alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Pengamat : Kelangkaan BBM Wujud Pembangkangan Pertamina pada Pemerintah
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acc3c6c162ec22c378b4567/pengamat--kelangkaan-bbm-wujud-pembangkangan-pertamina-pada-pemerintah

Pengamat : Kelangkaan BBM Wujud Pembangkangan Pertamina pada Pemerintah

Pengamat : Kelangkaan BBM Wujud Pembangkangan Pertamina pada Pemerintah

JAKARTA (INDOPETRO)- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menegur PT Pertamina (Persero) berkali-kali terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium. Pasalnya, kelangkaan premium telah terjadi di sejumlah daerah, hingga sudah menjadi pemandangan umum di beberapa SPBU yang memasang pengumuman “Premium Habis”.

“Tidak dinaikkannya harga BBM Premium, di tengah kenaikan harga minyak dunia, memang sangat memberatkan bagi Pertamina. Karena Pertamina harus menjual Premium di bawah harga keekonomian, sehingga menimbulkan potensi kerugian (potential loss),” kata Fahmy Radhi, pengamat ekonomi Energi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada sejumlah media, Selasa (10/4/2018) di Jakarta.

Direktur Pertamina Elia Massa, lanjut Fahmy, mengklaim bahwa dengan harga acuan Indonesian Crude Price (ICP) pada kisaran US$ 59 per barrel, potential loss bisa mencapai sekitar Rp. 19 triliun. Dengan kenaikkan harga ICP mencapai US $ 70 per barrel, maka potential loss Pertamina akan semakin membengkak, bila pemerintah bersikukuh tidak menaikan harga BBM.

Untuk menekan potensi potential loss, ungkap Fahmy, Pertamina melakukan berbagai manuver termasuk pengurangan pasokan Premium sehingga menyebabkan kelangkaan BBM di sejumlah daerah. Sementara kelangkaan Premium belum reda, Pertamina memutuskan menaikan harga Pertalite dari Rp. 7.800 per liter naik menjadi Rp. 8.000 per liter. “Dengan kenaikan harga Pertalite sebesar Rp 200 per liter menyebabkan disparitas antara harga Premium dengan Pertalite menjadi semakin menganga hingga mencapai sebesar Rp. 1.450 (Rp. 8.000 – Rp. 6.550) per liter,” ujar Fahmy.

Dengan disparitas kedua harga sebesar itu, katanya, tidak bisa dihindari terjadi gelombang remigrasi dari Pertalite kembali ke Premium, yang menyebabkan permintaan Premium semakin meningkat. “Kalau Pertamina tidak menambah pasokan Premium untuk memenuhi penigkatan Premium, akibat remigrasi konsumen dari Pertalite ke Premium, maka kelangkaan Premium akan semakin bertambah parah,” katanya.

Dia juga menyatakan, Pertamina juga sangat gencar mengkampanyekan penghapusan Premium dengan dalih pemberlakuan Euro-4. Padahal, batas akhir waktu penetapan Euro-4 pada 2021.

“Kalau dipaksakan Premium dihapus sekarang akan menimbulkan gejolak dan resistensi dari konsumen, utamanya kosumen kelas bawah. Penghapusan Premium juga akan mengacaukan program BBM Satu Harga, yang baru berlangsung. Masak, Rakyat di Indonesia Timur yang baru menikmati harga Premium Rp. 6.450 harus dipaksa menggunakan Pertalite dan Pertamax yang harganya jauh lebih mahal,” ujar mantan anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas ini.

Selain itu, imbuhnya, penghapusan Premium, pada saat tingginya harga minyak dunia, akan memicu meroketnya inflasi. “Dampaknya, harga-harga kebutuhan pokok semakin melambung, yang akan semakin menurunkan daya beli masyarakat. Ujung-ujungnya, akan semakin memberatkan bagi golongan masyarakat yang berpendapatan tetap, utamanya rakyat miskin,” tambah Fahmy.

Menurutnya, berbagai manuver yang dilakukan Pertamina untuk mengurangi potensi kerugian tersebut sesungguhnya sebagai bentuk pembangkangan Pertamina terhadap Penugasan distribusi BBM. Sebagai BUMN, yang mendapat penugasan negara, tambah Fahmy, Pertamina tidak seharusnya mengejar profit semata, tetapi juga harus ikut berupaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat dan mengurangi beban rakyat miskin.

“Pertamina seharusnya menyadari bahwa kebijakan pemerintah untuk tidak menaikan harga BBM hingga akhir 2019 adalah untuk menjaga daya beli masyarakat yang sedang melemah dan mengendalikan inflasi,” tandas Fahmy. Kendati potensi potential loss meningkat akibat kenaikan harga minyak dunia, namun tidak seharusnya Pertamina mengurangi pasokan premium yang berakibat kelangkaan.

