alexa-tracking

Pertamina klaim Teluk Balikpapan sudah bersih dari minyak

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acc382dd675d4df168b457c/pertamina-klaim-teluk-balikpapan-sudah-bersih-dari-minyak
Pertamina klaim Teluk Balikpapan sudah bersih dari minyak
Pertamina klaim Teluk Balikpapan sudah bersih dari minyak
Pemandangan Teluk Balikpapan di Kalimantan Timur, Minggu (8/4/2018).
Pencemaran limbah minyak mentah di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, yang sudah lebih dari sepekan terjadi diklaim sudah selesai. Klaim disampaikan Pertamina Kalimantan yang menerjunkan 21 kapal pembersih berkekuatan 234 personel.

Mereka menyisir tumpahan 5.000 kilo liter minyak di area seluas 13 ribu hektare. "Perairan Teluk Balikpapan makin normal memasuki pekan ini," kata Region Manager Communication & CSR Pertamina Kalimantan, Yudy Nugraha, Senin (9/4/2018).

Tim Pertamina bekerja siang dan malam yang personelnya terbagi ke dalam tiga periode (shift) kerja. Seluruh kapal Pertamina menyisir empat zona konsentrasi tumpahan minyak di area Rede, Kolam Labuh, Pantai Monpera, lepas pantai Balikpapan, dan sekitarnya.

Kini Pertamina mengurangi kekuatan kapal dan awaknya menjadi 17 unit dengan 170 personel. Yudy mengklaim kerja keras timnya sudah berhasil mengurang jumlah titik konsentrasi sebaran limbah minyak mentah.

Menurut Yudi, tim yang masih ada akan fokus membersihkan lokasi pangkalan lindungan lingkungan perairan dan perkampungan nelayan di Balikpapan. Beberapa personel juga melakukan patroli ke sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat berkumpul minyak.

Dalam tim pembersih itu, Pertamina menurunkan personel lindungan lingkungan perairan, teknis support, dan kru kapal. Armada kapal terdiri dari sembilan unit tug boat, tiga unit patrol boat, tiga unit oil barge, dan dua aluminium boat.

Pembersihan terbaru diperluas hingga kawasan Mangrove Kariangau yang menjadi lokasi paling parah tercemar limbah minyak. Adapun pembersihan pesisir pantai Penajam Paser Utara menggunakan penyemprotan oil spill dispersant dan bantuan pembersihan manual dari masyarakat.

Di sisi lain, klaim Pertamina dikritik Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kaltim. Pertamina dinilai terlalu cepat puas diri soal pembersihan limbah minyak. Direktur Walhi Kaltim, Fathur Rosiqin Fen, mengungkapkan telah mendapati banyak konsentrasi tumpahan minyak di beberapa perkampungan nelayan di Teluk Balikpapan.

"Tim kami empat hari ini masih berada di lapangan bersama masyarakat. Khususnya di perkampungan Atas Air di Balikpapan dan Penajam Paser Utara sulit dibersihkan," ungkapnya.

Dalam beberapa kasus, pencemaran limbah ini bahkan merusak area budi daya keramba kepiting nelayan Balikpapan. Pencemaran minyak ini membuat budi daya kepiting andalan nelayan mati.

"Pencemaran dan endapan minyak luar biasa menyengat baunya," paparnya.
Pertamina klaim Teluk Balikpapan sudah bersih dari minyak
Personel Pertamina Kalimantan sedang membersihkan perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, dari limbah minyak pada Minggu (8/4/2018).
Pertamina disebut sebut hanya fokus membersihkan limbah minyak di perairan di sekitar kawasan kilang minyaknya. Fokus pembersihan adalah sejumlah lokasi yang kasat mata pantauan masyarakat.

Sehubungan kasus ini, Fathur meminta Pertamina menjawab permasalahan lingkungan yang sudah terjadi di Teluk Balikpapan. Mereka harus memastikan upaya jangka panjang pemulihan lingkungan ekosistem dan keanekaragaman hayati.

"Seharusnya Pertamina segera bertindak jauh melampaui harapan masyarakat," ujarnya.

Penggiat Forum Peduli Teluk Balikpapan Husein menambahkan bahwa limbah minyak mentah masih banyak ditemukan di perairan Pulau Balang, Tempadung, Pudak hingga Somber.

"Masih banyak ditemukan di perairan Balikpapan. Kami sempat mengecek kondisi perairan dalam dua hari terakhir," paparnya.

Husein mengatakan, membersihkan limbah pencemaran minyak di lautan bukan perkara mudah. Para praktisi lingkungan bahkan sudah memperkirakan pembersihan limbah minyak memakan waktu paling cepat enam bulan.

"Bahkan ada beberapa kasus pembersihan limbah minyak mentah memakan waktu delapan tahun," ungkapnya.

Soal pencemaran perairan teluk ini, Husein mengkhawatirkan dampak lingkungan perairan bagi kesehatan masyarakat Balikpapan. Ia khawatir pencemaran limbah menyebabkan kerusakan kualitas perairan Teluk Balikpapan bagi kehidupan seluruh satwa laut di bawahnya.

"Mungkin sekarang mengandung logam berat dan beracun di perairan Teluk Balikpapan. Harus ada tim independen untuk melakukan penelitian kandungan air laut di sini," ungkapnya.

Dalam beberapa hari terakhir, Husein mengaku menerima keluhan kelompok nelayan Balikpapan soal penurunan hasil tangkapan ikannya. Kelompok nelayan ini mendapati tangkapan ikan karang seperti lobster, kerapu, dan sunu menjadi lemas saat terkena campuran air Teluk Balikpapan.

"Mereka memperoleh ikan ini dari Selat Makassar. Saat akan diekspor ditempatkan dalam bak air dari Teluk Balikpapan. Seluruh ikan ini mati lemas," ungkapnya.

Mata pencarian penggawa nelayan Balikpapan Samsul pun terancam. Apalagi belum lama ini Samsul menderita kerugian belasan juta rupiah menyusul kematian ekspor ikan lobster ke sejumlah negara di Asia.

"Ikan lobster ini mati sebelum tiba ke negara tujuan. Saya menggunakan air Teluk Balikpapan untuk mengirimkan ikan lobster dalam kondisi hidup hidup. Ternyata mereka seluruhnya terlihat lemah dan akhirnya mati," tuturnya.

Hal ini menjadi salah satu kekhawatiran nelayan karena ribuan nelayan menggantungkan hidupnya dalam mencari ikan di Teluk Balikpapan. Mayoritas nelayan belum berlayar sembari menunggu informasi terbaru yang disampaikan pemerintah daerah.
Pertamina klaim Teluk Balikpapan sudah bersih dari minyak


Sumber : https://beritagar.id/artikel/berita/...ih-dari-minyak

---

Baca juga dari kategori BERITA :

- Pertamina klaim Teluk Balikpapan sudah bersih dari minyak Jaga inflasi, pemerintah campur tangan harga BBM nonsubsidi

- Pertamina klaim Teluk Balikpapan sudah bersih dari minyak Meredam konflik berdarah di Papua

- Pertamina klaim Teluk Balikpapan sudah bersih dari minyak Sanksi ditangguhkan, dr Terawan tetap anggota IDI

×