alexa-tracking
Selamat Guest, Agan dapat mencoba tampilan baru KASKUS Masih Kangen Tampilan Sebelumnya
Kategori
Kategori
Home / FORUM / All / News / Berita dan Politik /
Politikus PDIP: Makin Kelihatan Lawan Jokowi Kehilangan Akal Sehat
1024
1024
KASKUS
51
244
https://www.kaskus.co.id/thread/5acbf0a1dcd770ed208b4567/politikus-pdip-makin-kelihatan-lawan-jokowi-kehilangan-akal-sehat

Politikus PDIP: Makin Kelihatan Lawan Jokowi Kehilangan Akal Sehat

Politikus PDIP: 
Makin Kelihatan Lawan Jokowi Kehilangan Akal Sehat

Senin, 9 April 2018 14:50 WIB

Politikus PDIP: Makin Kelihatan Lawan Jokowi Kehilangan Akal Sehat
Presiden Joko Widodo mengendarai motor Chopper Royal Enfield 350 cc saat kunjungan kerja di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (8/4/2018). Presiden mengendara motor sejauh 30 kilometer meninjau pelaksanaan program padat karya tunai sekaligus memperkenalkan kawasan wisata Pelabuhan Ratu. TRIBUNNEWS/SETPRES/AGUS SUPARTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Andreas Hugo Pereira menilai pidato keras Presiden Joko Widodo (Jokowi) menangapi isu-isu miring kepadanya bukan bentuk kemarahan, melainkan klarifikasi kepada para lawan yang kerap melempar hoax dan isu-isu imaginer yang tak masuk akal.

"Sudah sering kita melihat bahwa lawan pak Jokowi adalah hoax atau isu-isu imaginer yang tidak masuk akal sehat, tidak punya argumentasi yang kuat bahkan cenderung serampangan," ujar Ketua DPP PDI Perjuangan ini kepada Tribunnews.com, senin (9/4/2018).

Bahkan menurut Andreas Pareira, lawan politik Jokowi kehilangan akal sehat untuk melawan, sehingga langkah meyerang secara membabi-buta pun dilakukan.

"Makin kelihatan lawan pak Jokowi kehilangan akal sehat sehingga menyerang secara membabi buta," jelasnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi menyayangkan sejumlah pandangan negatif yang dituduhkan kepadanya belakangan ini, mulai dari pribadinya hingga program pemerintah di bawah kepemimpinannya.

Jokowi mengatakan semua tudingan yang dilontarkan sama sekali tak berdasar.

Baca: Pada Dokter Syaraf, Setya Novanto Mengeluh Pusing Berputar dan Muntah

"Banyak yang ingin melemahkan bangsa kita dengan cara-cara yang tidak beradab. Ngomongin isu antek asing, tuding-tuding ke saya. Jokowi itu antek asing."

Pernyataan Jokowi disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4/2018).

Jokowi juga sering kali dituduhkan sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dia mengatakan, tudingan itu tak beralasan karena saat PKI dibubarkan pada 1965, dia baru berusia empat tahun.

"Ada gambar di medsos waktu D.N. Aidit pidato 1955. Saya belum lahir sudah (disebut) jejer sama D.N. Aidit. Ini isu apa-apaan. Tidak beradab seperti itu," kata Jokowi sambil menunjukkan gambar dimaksud.

Belakangan, kata Jokowi, pembangunan infrastruktur juga menjadi sasaran tuduhan.

Ia pun menegaskan program tersebut dimaksudkan untuk membangun dan tanpa ada kepentingan lain.

"Kami mengerti bahwa membangun itu memang terkadang ada yang salah atau khilaf. Itu yang kami benahi. Kami ini manusia biasa yang penuh dengan kesalahan dan kekurangan," ujarnya.

Sejumlah pihak pun dinilai melakukan provokasi mengenai isu jumlah utang negara.

Jokowi mencatat, ada beberapa yang menuliskan utang Indonesia kini mencapai Rp 4 ribu triliun tanpa rincian yang memadai dan menciptakan kesan bahwa pemerintahannya gemar berutang kepada asing.

Menurut Jokowi, saat pertama kali ia dilantik, Indonesia telah memiliki utang sebesar Rp 2.700 triliun.

"Bunganya setiap tahun Rp 250 triliun. Kalau empat tahun sudah tambah Rp 1.000 triliun. Mengerti enggak ini? Supaya mengerti, jangan dipikir saya utang sebesar itu," kata dia.

Meski demikian, Jokowi mengaku tak ambil pusing dengan tudingan tersebut.

