tidak bergerak saja, posisi Prabowo sudah tinggi, apalagi kalau kami sudah bergerak," ujarnya kepada Jawa Pos.

Masyarakat Capek?

Dengan pernyataan itu, publik menjadi paham apa yang dimaksudkan Fadli. Untuk merebut kemenangan tak perlu survey-surveyan. Yang diperlukan hanya satu: gerakan! Gerakan itu pun tak perlu yang rumit-rumit. Cukup dengan copy paste gerakan yang dilakukan saat memenangkan Anies-Sandi. Dengan cara-cara itu Fadli meyakinkan dirinya bahwa laju Prabowo mustahil bisa dibendung.

Dengan pemikiran itu, besar kemungkinan Fadli tengah membuat skenario gerakan yang lebih canggih sehingga jangkauannya mencakup seluruh wilayah Indonesia. Ia masih berharap bahwa dengan memobilisasi sekelompok orang yang sama, yang hobi demo seraya terus menggoreng isu agama, isu komunis versi Habib Rizieq, maka masyarakat yang selama ini mendukung Jokowi bisa segera berbalik arah ke Prabowo. Dengan begitu, Prabowo tak perlu sudah-susah dalam masa kampanye. Cukup menunggu hasil kerja gerakan Fadli dan kawan-kawannya dan menyiapkan diri dilantik menjadi Pressiden RI.

Publik juga paham bahwa masyarakat yang disebutnya capek terhadap kinerja Jokwi bukanlah masyarakat Indonesia seluruhnya. Tapi, dirinya sendiri, FPI, dan semua Ormas Islam yang bergabung dalam kelompok yang menamakan dirinya alumni 212 itu. Mungkin juga termasuk para pendukung Gerindra dan PKS yang selalu tampil seksi dengan kemasan agama.

Dikaitkan dengan jasa mereka memenangkan Anies-Sandi, tentu saja gerakan Fadli itu akan didukung secara all out oleh Anies-Sandi. Pada titik ini kekuatan gerakan Fadli dan kawan-kawannya tidak bisa dianggap remeh. Dengan keahlian Anies mengolah kata-kata, hampir bisa dipastikan bahwa gerakan yang disiapkan Fadli kelak lebih seksi. Semua tindakan para peserta gerakan kelak bisa dikemas dengan kata-kata indah dan demi Pancasila dan NKRI.

Tentu saja Fadli berpikir, bila gerakan itu dilakukan serentak di seluruh Indonesia, maka sebelum pemungutan suara pun sudah bisa dipastikan pemenang Pilpres 2019. Tentu ia berharap bahwa rakyat tidak lagi melirik Jokowi. Seluruh rakyat berpaling kepada Prabowo supaya proses pemakaman mereka kalau meninggal tidak bermasalah. Mereka akan disholatkan, bahkan bisa masuk surga.

Jika skenario Fadli ini berhasil, tentu saja Jokowi terhenti di periode 2014-2019. Beliau kembali menjadi rakyat biasa. Tidak lagi dianggap sebagai faktor pengganggu bagi rencana-rencana Fadli dan kelompoknya. Di sisi lain, Fadli menjadi lebih bebas. Ia tinggal pilih jabatan yang akan ditawarkan Prabowo. Mungkin menjadi Menteri Dalam Negeri menggantikan Tjahjo Kumolo atau mungkin menjadi Menko Polhukam, dan seterusnya.

Pertanyaannya, apakah rakyat Indonesia di luar kelompk Fadli itu bisa digiring seperti kerumunan bebek? Apakah rakyat Indonesia minus kelompok Fadli begitu lugu sehingga lebih percaya orasi daripada hasil kerja Jokowi? Apakah pemberantasan korupsi yang makin kencang, pembangunan yang terus melejit dari pinggi-pinggir Indonesia, makin banyaknya pengusaha yang taat pajak, serta makin gencarnya pembangunan berbagai infrastruktur di era Jokowi juga dianggap membuat rakyat di luar kelompok Fadli merasa gerah dan capek?

Saran saya jangan terlalu banyak mengigau!
https://www.kompasiana.com/yosa/joko...f7db65b017f542

leh uga.. cukup sekali aja Jok.. gak usah nambah, kasihan Wowo.. ntap
Jokowi Cukup Satu Periode Saja, Terima Kasih atas Pengabdian Anda
Sesuai UUD yg berlaku dan menjadi warga negara yg baik, alangkah bijaknya jika jokowi menjadi presiden satu preiode lagi. UUD memperbolehkan menjadi presiden dua periode.
cukup sekali lagi aja emoticon-Bingung
yak...1 periode lagi wowok sujud sukur bohong2an emoticon-Ngakak
Kubu sebelah sudah kehilangan akal

Kalo dulu waktu SBY jadi presiden, kubu Mega masih mending masih ada yang bisa diserang emoticon-Big Grin
Jokowi Cukup Satu Periode Saja, Terima Kasih atas Pengabdian Anda
Partai yang pesimis dan kurang berkualitas, komentarnya pun tidak berkualitas pula. Sudah kehabisan akal cerdiknya.
Quote:


my vote for GATOT-AHY... emoticon-I Love Indonesia
babu prabowo yg ganteng dan suka nyasar emoticon-Big Grin

sok bacot u tololemoticon-fuck3 emoticon-fuck2


emoticon-Ngakak emoticon-Ngakak
Pada rajin kalo dibayar mah, jatohin lawan calon presiden masing"..
Post ini telah di hapus oleh Kaskus Support 03
Gak usah banyak ngemeng, di semanggi aja nyasar, udah ketahuan IQ ente. emoticon-Big Grin

Jokowi Cukup Satu Periode Saja, Terima Kasih atas Pengabdian Anda
Diubah oleh wenz_ad
saya iklas diganti.penunggang kuda
wkwkwk... masyarakat yg mana?

emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka emoticon-Wakaka
Joko ketololan yang dipelihara media para cukong 😂
Udah siap belom penggantinyeeeee??
cukup 1 periode

nanti bisa dilanjut 1 periode lagi


dongo dipiara
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di