Sebab, kata Fahmy, distribusi BBM Premium merupakan penugasan pemerintah kepada Pertamina. “Kelangkaan Premium secara berkelenjutan akan memicu gejolak dan keresahan masyarakat,” tandasnya.

Menurut Fahmy, sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia untuk menjaga keamanan pasokan BBM Premium di seluruh wilayah Republik Indonesia sekaligus mengendalikan Inflasi, Kementerian ESDM mengeluarkan Kebijakan Baru terkait dua ketentuan. Pertama, jenis BBM penugasan berlaku di seluruh wilayah Indonesia, tidak hanya di luar Jawa Madura dan Bali (Jamali) saja, tetapi juga berlaku di Jamali. Kedua, penetapan harga BBM Umum, di luar Premium dan Solar, harus melalui persetujuan pemerintah.

Dengan ketentuan baru tersebut, imbuh Fahmy, Pertamina berkewajiban menjaga jumlah pasokan sesuai jumlah permintaan konsumen, sehingga tidak terjadi kelangkaan pasokan Premium di seluruh wilayah Indonesia. “Dengan persetujuan pemerintah dalam penetapan harga BBM Umum diharapkan dapat dikendalikan laju inflasi, lebih-lebih pada bulan puasa dan lebaran, yang biasanya inflasi cenderung tinggi,” tambah Fahmy.

Urutan Terlama
bubarkan pertamina
tolak kenaikan harga BBMPengamat : Kelangkaan BBM Wujud Pembangkangan Pertamina pada PemerintahPengamat : Kelangkaan BBM Wujud Pembangkangan Pertamina pada Pemerintah
tanya sonangol brewok emoticon-Recommended Seller
Trus mana ini janjinya yaa. Pas udah jadi aja, LUPA!!
#puralupa
Oh jadi skrg yg salah pertamina..? emoticon-Big Grin
premium itu hak rakyat miskin,
tapi sekarang lenyap di telan bumi, rezim yang sangant berpihak pad om brewok, emoticon-Blue Guy Bata (L)
pertamina sudah disusupi oleh oposisi
mau menjatuhkan jokowi
waspadalah
HUKUM DEMAND DAN SUPPLY LAH BLOK, biaya impor premium sama pertalite sama, harusnya premium naik harganya, tapi akibat kebijakan pemerintah gak boleh naik, akhirnya pertamina inisiatif daripada produksi / impor premium yang revenue dan untungnya gak seberapa, emdning sekalian aja impor / produksi pertalite dan sesedikit mungkin produksi / impor premium ( karena harganya tetap jadi gak menguntungkan buat dijual )-akhirnya wajarlah premium hilang semua di SPBU emoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah emoticon-Marah
Pas pertalite naik, pemerintah : yang naik cuma pertalite premium tetep
Premium langka : ini pembangkangan pertamina,

I see the logic.

emoticon-Stick Out Tongue
kasian nasbung gak bisa pake isu bbm utk menjatuhkan Jokowi lagi emoticon-Frown
cuma bisa marah2 dan mewek emoticon-Frown
krn bbm bukan lagi hantu yg menakutkan, biasa aja emoticon-Big Grin
justru skg yg di sorot malah pertamina emoticon-Big Grin
Jokowi mmg terbaik!
pengamat lg pgn adu domba emoticon-Ngakak
kan bahannya buat oplosan pertalite emoticon-Cape d...

gmn si elo pda, wajar lah langka emoticon-Ngakak
Bentar lg ada menteri yg bakal nyaranin gausah pake premium, nyuling sendiri aja pake limbah plastik.emoticon-Leh Uga
Diubah oleh ksatria.pantura
emoticon-Wakaka
Kopong..

mengenalkan pertalite,berangsur-angsur premium lenyap dari peredaran..

Hapus subsidi! Nyang penting kaum kaya sejahtera,rakyat kecil menjerit,bodo amat..

Opssss,keceplosan..
dan semua sasaran tembak lari ke pertamina
nasbung laknat bingung pake isu bbm utk nembak Pak Jokowi emoticon-Embarrassment
makanya telpon anies donk
dijamin premium daerah ente tidak akan langka lagi
Quote:


plus banyakin oksigennya biar sehat seperti air kangennya mlmemoticon-Toast
Quote:


ini buku beli dimana gan? ane pengen beli emoticon-Leh Uga
Jadi gimana? mau plin plan ikut jaman SBY atau sok konsisten mode banteng ikut harga pasar?

inget dulu gimana demonya BBM ? tampil didepan anti kenaikan BBMemoticon-Wkwkwk

Kenapa pertamina selalu merasa rugi , sudah pasti karena biaya gaji dan fasilitas pegawai pertamina sangatlah tinggi dan menjadi faktor utama tingginya biaya produksi BBM pertamina


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di