Jokowi yakin masyarakat saat ini sudah semakin dewasa dalam memilih kabar.

"Sekarang ini masyarakat juga makin matang, makin dewasa. Semakin mengerti mana yang isu, fitnah, hoax, kabar bohong. Sudah mengerti semuanya," kata dia.

Jokowi juga memberikan respons keras atas isu Indonesia bubar pada tahun 2030 dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Jokowi menegaskan, seorang pemimpin seharusnya memberikan rasa optimisme kepada rakyatnya. Bukan sebaliknya malah menularkan virus pesimisme.

"Jangan pesimis 2030 bubar. Pemimpin itu harus memberikan optimisme kepada rakyatnya. Pemimpin harus memberikan semangat kepada rakyatnya meskipun tantangannya tidak gampang,"cetus Jokowi
http://www.tribunnews.com/nasional/2...gan-akal-sehat


Jokowi Mulai Panas, Meledak, Semua Serangan Dijawab

Minggu, 08 April 2018 – 11:27 WIB

Politikus PDIP: Makin Kelihatan Lawan Jokowi Kehilangan Akal Sehat

jpnn.com, BOGOR - Presiden Joko Widodo alias Jokowi mulai panas meledak jelang Pilpres 2019. Dalam acara relawan Galang Kemajuan (GK) di Puri Begawan, Bogor, Jabar, Sabtu (7/4), Jokowi seperti memuntahkan rasa geramnya terhadap serangan isu kepadanya selama ini.


Jokowi mendapat panggung. Nada suami Iriana semakin tinggi saat membeberkan fitnah yang menyerang pribadinya. Mulai dari isu antek asing, dicap antek PKI dan lainnya.


"Saya lahir belum, sudah jejeran sama Aidit (tokoh PKI) coba. Ini isu-isu apa-apaan ini, nggak beradab seperti itu," ujarnya menunjukkan foto Jokowi berdampingan dengan Aidit.


Jokowi juga kesal dengan serangan-serangan bernada pesimisme terhadap kelangsungan negara dan kinerja pemerintah. "Jangan malah bicara pesimis, 2030 bubar. Pemimpin itu harus memberikan optimisme kepada rakyatnya," kata Jokowi.


Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta relawan GK terjun memberikan pendidikan politik ke masyarakat bawah. Sehingga publik tidak terhasut oleh kampanye hitam yang bermuatan hoaks dan fitnah.

https://www.jpnn.com/news/jokowi-mul...rangan-dijawab





--------------------------------

Para pengkritiknya Jokowi-JK itu tak semuanya asal kritik (apalagi menyebar HOAX dan fitnah melulu). Beberapa diantara para pengkritik itu punya dasar jelas kok, misalnya saja mereka hingga saat ini masih punya  daftar cek list janji-janji Jokowi-JK saat kampanye Pilpres 2014 dulu. Seharusnya Jokowi bisa menjawab krtitikan nyinyir mereka itu terkait janji politiknya dulu.


emoticon-Hansipemoticon-Hansipemoticon-Hansip
Urutan Terlama
Halaman 1 dari 2
Politikus PDIP: Makin Kelihatan Lawan Jokowi Kehilangan Akal Sehat
Post ini telah di hapus oleh kaskus.support17
Yaelah, liat Video nya aja keliatan banget Pak De Panik..... Blunder Jokowi dalam bersikap...

Harusnya ga bahas bahas lawan politik... fokus aj sama kerja. Pasti kesannya lebih baik
lha situ baru tau, kita mah dah lama tau kl panasbung kehilangan akal sehat emoticon-Ngakak
yg gk punya akal sehat ya itu partai
gimn mau punya akal sehat, amnesia sih lupa sama wong cilik dan buku putih
Lebih hoax mana ekonomi indonesia meroket emoticon-Angkat Beer

Lebih hoax mana pertumbuhan ekonomi indonesia 3 besar dunia emoticon-Angkat Beer

Lebih hoax mana dolar 10.000 pak dhe presiden emoticon-Angkat Beer

Dll...dll..dlllllllllllll..... emoticon-Angkat Beer
Pakdhe cukup buyback indosat, 2019 ane coblos pakdhe deh
si wowo kehilangan istri cuy














Politikus PDIP: Makin Kelihatan Lawan Jokowi Kehilangan Akal Sehat
Quote:


Akhirnya ketemu juga gambat ini,
Thanks bray
NASTAK kebanyakan bukan orang muslim atau orang muslim tapi ilmu agamanya minimalis sehingga seenak perutnya saja dalam menafsirkan kata GANJIL dalam hadits yang dikutipnya. Cobalah baca tafsir makna kata "GANJIL"dibawah ini ...ternyata yang dimaksudkan dengan GANJIL dalam hadits nabis saw itu adalah "Sholat Witir"... Tahu anda apa itu sholat witir? Kalau Nastak non-muslim pastilah nggak bakalan ngerti!

