alexa-tracking

Zumi Zola Dua Kali ke Jakarta Sebelum Ditahan KPK, Terakhir Menginap di Rumah Mertua

Main Content

1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acc0e02dcd770eb5e8b4568/zumi-zola-dua-kali-ke-jakarta-sebelum-ditahan-kpk-terakhir-menginap-di-rumah-mertua
Zumi Zola Dua Kali ke Jakarta Sebelum Ditahan KPK, Terakhir Menginap di Rumah Mertua
Zumi Zola Dua Kali ke Jakarta Sebelum Ditahan KPK, Terakhir Menginap di Rumah Mertua

TRIBUNNEWS.CO, JAKARTA - Gubernur Jambi Zumi Zola sudah berada di Jakarta sejak dua hari sebelum diperiksa dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (9/4/2018).

Zumi menginap di rumah mertuanya, Tengku Malinda di kawasan Cipete dekat kawasan Kemang, Jakarta Selatan, sejak Sabtu.

Tengku Malinda adalah ayahanda dari istri Zumi, Sherrin Tharia.

"Pak Zumi sudah dari Sabtu di Jakarta, di rumah mertuanya," ungkap anggota kuasa hukum Zumi Zola, Handika Ronggowongso, di Gedung KPK, Jakarta.

Beberapa hari sebelum itu atau pada Selasa (3/4/2018), Zumi juga terbang dari Jambi ke Jakarta untuk menemui tim penasihat hukumnya, termasuk Handika dan Muhammad Farizi.

Kedatangannya hari itu untuk mendiskusikan persoalan dan langkah hukum yang akan dilakukannya terkait kelanjutan nasibnya yang telah berstatus sebagai tersangka kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Jambi 2018 di KPK.

"Hari Selasa beliau udah ke Jakarta, diskusi soal ini juga. Tapi langsung balik lagi ke Jambi," jelas Handika.

Baca: Plt Gubernur Sulsel Merinding, Tubuhnya Panas saat Memasuki Rumah Jabatan

Terkait langkah hukum, Handika menjelaskan bahwa kliennya akan mematuhi segala proses hukum yang melibatkan dirinya.

Handika juga mengungkapkan sejauh ini secara psikologis Zumi dan keluarganya relatif stabil dan menghormati proses hukum yang berlaku.

"Secara psikologis, Zumi dan keluarga relatif stabil karena memang sudah berjalan sejak lama prosesnya," kata Handika.

Menurutnya, adalah manusiawi jika Zumi secara psikologis sejak awal telah khawatir bakal ditahan oleh pihak KPK pada pemeriksaan kali kedua sebagai tersangka.

"Zumi itu taat sama hukum. Kalau ditanya siap nggak siap, sekarang siapa yang mau diambil hak kebebasannya? Tapi, kami bakal ikuti semua prosesnya demi menghormati hukum yang berlaku dan demi menghormati KPK," tuturnya.

Hanya Bawa Tas Kecil
Zumi yang ditemani oleh pengacaranya, Muhammad Farizi, hadir di Gedung KPK sejak pukul 10.00 WIB.

Zumi Zola Dua Kali ke Jakarta Sebelum Ditahan KPK, Terakhir Menginap di Rumah Mertua
Gubernur Jambi Zumi Zola menggunakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/4/2018). KPK resmi menahan Zumi Zola terkait dugaan penerimaan gratifikasi proyek proyek di Provinsi Jambi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)Tidak terlihat adanya pengawalan ketika sang gubernur yang berstatus tersanga itu datang.

Meski telah dua hari berada di Jakarta, tak tampak koper maupun barang bawaan yang disiapkan jika sewaktu-waktu dia ditahan oleh KPK.

Ia hanya terlihat membawa sebuah tas tangan pria berbentuk persegi panjang di tangan kirinya.

Tanpa banyak bicara, Zumi langsung masuk ke dalam gedung KPK.

Zumi yang mengenakan baju batik berwarna gelap, celana panjang hitam, dan sepatu hitam hanya mengucapkan sepatah kata salam tanpa menjawab satu pun pertanyaan dari wartawan.

"Assalamualaikum," kata Zumi sambil tersenyum saat bergegas masuk ke lobi Gedung KPK.

Baca: Rhoma Irama Siap Terima Putusan Sidang PTUN

Zumi berbicara dengan dua pengacaranya, Farizi dan Handika, yang duduk di lobi Gedung KPK.

Tak tampak kerabat atau anggota keluarga yang datang saat Gubernur Jambi yang berlatar belakang artis itu diperiksa di Gedung KPK.

Hanya keramaian awak media di depan kantor KPK.

Setelah delapan jam pemeriksaan, Zumi keluar dari Gedung KPK dengan kondisi telah mengenakan rompi oranye bertuliskan "Tahanan KPK".

