alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / ... / Tribunnews.com /
Pendamping Prabowo Anak Muda Relatif di Bawah 50 Tahun
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acc13a194786889468b4569/pendamping-prabowo-anak-muda-relatif-di-bawah-50-tahun

Pendamping Prabowo Anak Muda Relatif di Bawah 50 Tahun

Pendamping Prabowo Anak Muda Relatif di Bawah 50 Tahun

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Tunas Indonesia Raya, Anggawira mengungkap, Prabowo Subianto akan berduet dengan anak muda dalam pertarungan Pilpres mendatang.

Sementara Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, dalam Rapimnas 11 April mendatang, hanya akan menegaskan terkait rencana mengusung kembali Prabowo sebagai penantang sang petahana, Presiden Jokowi.

"Pak Prabowo tidak galau, beliau punya ketetapan hati untuk memberikan yang terbaik, Bapak selalu sampaikan sebagai kader Gerindra harus siap berkorban jiwa dan raga untuk NKRI. Beliau nyatakan dalam berbagai kesempatan pendampingnya anak muda, ya relatif di bawah 50 tahun. Ini penting untung regenerasi kepemimpinan," Anggawira memastikan, Senin (9/4/2018).

Dijelaskan, dalam proses seleksi pendamping Gerindra akan melakukan serangkaian proses seleksi seperti rekam jejak calon kandidat pendamping, prestasi dan memiliki kesamaan visi misi.

Dipastikan kembali, deklarasi kemungkinan akan dilangsungkan di detik-detik terakhir.

Baca: Plt Gubernur Sulsel Merinding, Tubuhnya Panas saat Memasuki Rumah Jabatan

Saat ini Partai Gerindra masih berkonsentrasi di pilkada dan penguatan tim internal serta mempertajam konsep.

"Kita kan tahu dalam menentukan pendamping Prabowo tidak bisa sembarangan harus mencari yang terbaik. Ya kita lihat saja perkembangan dan situasinya," ujarnya.

Sementara Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon belum bisa memastikan kapan ketua umumnya, Prabowo Subianto, akan mendeklarasikan diri maju sebagai capres di Pilpres 2019.

Menurut Fadli, masih dibutuhkan konsolidasi sebelum Prabowo benar-benar menyatakan maju, salah satunya melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra pada 11 April 2018.

"Saya kira kami perlu melakukan konsolidasi. Salah satunya melalui rakornas pada 11 (April) besok ini. Itu rakornas pertama yang kami lakukan dalam rangka untuk ke depan menghadapi pilkada dan pilpres," ujar Fadli.

Baca: Hilman Beberapa Kali Menoleh ke Arah Novanto hingga Hilang Konsentrasi dan Tabrak Tiang Listrik

Kemarin, Ketua DPR Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) turut berkomentar terkait apa yang diungkapkan oleh Presiden Jokowi menanggapi hastag #2019GantiPresiden.

Menurutnya, apa yang disampaikan Jokowi, bukan merupakan keluhan. Hal yang wajar, kata Bamsoet, wajar jika Jokowi menanggapi hal tersebut lantaran ingin melakukan klarifikasi.

"Yang disampaikan oleh Presiden itu bukan suatu keluhan, melainkan itu sebuah klarifikasi," ujar Bamsoet.

Mantan Ketua Komisi III itu pun menilai bahwa penjelasan memang seharusnya diberikan seorang pemimpin negara kepada rakyatnya.

"Wajar saja, seorang Presiden memang harus memberikan penjelasan yang real pada masyarakat. Agar tidak menimbulkan kebingungan atau ketidakpastian dari masyarakat," kata Bamsoet.

Hal tersebut, kata politisi Golkar itu bertujuan agar kedepannya tidak ada rakyat yang bingung dan terus bertanya-tanya terkait kemunculan hashtag yang seakan membuat Jokowi dipandang negatif.

Sebelumnya, beredar video berdurasi 31 detik yang berisi konten produksi t-shirt bertuliskan #2019GantiPresiden.

Presiden Jokowi pun menanggapi santai munculnya gerakan #2019GantiPresiden yang ramai di media sosial.

Baca: Rhoma Irama Siap Terima Putusan Sidang PTUN

Ia menilai, gerakan mencetak kaos bertagar seperti itu, tidak mampu mengganti Presiden.

Sindiran tersebut ia sampaikan saat berpidato dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 7 April 2018, seperti yang dirilis Biro Pers Sekretaris Presiden.

"Masa kaos bisa mengganti Presiden?," kata Jokowi.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfuz Sidik menyindir sikap partainya yang sampai saat ini belum menentukan siapa kader yang akan diusung dalam pertarungan pilpres mendatang.

Dikatakan, ada 9 nama calon dari PKS yang kini dipersiapkan untuk ikut dalam pilpres nanti.

Mahfuz kemudian menceritakan, beredar informasi bahwa saat terjadi komunikasi pimpinan Gerindra dan pimpinan PKS tentang koalisi Pilpres 2019, dibahas tentang komitmen pendanaan pemenangan dari paslon yang diajukan kedua partai tersebut jika berkoalisi.

"Nah hal semacam ini kan harus jelas juga. Karena kalau gak jelas, jangan-jangan tiket dibeli orang lain. Kalau itu yang terjadi, yah sembilan capres PKS hanya jadi pajangan di etalase saja," imbuh Mahfuz. (tribun/fitri wulandari/yat/fik)


Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...bawah-50-tahun

---

Baca Juga :

- Yusril Siap Menangkan Kotak Kosong Kalau Jokowi Jadi Calon Tunggal di Pilpres

- Jika Hingga April Prabowo Belum Deklarasi Maju Capres, PSI Siapkan Sekenario Baru

- Yusril Terima Aspirasi Untuk Calonkan Gatot Nurmantyo Sebagai Presiden

Beri apresiasi terhadap thread ini Gan!
maju terus pak emoticon-Merdeka


×
GDP Network
© 2018 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved
Ikuti KASKUS di