Quote:



Makna Hadis “Allah Menyukai Witir”


Kalimat “Allah menyukai witir” (يحب الوتر) diucapkan oleh Rasulullah dalam dua konteks–paling tidak yang saya ketahui.

Yang pertama adalah dalam konteks shalat witir.

إن الله وتر يحب الوتر فأوتروا يا أهل القرآن
“Sesungguhnya Allah itu witir (“fard”, “one and only”). Allah menyukai witir. Maka, kerjakanlah shalat witir, wahai ahlul quran (kaum mukmin)” (HR. Tirmidzi).

Makna kalimat يحب الوتر (menyukai witir) dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi itu, sebagaimana dijelaskan dalam kitab Tuhfah al-Ahwadzi (syarah kitab Jami’ al-Tirmidzi) adalah يثيب عليه ويقبله من عامله atau kurang-lebih artinya “Allah akan membalas-kebaikan atas witir dan akan menerima witir itu dari orang yang menjalankannya”.

Dari penjelasan dalam kitab syarah itu, makna yang paling masuk akal untuk kata الوتر (witir) dalam kalimat يحب الوتر (menyukai witir) adalah “shalat witir”, bukan “bilangan ganjil”. Apalagi kalimat berikutnya adalah tentang seruan menjalankan shalat witir.

Maka, pemahaman hadis di atas–الله ورسوله اعلم–adalah “Sesungguhnya Allah adalah satu-satunya. Allah menyukai shalat witir. Maka, kerjakanlah shalat witir, wahai ahlul quran (orang-orang beriman)”.

Yang kedua, Rasulullah menyampaikan “Allah menyukai witir” (يحب الوتر) dalam konteks penjelasan tentang Asmaul Husna, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.

لله تسعة وتسعون اسما مائة إلا واحدا لا يحفظها أحد إلا دخل الجنة وهو وتر يحب الوتر
“Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama. Orang yang mampu ‘menjaganya’ akan masuk ke surga. Allah itu satu-satunya. Allah menyukai ‘witir’.”

Nah, dalam hadis inilah الوتر dalam kalimat يحب الوتر (menyukai witir) bisa bermakna “bilangan ganjil” (lawan kata “genap”).

Hal itu sebagaimana penjelasan al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam al-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim. Menurut mereka, perihal Allah menyukai bilangan ganjil bisa dimengerti dari beberapa pensyariatan ibadah atau penciptaan makhluk yang memiliki unsur bilangan ganjil. Shalat wajib ada lima waktu, thawaf ada tujuh putaran, sa’i dilakukan tujuh kali, lemparan jamrah dilakukan tujuh kali, hari tasyrik berlangsung tiga hari berturut-turut, seminggu ada tujuh hari, langit diciptakan tujuh tingkatan, dan lain-lain.

Pemaparan al-Hafidz Ibnu Hajar dan Imam al-Nawawi tersebut adalah “penjelasan isyarat” dari makna “Allah menyukai bilangan ganjil”, bukan penjasan yang deskriptif. Boleh saja menjelaskan sebuah makna tertentu dengan “penjelasan isyarat” asal memiliki unsur-unsur kebenaran dalam dirinya.

Maksud “penjelasan isyarat” adalah ketika, misal, Anda membayangkan bertanya kepada kepada al-Hafidz Ibnu Hajar dan Imam al-Nawawi tentang arti kalimat “Allah menyukai bilangan ganjil”, lalu kedua tokoh kita itu menjawab, “Arti kalimat ‘Allah menyukai bilangan ganjil’ adalah … itu lho … lihat, ibadah yang Allah syariatkan: shalat wajib ada lima waktu, thawaf ada tujuh putaran, tasyrik ada tiga hari, dan lain-lain. Itulah arti dan tanda Allah memyukai bilangan ganjil.”

“Penjelasan isyarat” seperti itu sah-sah saja, dengan catatan tadi itu: ada unsur-unsur kebenaran di dalamnya. Dalam contoh kasus pemaparan al-Hafidz Ibnu Hajar dan Imam al-Nawawi adalah benar bahwa shalat fardu adalah syariat Allah, benar bahwa jumlah shalat fardu ada lima yang merupakan bilangan ganjil. Maka, ketika shalat lima waktu digunakan untuk menjelaskan makna “Allah menyukai bilangan witir” maka hal itu benar.