Selain kegaduhan awak media yang meliput, teriakan "Hidup KPK!" juga sempat dilantangkan oleh seorang pria yang tidak dikenal.

Sementara itu, pengacara Zumi, Muhammad Farizi enggan memberi komentar terkait penahanan kliennya.

Ia terlihat berlari membawa sebuah tas yang dibawanya ketika mendampingi Zumi hadir menjalani pemeriksaan kedua kalinya sebagai tersangka pada pagi harinya.

Zumi Zola Dua Kali ke Jakarta Sebelum Ditahan KPK, Terakhir Menginap di Rumah Mertua
Gubernur Jambi Zumi Zola menggunakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/4/2018). KPK resmi menahan Zumi Zola terkait dugaan penerimaan gratifikasi proyek proyek di Provinsi Jambi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)"Nanti aja, nanti," kata Farizi sesaat sebelum masuk ke dalam mobil dan keluar dari gedung KPK.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa KPK telah melakukan penahanan terhadap Zumi selama 20 hari kedepan setelah memeriksa 38 saksi.

Zumi ditahan di rutan cabang KPK kavling C1 atau gedung KPK lama.

Febri mengatakan 38 saksi terkait kasus dugaan suap di Provinsi Jambi yang melibatkan Zumi tersebut terdiri dari unsur DPRD Jambi, Pemerintahan Provinsi dan pihak swasta.

"Unsur saksi tersebut ada yang dari DPRD Jambi, kemudian ada yang dari unsur Pemerintahan Provinsi dan juga unsur swasta yang sudah kita lakukan proses pemeriksaan," kata Febri.

Seharusnya Zumi menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka pada Senin pekan lalu.

Namun, Zumi memilih tidak memenuhi panggilan pemeriksaan itu dengan alasan belum menerima surat panggilan pemeriksaan resmi dari KPK.

Akhirnya, KPK melayangkan surat dan menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Zumi pada Kamis kemarin.

Zumi Zola selaku Gubernur Jambi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak 24 Januari 2018 lalu.

Baca: Hilman Beberapa Kali Menoleh ke Arah Novanto hingga Hilang Konsentrasi dan Tabrak Tiang Listrik

Namun, KPK memutuskan menunda mengumumkan status tersangka tersebut agar penyidikan yang sedang berlangsung di lapangan tidak terganggu.

Indonesian Corruption Watch (ICW) mendukung langkah KPK menahan Gubernur Jambi, Zumi Zola.

Namun, ICW berharap pada KPK agar pengusutan kasus dugaan korupsi yang melibatkan Zumi juga berlanjut pada penelusuran aliran dana.

"Kami berharap mengusut tuntas kasus ini, tidak hanya pada Zumi Zola tapi juga pada pemberi dana.

Kami meminta KPK untuk memantau seluruh persidangan agar kasus ini tuntas," kata Koordinator Divisi Investigasi ICW, Febri Hendri.

Zumi Zola ditetapkan sebagai tersangka karena diduga terlibat dalam penyuapan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2018.

Zumi Zola Dua Kali ke Jakarta Sebelum Ditahan KPK, Terakhir Menginap di Rumah Mertua
Gubernur Jambi Zumi Zola menggunakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (9/4/2018). KPK resmi menahan Zumi Zola terkait dugaan penerimaan gratifikasi proyek proyek di Provinsi Jambi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)Zumi juga diduga menerima gratifikasi bersama-sama dengan Plt Kadis PUPR Provinsi Jambi nonaktif Arfan.

Arfan ditangkap bersama-sama Plt Sekda Provinsi Jambi nonaktif Erwan Malik, Asisten Daerah III Provinsi Jambi nonaktif Saifudin, serta seorang anggota DPRD Supriono, terkait dugaan adanya 'duit ketok' yang digunakan untuk memuluskan pengesahan APBD 2018.

Duit yang diduga berasal dari rekanan Pemprov Jambi ini dimaksudkan agar anggota DPRD Provinsi Jambi menghadiri rapat pengesahan APBD Jambi 2018.

Total ada Rp 4,7 miliar yang diamankan KPK dari jumlah yang seharusnya Rp 6 miliar.

Diduga, ada irisan uang dugaan penerimaan Zumi dan Arfan dengan 'duit ketok' ke anggota DPRD Jambi.

KPK juga tengah membuktikan keterlibatan Zumi dalam pemberian suap. (Tribun Network/gita irawan/coz)


Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2...i-rumah-mertua

---

Baca Juga :

- ICW: Jangan Cuma Berhenti di Zumi Zola

- Ditahan KPK, Tak Sepatah Katapun Diucapkan Gubernur Jambi Zumi Zola

- Sepak Terjang Zumi Zola sebagai Artis, dari Drama Percintaan Sampai Gosip Perzinaan

menjaga silaturahmi dulu dengan mertua emoticon-Big Grin
×