Tapi, kebenaran dalam “penjelasan isyarat” tidak bisa kuat karena tidak “jami’ mani'”. Dalam ilmu mantik, sebuah definisi atau pengertian atau penjasan itu benar dan kuat jika ia “jami’ mani'”.

Lalu, apa penjelasan atau arti yang “jami’ mani'” dari kalimat يحب الوتر (Allah menyukai bilangan ganjil” dalam konteks hadis Asmaul Husna di atas? Hanya Rasulullah sebagai pengucap kalimat sabda itu yang tahu–juga Allah sebagai yang disebut dalam kalimat itu. Kita hanya bisa menakwilkan dan memahami sesuai kemampuan, tentunya dengan penjelasan yang memiliki unsur-unsur kebenaran sehingga penjelasan itu bisa dipertanggungjawabkan.

Maka, jadi terasa memprihatinkan kala hari-hari ini beredar gambar yang menampilkan hadis syarif, sabda mulia Nabi tentang “Allah menyukai bilangan ganjil”, namun dikaitkan dengan perkara politik, dikaitkan dengan nomor urut parpol peserta Pemilu 2019. Digunakan untuk kepentingan politik. Sesuatu yang sama sekali tidak memiliki unsur-unsur kebenaran yang layak dikaitkan dengan kebenaran sabda mulia Nabi tersebut.

Penjelasan al-Hafidz Ibnu Hajar dan Imam al-Nawawi yang memiliki unsur-unsur kebenaran saja belum menjadi penjelasan yang kuat, yang “jami’ mani'”, maka bagaimana Anda akan menjelaskan makna hadis “Allah menyukai bilangan ganjil” kaitannya dengan nomor urut parpol peserta Pemilu 2019?! Memiliki unsur-unur kebenaran yang selaras dengan kebenaran sabda Nabi itu saja tidak, apalagi terkait.

Lalu, apa penjelasan paling masuk akal untuk gambar hadis “Allah menyukai bilangan ganjil” yang beredar dan dikaitkan dengan nomor urut parpol peserta Pemilu 2019? Tidak lain dan tidak bukan: politisasi sabda Nabi. Sabda Nabi digunakan untuk kepentingan sesaat yang sama sekali tidak terkait. Setelah kepentingan selesai, sabda itu dicampakkan.

Jika politisasi sabda Nabi ini dianggap sepele tapi disebarkan secara masif dan dianggap benar, khawatir saja nanti sabda itu selanjutnya digunakan untuk komodifikasi. Dibisniskan. Digunakan untuk legitimasi jualan. Dari politisasi ke komodifikasi.

[/QUOTE]
Kalo punya akal sehat nggk bakal koar koar nggk ambil utang luar negeri,
emoticon-Stick Out Tongue
Quote:

[/QUOTE]

Nastak udah mulai jualan agama nih,
Simpel aja bray,
Ngibul itu ajaran islam nggk ?
bukannya dia sendiri yg mulai kepanasan ketakutan emoticon-Leh Uga
Hidup planga plongo cengengesan gak mikir copraas capres tukang tambal ban tukang cosplay tukang sapu tukang becak hoax membangun esemka buyback indosat ekonomi meroket dolar 10 ribu

Jokok panik jokok panik jokok panik jokok panik jokok panik jokok panik jokok panik jokok panik jokok panik jokok panik jokok panik jokok panik jokok panik jokok panik jokok panik jokok panik

emoticon-Ultah
Nasbung gak perlu marah2..

Politikus PDIP: Makin Kelihatan Lawan Jokowi Kehilangan Akal Sehat
Ayo Kita sujud syukur dulu atas kemenangan nasbung 212

Politikus PDIP: Makin Kelihatan Lawan Jokowi Kehilangan Akal Sehat
Berikutnya kita sorak sorai bersama...

Politikus PDIP: Makin Kelihatan Lawan Jokowi Kehilangan Akal Sehat
Selanjutnya joget kemudian..

Politikus PDIP: Makin Kelihatan Lawan Jokowi Kehilangan Akal Sehat
Akhirnya menangis kemudian...
ternyata gak nastak gak junjungannya udah kelonjotan.

resah lah kalo sampe kejadian kayak pilkada dki kemarin.
Dulu pope didemo dibawain kebo ditulisi sibuya
Ente mau jok?
Quote:

[/QUOTE]

Ustad alhabsyi berarti dangkal ilmu agamanya ya gan???
Halaman 1 dari 2


×
GDP Network
Copyright © 2018, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia.
Ikuti KASKUS di